Analisis Investasi saham Dengan Model Emiten Potensial Dan Pertumbuhan Price Earning Ratio : Studi Kasus Di Bursa Efek Jakarta, Indonesia

Ardiansyah, Gusti (1996) Analisis Investasi saham Dengan Model Emiten Potensial Dan Pertumbuhan Price Earning Ratio : Studi Kasus Di Bursa Efek Jakarta, Indonesia. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2591100039-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (6MB) | Preview

Abstract

Investasi pasar modal adalah investasi yang beresiko der1lgan kondisi pasar modal yang selalu berubah dan banyaknya pilihan saham. Banyak investor dalam menentukan pilihan sahamnya hanya berdasarkan nalurinya tanpa melihat pertimbangan lainnya dengan melakukan analisis yang lebih mendalam. Penelitian ini mencoba memberikan tambahan pertimbangan dengan suatu analisis berdasarkan Model Emiten Potensial dan Pertimbangan Price Earning Ratio. Model emiten potensial ini melakukan penghitungan dan penilaian emiten berdasarkan lima kriteria, yaitu kapitalisasi pasarnya, resiko pasarnya (koefisien beta), volume perdagangan saham, nilai transaksi, serta perubahan gain (dari indeks harga saham individu). Bobot dari kelima kriteria ini dihitung dengan menggunakan metode REMBRANDT. Output dari model ini akan menjadi input model pertumbuhan Price Earning Ratio (PER) dimana dilakukan analisis regresi dengan nilai PER sebagai variabel terikatnya dan indeks harga saham gabungan sebagai variabel bebasnya untuk mendapatkan pilihan saham individu terbaik. Dari analisis model emiten potensial didapatkan 16 emiten potensial yang kemudian dari output ini dilakukan penilaian nilai PER mendapatkan peringkat keenam belas emiten potensial tersebut. Analisis statistik digunakan untuk menguji model yang digunakan. Dari analisis validasi ini didapat 7 emiten yang memenuhi validasi model sedang sisanya tidak memenuhi validasi statistik yang digunakan. Hal ini berarti emiten yang memenuhi validasi, nilai PERnya lebih banyak dipengaruhi oleh fluktuasi pasamya, sedangkan untuk emiten yang lainnya perubahan nilai PER-nya lebih banyak dipengaruhi oleh kinerja dari emiten itu sendiri (pengaruh fluktuasi pasar kurang berarti). Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi, ditarik kesimpulan bahwa dari model emiten potensial dan pertumbuhan PER yang diterapkan portofolio - diambil dari tujuh emiten terbaik yaitu saham Indosat, Indofood. Modem Photo, serta saham Telkom - tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan dikarenakan kondisi pasar modal sendiri dimana pada periode penelitian yang digunakan (Mei-Juni 1996) pasar modal mengalami kesesuaian menyusul meningkatnya gejolak politik dalam negeri, khususnya di Jakarta saat itu. Model ini sebenamya dapat memberikan manfaat dimana didapatkan pilihan saham-saham individu yang dapat memberikan keuntungan dilakukan pada periode dimana pasar modal berjalan dalam kondisi normal. Dengan demikian kondisi pasar modal harus dipertimbangkan terlebih dahullu dalam menerapkan model analisis investasi seperti model yang kita gunakan agar dapat memberikan hasil seperti yang kita harapkan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSI 332.632 2 Adr a 8332/H/97
Uncontrolled Keywords: Emiten, Price Earning Ratio, Rembrandt
Subjects: H Social Sciences > HG Finance > HG4529 Investment analysis
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering > 26201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: - Davi Wah
Date Deposited: 30 Aug 2019 01:31
Last Modified: 30 Aug 2019 01:31
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/70585

Actions (login required)

View Item View Item