Analisis Dalam Menghadapi Inovasi Disrupsi Oleh Perusahaan Petahana Untuk Mengurangi Kerugian Pasca Disrupsi Dengan Kemitraan Bersama Perusahaan Disruptor (Studi Kasus: Kemitraan Blue Bird Dan Go-Jek)

Junio, Arian (2019) Analisis Dalam Menghadapi Inovasi Disrupsi Oleh Perusahaan Petahana Untuk Mengurangi Kerugian Pasca Disrupsi Dengan Kemitraan Bersama Perusahaan Disruptor (Studi Kasus: Kemitraan Blue Bird Dan Go-Jek). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
05211440000168_Undergraduate.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Inovasi disruptif menjelaskan suatu proses di mana perusahaan yang lebih kecil dengan sumber daya yang lebih sedikit berhasil menantang bisnis lama yang sudah mapan. Secara khusus, karena petahana fokus pada peningkatan produk dan layanan mereka untuk pelanggan yang paling menuntut (dan biasanya paling menguntungkan), umumnya mereka melebihi kebutuhan beberapa segmen dan mengabaikan kebutuhan segmen yang lain. Perusahaan baru yang terbukti disruptif umumnya di mulai dengan keberhasilannya menargetkan segmen-segmen yang diabaikan tersebut, memijak dengan cara memberikan fungsionalitas yang lebih sesuai, seringkali dengan harga lebih rendah. Diyakini bahwa fenomena ekonomi berbagi memungkinkan menjadi penyebab disrupsi di pasar konvensional. Salah satu bentuknya adalah perusahaan jaringan transportasi yang telah menyebabkan gangguan pada industri taksi konvensional, dengan jumlah pesanan taksi konvensional turun hanya dalam waktu satu tahun. Dengan Blue Bird bermitra dengan Go-Jek pada tahun 2016, orang dapat berargumen bahwa ini adalah cara Blue Bird dalam menghadapi gangguan yang disebabkan oleh perusahaan jaringan transportasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan laporan keuangan dan pergerakan saham milik Blue Bird untuk mengukur kinerjanya secara finansial selama awal kemunculan perusahaan jaringan transportasi dan manfaat secara finansial dari kemitraan. Wawancara dilakukan untuk menemukan alasan kemitraan antara Blue Bird dan Go-Jek. Penelitian ini telah mengidentifikasi bahwa kemunculan perusahaan jaringan transportasi telah membawa dampak buruk bagi Blue Bird pada operasi taksinya. Walaupun disrupsi yang di bawa oleh perusahaan jaringan transportasi sesuai dengan proses bisnis Blue Bird, namun tidak sesuai dengan nilai-nilai intinya. Blue Bird memutuskan untuk bermitra dengan Go-Jek karena dapat menghadapi disrupsi tanpa perlu membuat perusahaan spin off. Kemitraan telah menciptakan normalisasi dalam kerugiannya. =============================================================================================== Disruptive innovation describes a process whereby a smaller company with fewer resources can successfully challenge established incumbent businesses. Specifically, as incumbents focus on improving their products and services for their most demanding (and usually most profitable) customers, they exceed the needs of some segments and ignore the needs of others. Entrants that prove disruptive begin by successfully targeting those overlooked segments, gaining a foothold by delivering more-suitable functionality, frequently at a lower price. It is believed that sharing economy most likely would cause a disruption in the conventional market. One of the forms of it is transportation network company which has caused a disruption in the conventional taxi industry, with numbers of orders of conventional taxis plummet in just a year. With Blue Bird partnering with Go-Jek in 2016, one could argue that it is Blue Bird’s way on confronting the disruption caused by transportation network companies in Indonesia. This research utilises Blue Bird’s financial statement and stock price to measure its performance financially during the inception of transportation network companies and the financial benefit from the partnership. Interviews were conducted to find the reasons on the partnership between Blue Bird and Go-Jek This research has identified the inception of transportation network companies had badly affected Blue Bird on its taxi operation. While the disruption created by the transportation network companies fits Blue Bird’s business process, it did not fit with its core values. Blue Bird decided to partner with Go- Jek as it could confronted the disruption without needing to create a spin off. The partnership has created a normalisation in its losses

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSSI 388.041 Jun a-1 2019
Uncontrolled Keywords: disruption innovation, transportation network company, blue bird, go-jek, financial statement
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD108 Classification (Theory. Method. Relation to other subjects )
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD31 Management--Evaluation
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Information Technology > Information System > 57201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Arian Junio Winanto
Date Deposited: 16 Jun 2021 07:18
Last Modified: 16 Jun 2021 07:18
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/60591

Actions (login required)

View Item View Item