STRATEGI MITIGASI RESIKO MANAJEMEN STOK PADA ALIH KELOLA WILAYAH KERJA PERMINYAKAN DI INDONESIA

Darmawan, Indra (2018) STRATEGI MITIGASI RESIKO MANAJEMEN STOK PADA ALIH KELOLA WILAYAH KERJA PERMINYAKAN DI INDONESIA. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
Tesis Indra D upload.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Alih kelola wilayah kerja (WK) perminyakan merupakan tahapan krusial dalam sejarah industri perminyakan Indonesia. Terganggunya operasi perminyakan tidak hanya berdampak pada masalah finansial tapi juga sosial, mengganggu stabilitas politik dan reputasi perusahaan atau bahkan negara. Perbedaan standar keselamatan kerja dan pola opersai antar perusahaan PSC sangat mungkin terjadi tergantung pada tuntutan yang dihadapai dalam mengelola keselamatan kerja dan isu pencemaran. Tidak kurang sebanyak 5 WK perminyakan akan dialihkelolakan mulai tahun 2018. Salah satunya adalah WK yang merupakan lapangan pengeboran di area rawa dan lepas pantai. Sejumlah perubahan teridentifikasi sebagai konsekuensi alih kelola misal perubahan desain pipa pengeboran (casing) 9”5/8 dari ketebalan 47# ke 40#, perubahan diameter jalur pipa (flow line) dari 8” ke 6”, perubahan jumlah sumur yang akan di bor, perubahan rentang waktu material requirement planning (MRP) dan lain-lain. Perusahaan PSC yang baru harus mampu segera mengidentikasi perubahan yang ada dan mengadaptasi strategi guna meminimalisir dampak negatif yang akan mengganggu tujuan manajemen stok yaitu mengoptimalkan kombinasi kualitas barang, biaya dan waktu dalam hal ini ketersediaan barang. Manajemen resiko model House of Risk (HOR) berhasil digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis dan memilih urutan resiko serta menentukan strategi mitigasinya. Hasil analisa digunakan sebagai dasar dalam strategi mitigasi manajemen stok yang akan diambil. Penentuan prioritas mitigasi dilakukan untuk mengelola alokasi sumber daya yang dibutuhkan dan mengontrol timbulnya resiko. Apabila upaya mitigasi yang ada tidak dapat menyelesaikan masalah yang ada, perusahaan PSC yang baru harus merubah strategi mitigasinya. Sebanyak 34 risk event (Ei) dan 35 risk agent (Ai) berhasil diidentifikasi saat melakukan pengamatan pada bisnis proses. HOR1 dan pendekatan Pareto terbukti dapat digunakan untuk menentukan 19 risk agent yang harus diprioritaskan penanganannya. 34 preventive action (P) diidentifikasi untuk mengurangi dampak negatif dari resiko yang ada. HOR2 berhasil menentukan peringkat preventive action untuk digunakan sebagai menentukan strategi mitigasi yang akan dipilih.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTMT 658.155 Dar s
Uncontrolled Keywords: Alih kelola, Standar, Manajemen stok, Resiko, Manajemen resiko, House of Risks (HOR), Mitigasi, Kontrol
Subjects: A General Works > AI Indexes (General)
A General Works > AI Indexes (General)
Divisions: 61101-Magister Management Technology
Depositing User: Darmawan Indra
Date Deposited: 07 Oct 2020 03:08
Last Modified: 07 Oct 2020 03:08
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/59551

Actions (login required)

View Item View Item