Efektivitas Vacuum Preloading dalam Menghilangkan Pemampatan Sekunder pada Proyek Pembangunan Kawasan Kota Summarecon Bandung

Wahyu, Azmi Lisani (2019) Efektivitas Vacuum Preloading dalam Menghilangkan Pemampatan Sekunder pada Proyek Pembangunan Kawasan Kota Summarecon Bandung. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
03111650010009-Master_Thesis.pdf

Download (19MB) | Preview

Abstract

Pemampatan sekunder pada Proyek Pembangunan Kawasan Kota Summarecon Bandung perlu dihilangkan bersamaan dengan pemampatan primer menggunakan metode preloading; embankment dan vacuum preloading. Dengan metode embankment preloading, perlu diketahui tinggi tambahan timbunan (HΔq) yang harus ditambahkan untuk menghilangkan pemampatan sekunder. Berbeda dengan metode vacuum preloading yang menggunakan tekanan atmosfer sebagai beban tambahan (surcharge load) yang bisa menyebabkan pemampatan tanah lebih besar lagi yang diharapkan juga mencakup pemampatan sekunder. Hal ini yang mendasari bahwa metode vacuum preloading diperkirakan lebih efektif daripada metode embankment preloading dalam menghilangkan pemampatan sekunder. Selain itu, metode vacuum preloading umumnya hanya membutuhkan material timbunan untuk mencapai elevasi akhir yang sudah direncanakan (levelling), sehingga kebutuhan material timbunan pada vacuum preloading tidak sebanyak kebutuhan material timbunan pada embankment preloading. Studi dalam tesis ini meliputi perhitungan tinggi tambahan timbunan (HΔq) yang dibutuhkan untuk menghilangkan pemampatan sekunder dengan waktu tinjau 20 tahun menggunakan metode embankment preloading yang nantinya akan dibandingkan dengan metode vacuum preloading beserta dengan estimasi biaya masing-masing metode. Sebelumnya, dilakukan pula studi mengenai korelasi parameter-parameter tanah yang dibutuhkan untuk menghitung pemampatan sekunder, yaitu korelasi antara indeks pemampatan sekunder (C’α) dengan angka pori (e) dan tegangan konsolidasi efektif (P’) dalam rangka membuat perumusan indeks pemampatan sekunder. Parameter-parameter tanah tersebut diperoleh dari uji laboratorium menggunakan sampel tanah tidak terganggu (undisturbed) yang diambil dari area sekitar proyek. Berdasarkan hasil analisis, korelasi antara indeks pemampatan sekunder (C’α) dengan angka pori (e) dan tegangan konsolidasi efektif (P’) tanah pada proyek ini belum cukup kuat. Hal ini dibuktikkan dengan nilai rata-rata koefisien determinasi (R2) sebesar 0,3319 dan koefisien korelasi (R) sebesar 0,576. Pemampatan tanah total (primer dan sekunder) yang terjadi pada proyek ini cukup besar, yaitu 2,9 m. Pada metode embankment preloading, beban tambahan timbunan (Δq) yang dibutuhkan untuk menghilangkan pemampatan sekunder sebesar 1,508 t/m2 yang ekuivalen dengan tinggi timbunan (HΔq) setinggi 0,9 m. Dengan adanya beban tambahan timbunan (Δq) tersebut, tinggi awal timbunan (Hi) yang harus ditimbun adalah setinggi 7,2 m. Sementara itu, akibat pemampatan tanah total yang besar, metode vacuum preloading membutuhkan material timbunan yang banyak untuk mencapai elevasi akhir yang sudah direncanakan (levelling). Metode tersebut membutuhkan timbunan tanah total setinggi 5,8 m, di mana hanya berbeda 1,4 m dengan kebutuhan material timbunan tanah pada embankment preloading, namun metode vacuum preloading menjadi satu-satunya cara yang paling efektif untuk menghilangkan pemampatan sekunder bersamaan dengan pemampatan primer. Apabila dilihat dari estimasi biaya, vacuum preloading memiliki estimasi biaya yang lebih rendah, yaitu mencapai 10,5 miliar rupiah dibandingkan dengan metode embankment preloading yang mencapai 11,5 miliar rupiah. ================================================================================================ Secondary settlement in Summarecon City Bandung Area’s Development Project needs to be eliminated along with primary settlement using the preloading method; embankment and vacuum preloading. With embankment preloading method, it is necessary to know the height of the additional embankment (HΔq) which must be added to eliminate secondary settlement. Unlike vacuum preloading method that uses atmospheric pressure as a surcharge load which can cause more soil settlement which is expected to include of secondary settlement. This underlies that vacuum preloading method is estimated to be more effective than embankment preloading method on eliminate secondary settlement. In addition, vacuum preloading method generally only requires embankment materials to reach the planned final elevation (levelling), so that the needs of embankment materials in vacuum preloading is not as much as embankment materials requirement in embankment preloading. The study in this thesis includes the calculation of the height of the additional embankment (HΔq) that needed to eliminate secondary settlement with a review time of 20 years using embankment preloading method which will be compared with vacuum preloading method along with the estimated cost of each method. This thesis also includes the study about the correlation of soil parameters that needed to calculate secondary settlement, which is the correlation between secondary settlement index (C'α) with pore number (e) and effective consolidation pressure (P') in order to formulate a secondary settlement index. These soil parameters were obtained from laboratory tests using undisturbed samples that taken from the area around the project. Based on the results of the analysis, the correlation between secondary settlement index (C'α) with pore number (e) and effective consolidation pressure (P') of the soil in this project is not yet strong enough. This is evidenced by the average value of the coefficient of determination (R2) of 0,3319 and the coefficient of correlation (R) of 0,576. The total settlement (primary and secondary) that occurs in this project is quite large, which is 2,9 m. In embankment preloading method, the additional load of embankment (Δq) that needed to eliminate secondary settlement is 1,508 t/m2 which is equivalent to the height of the embankment (HΔq) as high as 0,9 m. With the additional load (Δq), the initial height of the embankment (Hi) that must be placed is 7,2 m. Meanwhile, due to the large settlement of the soil, vacuum preloading method requires a lot of embankment materials to reach the planned final elevation (levelling). This method requires total embankment materials of 5,8 m, which only differs about 1,4 m with the needs of embankment materials in embankment preloading, but the vacuum preloading method is the single most effective way to eliminate secondary settlement along with primary settlement. If viewed from the estimated cost, vacuum preloading has lower estimated cost, which reaches 10,5 billion rupiahs, while embankment preloading method reaches 11,5 billion rupiahs.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTS 624.151 36 Wah e-1 2019
Uncontrolled Keywords: embankment preloading, vacuum preloading, pemampatan primer, pemampatan sekunder
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA749 Soil stabilization
Divisions: Faculty of Civil, Environmental, and Geo Engineering > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Theses
Depositing User: Azmi Lisani Wahyu
Date Deposited: 23 Jul 2021 04:42
Last Modified: 23 Jul 2021 04:42
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/61056

Actions (login required)

View Item View Item