Teknologi Pembuatan Bioetanol dari Onggok (Limbah Padat Industri Tepung Tapioka) dengan Distilasi Fraksinasi

Sari, Rafika Hasbia (2019) Teknologi Pembuatan Bioetanol dari Onggok (Limbah Padat Industri Tepung Tapioka) dengan Distilasi Fraksinasi. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
10411500000081-Non_Degree.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Onggok adalah serat yang merupakan hasil samping pembuatan pati dari ubi kayu. Serat onggok terdiri dari selulosa dan hemiselulosa. Kandungan karbohidrat onggok yang cukup tinggi 68,01% berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk bioetanol. Namun sampai saat ini onggok hanya dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk kompos, makanan ternak dan kadang kala dibuang ke sungai karena dianggap mempunyai nilai ekonomis yang cukup rendah. Tujuan dari pembuatan bioetanol ini adalah memanfaatkan potensi onggok untuk dijadikan bioetanol melalui proses hidrolisis asam dan fermentasi dengan suatu inovasi teknologi pemurnian bioetanol menggunakan distilasi fraksinasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kadar etanol yang dihasilkan dari konsentrasi onggok 50 gr/l, 75 gr/l, dan 100 gr/l dengan konsentrasi HCl 0,5 N, 1 N, dan 2 N. Sampel onggok dihidrolisis menggunakan HCl dengan variasi konsentrasi 0,5 N, 1 N, dan 2 N. Hasil larutan hidrolisis disaring hingga tidak ada ampas dalam larutan. Larutan hasil saringan hidrolisat yang bersifat asam diatur pH nya menjadi 4,5 dan kemudian dilakukan fermentasi selama 3 hari. Kemudian dilakukan proses pemurnian dengan distilasi fraksinasi untuk memperoleh kadar etanol yang lebih tinggi. Dari hasil penelitian didapatkan variabel perlakuan optimal yaitu pada variabel konsentrasi 100 gr/l onggok (limbah padat tepung tapioka) dengan konsentrasi HCl 2 N. Kadar kemurnian etanol yang diperoleh dari distilasi fraksinasi yaitu 91,07% (v/v) dengan yield sebesar 29,17%. ================================================================================================ Onggok is a fiber which is a by product of making starch from cassava. Onggok fiber consists of cellulose and hemicellulose. The high content carbohydrates of onggok is 68,01% which has the potential to developed into bioethanol products. But until now onggok has only been used as a raw material for making compost, animal feed, and sometimes dumped into the rivers because it is considered has low economic value. The purpose of making bioethanol is to utilize the potential of onggok to made into bioethanol through the process of acid hydrolysis and fermentation with an innovation in bioethanol purification technology using fractination distillation. This research was conducted to determine the effect of ethanol contents which has produced from the concentration of onggok 50 gr/l, 75 gr/l, and 100 gr/l with concentration of HCl 0,5 N, 1 N, and 2 N. Samples from onggok were hydrolyzed using HCl with variations of concentrations 0,5 N, 1 N and 2 N. Hydrolysis solution are filtered until there is no pulp in the solution. The acidic hydrolyzate filter solution is set to pH 4,5 and then fermented for 3 days. The purification process is carried out by fractination distillation to obtain higher ethanol contents. The results showed that the optimum variable is onggok with concentration variable 100 gr/l with concentration of HCl 2 N. Which is ethanol obtained from fractination distillation is 91,07% (v/v) with yields 29,17%.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: RSKl 662.88 Sar t-1 2019
Uncontrolled Keywords: Bioethanol, Onggok (tapioca industrial solid waste), Fractination Distillation
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP339 Ethanol as fuel. Biomass energy.
Divisions: Faculty of Vocational > 24305-Industrial Chemical Engineering
Depositing User: Rafika Hasbia Sari
Date Deposited: 02 Jul 2021 07:36
Last Modified: 02 Jul 2021 07:36
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/60749

Actions (login required)

View Item View Item