Pabrik pulp dari bambu petung (dendrocalamus asper) dengan proses acetocell

Arfenti, Zahra Sahara and Sofia, Fryda Hanum (2015) Pabrik pulp dari bambu petung (dendrocalamus asper) dengan proses acetocell. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 2312030014-2312030016-Non Degree.pdf]
Preview
Text
2312030014-2312030016-Non Degree.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Semakin meningkatnya impor pulp di Indonesia menunjukkan bahwa semakin besar pula kebutuhan pulp yang digunakan. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan pulp nasional maka didirikanlah pabrik pulp. Pabrik pulp ini akan didirikan di daerah Bondowoso, Jawa Timur. Pabrik ini menggunakan bahan baku bambu petung dengan proses acetocell.
Pembuatan pulp dari bambu petung dengan proses acetocell melalui 4 tahap. Tahap pertama yaitu pre-treatment. Pencacahan bambu menjadi serpihan. Tahap kedua yaitu pemasakan dengan larutan CH3COOH 90% pada tempertur pemasakan 170ºC selama ±180 menit di dalam pandia digester. Perbandingan antara CH3COOH dengan serat bambu yaitu 6:1. Tahap ketiga adalah tahap pemutihan dengan peroksida untuk meningkatkan brightness dan proses pencucian dengan menggunakan air. Tahap keempat yaitu pulp akan menuju head box yang selanjutnya menuju wire part untuk membentuk lembaran pulp. Setelah itu lembaran pulp dikeringkan dengan alat rotary dryer. Pada tahap akhir produk akan disimpan di gudang penyimpanan.
Pabrik pulp bekerja secara kontinyu dan beroperasi selama 330 hari/tahun dengan kapasitas produksi 40.000 ton/tahun. Bambu petung yang dibutuhkan yaitu 263.504,61 kg/hari dengan bahan baku pendukung CH3COOH, H2O2 dan NaOH. Kebutuhan utilitas adalah air sanitasi, air umpan boiler, air make up kondensat dan air proses masing – masing 172; 1.204,07; 240,81; 39.217,27 m3/hari. Limbah yang dihasilkan dari industri ini yaitu black liquor, limbah pencucian bubur pulp dan impurities.

===========================================================================================================

Nowadays, amount of import pulp is increasing every year in Indonesia. In this matter shown that pulp as a common goods requirement is also high. So, the solution for pulp national fulfillment is to build pulp factory. This factory will be established in Bondowoso, Jawa Timur. This factory using raw material from Petung bamboo with acetocell process.
The process of bamboo petung pulp consist of 4 stages. The first stage is pre-treatment process. Bamboo chipping until become chips. Second stage is cooking process with CH3COOH 90% liquor at 170ºC for ±180 minutes in pandia digester. The ratio of CH3COOH liquor with chips is 6:1. Third stage is bleaching and washing process with water to increase brightness number. Fourth stage is finishing pulp in head box and then wire part to create web pulp and the last is drying process with rotary dryer. In the last process, pulp products will be stored in storehouse.
The pulp factory work continuously and will operated for 330 day/year with production capacity 40.000 ton/year. The requirement raw material of petung bamboo is 263.504,61 kg/day with CH3COOH, H2O2 and NaOH as a supporting material. The utilities included sanitation water, boiler feed water, condensate make up water and process water which needs 172; 1.204,07; 240,81; 39.217,27 m3/day for each water. The waste containing black liquor, washing pulp waste and impurities.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: RSK 676.1 Arf p
Uncontrolled Keywords: Pulp; Bambu petung; Acetocell; Proses produksi; Kapasitas
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH177.W64 Wood pulp industry
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > 24401-(D3) Diploma 3
Depositing User: - Taufiq Rahmanu
Date Deposited: 01 Jul 2019 07:57
Last Modified: 01 Jul 2019 07:57
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/63377

Actions (login required)

View Item View Item