Fitoremediasi Tanah Tercemar Aluminium Menggunakan Scirpus grossus, Typha angustifolia dan Bioaugmentasi Vibrio alginolyticus

Obenu, Adriana (2019) Fitoremediasi Tanah Tercemar Aluminium Menggunakan Scirpus grossus, Typha angustifolia dan Bioaugmentasi Vibrio alginolyticus. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
Tesis Adriana Obenu - 03211650010011.pdf - Accepted Version

Download (7MB) | Preview

Abstract

Industri daur ulang aluminium di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang merupakan salah satu industri yang memproduksi logam dan telah ada lebih dari tiga puluh tahun. Industri daur ulang menggunakan slag, abu/dross dan aluminium foil sebagai bahan baku untuk memproduksi pelat atau aluminium ekonomis dari aluminium. Aluminium menjadi salah satu faktor penyebab penyakit yang menyerang saraf motorik manusia seperti alzheimer, parkinson, gangguan ginjal, liver hingga kelainan sel saraf. Kandungan aluminium yang terdapat pada tumbuhan juga dapat menghambat pertumbuhan akar. Kandungan aluminium yang tinggi dapat menyebabkan penurunan kandungan karbon organik pada tanah. Jika tidak ditangani dengan baik, aluminium di lingkungan dapat menyebabkan penurunan kesuburan tanah hingga pencemaran air tanah. Salah satu upaya yang dapat digunakan untuk mengurangi pencemaran logam aluminium yang disebabkan oleh industri daur ulang adalah metode fitoremediasi. Metode fitoremediasi merupakan metode yang menggunakan tumbuhan untuk menghilangkan, memindahkan, menstabilkan atau menghancurkan bahan pencemar baik itu senyawa organik maupun anorganik. Jenis tumbuhan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan tumbuhan hiperakumulator yaitu tumbuhan yang memiliki kemampuan untuk menyerap logam berat dari dalam tanah. Variasi jenis tumbuhan yaitu Scirpus grossus dan Typha angustifolia dan variasi penambahan bakteri V.alginolyticus 2% dan 5% (v/v) digunakan sebagai variabel pada penelitian ini. Penentuan konsentrasi pencemar digunakan pada penelitian ini didasarkan pada penelitian pendahuluan yaitu uji Range Finding Test (RFT). Parameter yang diuji meliputi tinggi tumbuhan, banyaknya daun, pH, suhu, kelembaban, pengukuran CO2, berat basah dan berat kering tumbuhan, kandungan aluminium dalam tanah dan tumbuhan (akar dan batang). RFT dilakukan selama 14 hari dengan variasi konsentrasi pencemar 10.000, 5.000, 500, 50 dan 0 mg/kg (kontrol). Berdasarkan hasil pada tahap RFT konsentrasi pencemar yang digunakan untuk penelitian utama adalah 500 mg/kg. Hasil menunjukkan bahwa S.grossus, T.angustifolia dan V.alginolyticus memiliki kemampuan untuk menyisihkan aluminium. Tumbuhan S.grossus dan T.angustifolia mampu menyerap dan mengakumulasikan Al pada akar dan batang. Efisiensi penyisihan Al selama 28 hari terdapat pada reaktor T1B5% (S.grossus dengan penambahan bakteri 5% v/v) sebesar 35,09%. ================================================================================================ Aluminum recycling in Sumobito Sub-district, Jombang is one of the industries that produce pure metals and has been around for more than thirty years. The recycling industry uses slag, ash/dross and aluminum foil as raw materials for producing valuable economical plates. Aluminum is one of the causes of diseases that attack human motor nerves such as Alzheimer's, Parkinson's, kidney disorders, liver and nerve cell abnormalities. Despite its effect to human, aluminum content found in plants can also inhibit root growth. High aluminum content can also cause a decrease in organic carbon content in the soil. If not handled properly, aluminum in the environment can cause a decrease in soil fertility and contamination of ground water. One effort that can be used to remove aluminum pollution caused by recycling industry is the phytoremediation method. Phytoremediation is a method that uses plants to remove, transform, stabilize or degrade pollutants, both organic and inorganic compounds. The type of plant used in this study is a hyperaccumulator plant, a plant that has an ability to absorb heavy metals from the soil. Variations of plant species that used in this experiment were Scirpus grossus and Typha angustifolia. The addition of V. alginolyticus of 2% and 5% (v/v) were also used as variables in this study. Determination of concentration used in the main study was based on preliminary research, namely Range Finding Test (RFT). The parameters tested included plant height, number of leaves, pH, temperature, humidity, CO2, wet weight and dry weight of plants, and aluminum content in soil and plants (roots and stems). RFT was carried out for 14 days with variation of pollutant concentrations were 10,000, 5,000, 500, 50 and 0 mg/kg (control). Based on the results of the RFT, aluminium concentration used for the main study was 500 mg/kg. The results showed that S.grossus, T.angustifolia and V.alginolyticus had the ability to remove aluminium. The S.grossus and T.angustifolia plants are able to absorb and accumulate Al in the roots and stems. Al removal efficiency for 28 days was found in the T1B5% reactor (S.grossus with the addition of 5% v/v bacteria) by 35.09%.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTL 628.55 Obe f-1 2019
Uncontrolled Keywords: Phytoremediation, Bioaugmentatif, S.grossus, T.angustifolia., Aluminium.
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD192.5 Bioremediation
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD878.47 Soil remediation
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Environmental Engineering > 25101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Adriana Obenu
Date Deposited: 23 Sep 2021 04:58
Last Modified: 11 Jan 2022 06:40
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/60574

Actions (login required)

View Item View Item