Analisa Gangguan Arus Hubung Singkat pada Sistem Kelistrikan Kapal AHTS Akibat Penggunaan Thruster Elektrik

Sari, Dinar Puspita (2019) Analisa Gangguan Arus Hubung Singkat pada Sistem Kelistrikan Kapal AHTS Akibat Penggunaan Thruster Elektrik. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
04211440000036_Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2022.

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Dynamic positioning merupakan salah satu solusi bagi kapal untuk mempertahankan posisi sesuai yang diingkan oleh operator di kapal. Kapal ketika berada di pelabuhan mampu mempertahankan posisi dengan adanya bantuan dari jangkar dan tali tambat pada proses anchoring dan mooring. Namun, ketika kapal berada di tengah lautan, kedua proses tersebut tidak dapat dilakukan secara maksimal. Untuk mengatasi gaya-gaya eksternal yang mengubah posisi kapal tersebut, maka sistem dynamic positioning ini digunakan untuk memprediksi di mana gaya-gaya tersebut bekerja dengan sensor dan komputer akan mengolah informasi sehingga diteruskan ke thruster atau pendorong yang terletak di bagian belakang atau depan kapal. Kapal dengan sistem DP, system kelistrikan yang umumnya digunakan adalah konfigurasi split bus, di mana satu beban disuplai oleh satu generator independen untuk meningkatkan keandalannya. Namun, kondisi konfigurasi ini memiliki kekurangan yaitu aspek efisiensi dan tingginya tingkat emisi yang ditimbulkan oleh suplai daya. Dengan penerapan system kelistrikan konfigurasi closed bus, hal ini menyebabkan kelebihan arus pada bus utama ssehingga timbul panas yang memicu arus hubung singkat. Untuk mengatasi arus hubung singkat yang diperlukan analisa besarnya arus hubung singkat yang terjadi pada system kelistrikan kapal AHTS. Dari hasil analisa yang telah dilakukan, konfigurasi sistem kelistrikan dengan suplai daya 1 generator thruster dan 2 diesel generator serta beban yang dipakai adalah 2 buah bow thruster dan 60% beban kapal mengalami short circuit mulai variasi pembebanan 62,5% berdasarkan standar short circuit untuk listrik tegangan rendah. Untuk konfigurasi 1 buah generator thruster dan beban 2 buah bow thruster, mengalami short circuit mulai variasi pembebanan 74%. Upaya mengatasi terjadinya gangguan arus hubung singkat akibat pengoperasian sistem kelistrikan adalah mengoperasikan bow thruster pada variasi pembebanan dengan nilai arus hubung singkat 3 fasa yang dihasilkan kurang dari nilai standar arus terjadinya gangguan hubung singkat 3 fasa. ================================================================================================ Dynamic positioning is one of the solution for ship to maintain the position that the ship operator wants.The position can be maintain optimally when ship leaning on the harbor by the help of anchor and robe on anchoring and mooring process. Instead, when the ship is in the middle of the sea. Both of the process can’t be done optimally. To overcome the external forces that can change the ship position, this dynamic posistioning is used to predict where those forces work by sensor, afterward the computer will proceed the information and continues to thruster wich the pusher that located in the back or the front of the ship. Ship that equipped with this DP system, in general use split bus configuration as it electricity sytem , wich one load is supplied by one independent generator to improve it realibility. However this configuration had deficiency wich the efficiently aspect and high level of emissions that caused by the power supply. With application of closed bus configuration electricity system, caused excess current in the main bus so the heat appeared wich trigrred short circuit current. The analysis of how much short circuit current happened on the electricity system of AHTS ship is to revolve the short ciccuit current. Based of the analysis that have been done, the configuration electricity system with 1 generator supply power thruster and 2 diessel generator, also the load that used is 2 bow thruster and 60% ship load having short circuit based of the standart short cicuit for low voltage electricity. In this configuration too, short circuit starts at 62,5% loads variation. The configuration electricity system with 1 generator supply power thruster and the load that used is 2 bow thruster, having short circuit starts at 74% loads variation. The way to overcome the occurrence of short circuit currents due to the operation of the electrical system is to operate the bow thruster in the variation of the load with the value of the short phase 3 phase produced less than the standard value of the three phase short circuit current occurring.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSSP 623.850 3 Sar a-1 2019
Uncontrolled Keywords: Arus hubung singkat, bow thruster, kapal AHTS
Subjects: V Naval Science > V Naval Science (General)
V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Dinar Puspita Sari
Date Deposited: 16 Dec 2021 06:18
Last Modified: 16 Dec 2021 06:18
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/61733

Actions (login required)

View Item View Item