Bangunan Berbaur : Pusat Konservasi Pohon Hutan Tropis Dengan Analogi Sarang Semut Di Riau

Aisyah, Brilliana (2018) Bangunan Berbaur : Pusat Konservasi Pohon Hutan Tropis Dengan Analogi Sarang Semut Di Riau. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
08111450070016-Master Thesis.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Deforestasi yang semakin meningkat dari tahun ketahun, diprediksi pada tahun 2050 Riau akan kehilangan 92% hutan alamnya. Keanakaragaman hayati akan semakin berkurang khususnya spesies pohon. Pada Negara tropis, pohon merupakan elemen utama penunjang kehidupan. Bertujuan untuk mengurangi deforestasi di hutan Riau pusat konservasi pohon hutan tropis bertindak sebagai bangunan yang mewadahi aktifitas konservasi pohon hutan tropis yang dapat mengedukasi masyrakat akan pentingnya pohon. Dari sudut pandang “Ecology Design”bangunan pusat konservasi pohon hutan tropis harus meminimalisir kerusakan lingkungan sekitar bangunan dengan mempelajari bagaimana alam dapat hidup berdampingan tanpa merusak satu sama lain. Ryn (2007) mengatakan,dengan menjadikan alam sebagai panduan dalam mendesain dapat menghasilkan desain yang berkelanjutan untuk lingkungan buatan dan alami. Menjadikan alam sebagai model, mentor, dan ukuran dalam mendesain dikenal juga sebagai metode biomimikri. Sebuah metode yang mengarahkan inovasi dimana alam sebagai inspirasi dalam menghasilkan desain yang maksimal, efisien, dan lebih ramah lingkungan (Benyus,2008). Metode biomimikri ini dipakai untukmenganalogikan sarang semut dalam membaurkan sarangnya dengan alam. Metode tersebut diharapkan mampu menghasilkan strategi desain bangunan berbaur dengan alam agar berkelanjutan untuk lingkungan buatan maupun lingkungan alami. Kasus yang diangkat adalah bangunan pusat konservasi pohon di Riau. Hasil yang diperoleh pada rancangan ini adalah sebuah konsep rancangan yang menggambarkan sebuah konsep loop, cluster dan interpenetrasi. Ketiga cara itu yang digunakan semut dalam membaur dalam lingkunannya, dimana sarang semut dapat menjadi bangunan yang saling berintegrasi dengan alam, menyediakan energi mandiri untuk mengelola bangunannya, dan memanfaatkan apa yang ada dialam seagai penunjang sarangnya. ================================================================================================================== From the increasing rate of deforestation in this recent year creates a prediction that Riau may lose 92% of its forest at the year of 2050. The varieties of biodiversity will be decreasing especially the trees species. At tropical country, trees are the main element to support lives. The conservation tropical tree center was created to act as a step to manage deforestation by educating communities about the importance of trees. From 'ecology design' perceptive, the conservation tropical tree center should be able to minimize the environment damage by learning how nature and man-made could coexist without destroying each other. Ryn (2007) said about nature as a guide to create a sustainable design from both aspects (nature and man-made). Nature posed as a model, mentor, and measure of the design, also known as biomimicry method. A method to guide the innovation with maximum, efficient and environmental friendly design (Benyus, 2008). This biomimicriy method was mimicking ant nest and how they manage to assimilate their nest with nature. By using that method, it should produce an exellent outcome. A design strategy that adapt with nature and sustainable, and coexist between man-made and natural structure. This paper takes case in tree conservation center at Riau. The output from this paper are design concept pertaining loop, cluster and interpenetration. Those three techniques was used in ant nest to blend with the existing environment, integrated with the nature. The building provides its own autonomous energy to maintain it self by using nature to support it nest

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTA 720.47 Bri b
Uncontrolled Keywords: Biomimikri, Berbaur, Deforestasi, Ecology, Hutan Tropis, Konservasi, Sarang Semut.
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT166 City Planning--Environmental aspects
N Fine Arts > NA Architecture > NA2750 Architectural design.
Q Science > QH Biology > QH75 Nature conservation. Landscape protection. Biodiversity conservation. Endangered species and ecosystems (General). Habitat conservation. Ecosystem management. Conservation biology
T Technology > TH Building construction > TH4860 Ecological houses--Design and construction.
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Architecture > 23101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Aisyah Brilliana
Date Deposited: 17 Nov 2020 07:42
Last Modified: 17 Nov 2020 07:42
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/59182

Actions (login required)

View Item View Item