Hubungan Antara Rasio BOD/COD Terhadap Partisi Oktanol Air Pada Zat Organik

Al-Rosyid, Latifa Mirzatika (2019) Hubungan Antara Rasio BOD/COD Terhadap Partisi Oktanol Air Pada Zat Organik. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
03211650012009-MASTER_THESIS.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil pada berbagai kegiatan dan aktivitas industri energi menghasilkan berbagai lepasan zat organik. Semakin banyak jumlah zat organik di dalam air limbah, maka akan semakin sulit dalam pengelolaannya karena beberapa zat sulit diuraikan oleh mikroorganisme di dalam limbah tersebut. Mutu air limbah berkandungan zat organik dapat dinyatakan sebagai BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand), yang merepresentasikan banyaknya variasi senyawa yang dapat dibentuk sejalan dengan perkembangan produksi senyawa organik. Tendensi suatu zat, apakah ke air atau biota dapat ditunjukkan melalui partisi oktanol air. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis status kualitas zat organik (acceptable, biodegradable dan non-biodegradable) dari golongan senyawa yang berbeda, yaitu alifatik dan aromatik pada 6 jenis zat organik yaitu : Glukosa, Laktosa, Sukrosa, Formaldehid, Asam Asetat dan Asam Oksalat dengan variasi tiga konsentrasi berbeda yaitu 10 mg/l, 100 mg/l dan 1000 mg/l. Bagaimana hubungan antara rasio BOD/COD terhadap POW (partisi oktanol water). Bagaimana verifikasi hasil uji toksisitas LC50-96h menggunakan ikan Brachydanio rerio. Hasil penelitian menunjukkan nilai POW berbanding lurus dengan tingkat toksisitas (toxicity level) dan berbanding terbalik dengan rasio BOD/COD. Dimana semakin non-biodegradable suatu zat, semakin kecil rasio BOD/COD. Zat organik dengan rasio BOD/COD terkecil yaitu formaldehid sebesar 0,082, termasuk dalam kategori non-biodegradable dan rasio BOD/COD terbesar yaitu laktosa sebesar 0,925, termasuk dalam kategori biodegradable. Zat organik dari golongan senyawa aromatik, yaitu formaldehid, asam asetat dan asam oksalat, memiliki nilai POW yang lebih besar dibandingkan zat organik golongan senyawa alifatik, yaitu glukosa, laktosa dan sukrosa. Pada uji LC50-96h, Formaldehid memiliki nilai terkecil yaitu 23,99, sehingga diperoleh respons Brachydanio rerio dengan mortalitas tertinggi. Hal tersebut memverifikasi biodegradability formaldehid yang termasuk dalam kategori non-biodegradable. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin non-biodegradable suatu zat organik, semakin bertendensi ke biota. Tidak terbuang melalui air, urin maupun sistem pembuangan lainnya (hanya sebagian kecil saja). ================================================================================================ The use of fossil fuels in various activities and energy industry, produces various releases of organic substances. The more the amount of organic matter in wastewater, it will be more difficult in its management because some substances are difficult to decomposed by microorganisms in it. The quality of wastewater containing organic matter can be acknowledged as BOD (Biological Oxygen Demand)dan COD (Chemical Oxygen Demand). Both parameters represent the variations of compounds that can be formed in line with the production development of organic compounds. Solubility, characteristic absorption, and organic biodegradability have been empirically correlated with octanol water partition. The purpose of this study was to analyze the quality status of organic matter (acceptable, biodegradable and toxic) from different groups of compounds, aliphatic and aromatic in siz types of organic substances : Glucose, Lactose, Sucrose, Formaldehyde, Acetic Acid and Oxalic Acid with three different concentrations of 10 mg/l, 100 mg/l and 1000 mg/l. How was the correlation between BOD/COD ratio to POW. How to verify the results of the LC50-96h toxicity test using Brachydanio rerio. The results showed that the value of POW was directly proportional to the toxicity level and inversely proportional to the BOD/COD ratio. Organic matter with the smallest BOD/COD ratio is formaldehyde with 0,082, categorized as nonbiodegradable and the biggest BOD/COD ratio is lactose with 0,925, categorized as biodegradable. Organic substances from aromatic compounds : Formaldehyde, Acetic Acid and Oxalic Acid, have greater POW value than organic substances from aliphatic compounds : Glucose, Lactose and Sucrose. Formaldehyde has the smallest value of 23,99 in the LC50-96h test, Brachydanio rerio obtained with the highest mortality. This verified the biodegradability of formaldehyde that categorized as nonbiodegradable. This research shows that the more nonbiodegradable the organic matter, the more it tends to biota. Not wasted through water, urine or other disposal systems (only a small portion).

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTL 628.168 Alr h-1 2019
Uncontrolled Keywords: Rasio BOD/COD, POW, Zat Organik dan Brachydanio rerio
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD420 Water pollution
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Environmental Engineering > 25101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Al-Rosyid Latifa Mirzatika
Date Deposited: 21 Sep 2021 19:23
Last Modified: 21 Sep 2021 19:23
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/60538

Actions (login required)

View Item View Item