Analisis Perubahan Ionosfer Dan Posisi Stasiun Gps-Cors Pada Saat Letusan Besar Gunung Berapi 2010 (Studi Kasus : Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta)

Denaro, Lino Garda (2015) Analisis Perubahan Ionosfer Dan Posisi Stasiun Gps-Cors Pada Saat Letusan Besar Gunung Berapi 2010 (Studi Kasus : Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta). Undergraduate thesis, Institut Technology Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3511100033-Undergraduate Thesis.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Terjadinya lentusan gunung Merapi merupakan fenomena alam yang sering terjadi di daerah Jawa Tengah. Dari beberapa letusan yang telah terjadi, letusan yang terbesar terjadi pada 5 November tahun 2010 dini hari pada 01.45 AM WIB. Letusan gunung tersebut memberikan tekanan ke atas yang disertai oleh lava yang tersembur melalui mulut gunung. Dari akibat letusan ini, ada beberapa perambatan gelombang yakni Acoustic, Gravity, dan Rayleigh wave. Gelombang tersebut memliki ciri-ciri masing-masing. Gelombang Rayleigh merambat secara horizontal. Gelombang lainnya, accoustic yang mempunyai kecepatan berkisar 1 km/h dan gelombang gravitasi yang mempunyai kecepatan 0,3 km/h, akan merambat hingga ke lapisan ionosfer yang berjarak kira-kira 300 km dari permukaan bumi. Gangguan tersebut dapat diketahui dari sinyal GPS yang melaluinya. Pada gangguan di ionosfer tersebut dapat diukur dengan menggunakan kombinasi L4 sehingga didapat nilai TEC (Total Electron Content) dimana 1 TECU adalah 1016 elektron/m2. Pada penelitian ini, nilai TEC yang diamati dari satelit 6 yang terbesar adalah berkisar 1,8 TECU yang direkam oleh stasiun CUJK, 1,5 TECU (CLBG), 1,7 TECU (CSBK), 1,1 TECU (MLKN), 1 TECU (CTCN), 0,9 x TECU (MNNA), 0,8 TECU (JMBI), 0,7 TECU (LAIS), 0,4 TECU (NGNG), dan 0,2 TECU (LNNG). Dari data lain pengamatan TEC yang direkam oleh satelit 3 adalah 1,4 TECU (CTCN), 1,4 TECU (CUJK), 1,1 TECU (CSBK), 0,7 TECU (NGNG), 0,5 TECU (MNNA), dan 0,3 TECU (LNNG). Kombinasi L3 yang berfungsi untuk menentukan keakuratan suatu posisi yang disebut Ionospheric-free linear combination. L3 disini akan digunakan untuk menentukan Perubahan posisi pada stasiun GPS-CORS sebelum – sesudah terjadinya letusan. Besarnya nilai Perubahan posisi pada masing-masing stasiun berbeda-beda yaitu 32,0 mm (CLBG), 30,6 mm (CUJK), 18,9 mm (LAIS), 15,5 mm (JMBI), 8,4 mm (CTCN), 5,4 mm (LNNG), 20,4 mm (MLKN), 34 mm (MNNA) dan 9,2 mm (NGNG). ======================================================================================================= The eruption of Mount Merapi is a natural phenomenon that often occured in Central Java. From several eruptions that have occurred, the biggest eruption was occurred in early morning 01.45 AM at November 5th 2010 GMT+7. The eruption upwards pressure accompanied by lava ejected through the mouth of the mountain. From the eruption, there are some acoustic wave, gravity, and Reyleigh. Those waves have the characteristics of each. Rayleigh wave spreads horizontally, this wave which usually causes earthquake. And the others, will spread up in the ionosphere that are acoustic and gravity wave which have a speed of 1 km/h and 0.3 km/h respectively. These waves will spread up until about 300 km from surface. The disorder can be determined from GPS signals through it. Disturbances on the ionosphere can be measured using a combination of L4 which is called a linear ionospheric combination in order to get the value of TEC (Total Electron Content) wherein 1 TECU is 1016 electron/m2. In this research, the biggest TEC value is 1.8 monitored by CUJK statiun of satellite GPS 06, then 1.5 TECU (CLBG), 1.7 TECU (CSBK), 1.1 TECU (MLKN), 1 TECU (CTCN), 0.9 TECU xii (MNNA), 0.8 TECU (JMBI), 0.7 TECU (LAIS), 0.4 TECU (NGNG), and 0.2 TECU (LNNG). From another perspection using satellite GPS 03 are 1.4 TECU (CTCN), 1.4 TECU (CUJK), 1.1 TECU (CSBK), 0.7 TECU (NGNG), 0.5 TECU (MNNA), dan 0.3 TECU (LNNG). The combination of L3 which serves to determine the accuracy of a position called Ionospheric-free linear combination. Here, L3 will be used to determine the deformation of the GPS-CORS station before – after eruption. The amount of deformation at each of station are varies, namely 32.0 mm (CLBG), 30.6 mm (CUJK), 18.9 mm (LAIS), 15.5 mm (JMBI), 8.4 mm (CTCN), 5.4 mm (LNNG), 20.4mm (MLKN), 34 mm (MNNA) dan 9.2 mm (NGNG).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSG 621.384 191 Den a
Uncontrolled Keywords: Gunung Merapi, Erupsi, acoustic, TEC, Perubahan posisi.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G109.5 Global Positioning System
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 07 May 2019 02:32
Last Modified: 07 May 2019 02:32
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/62933

Actions (login required)

View Item View Item