Analisis Pergeseran Interseismic Dan Postseismic Akibat Gempa Bumi Sumatera 11 April 2012 (Studi Kasus : Samudera Hindia)

Ihsan, Fahruddin Ulinnuha (2015) Analisis Pergeseran Interseismic Dan Postseismic Akibat Gempa Bumi Sumatera 11 April 2012 (Studi Kasus : Samudera Hindia). Undergraduate thesis, Institut Technology Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3511100068-Undergraduate Thesis.pdf - Updated Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Terdapat tiga lempeng yang ada di Indonesia, beberapa diantaranya ada di sebelah barat Pulau Sumatera dan menjadi pusat pertemuan dua lempeng yaitu Lempeng Eurasia dan lempeng Indoaustralia. Lempeng - lempeng tersebut menunjukan pergerakan yang signifikan pada awal awal abad 20 sehingga terjadi banyak sekali rentetan gempa di pulau sumatera. Dari data gempa sebelumnya pada bulan oktober 2010 terjadi gempa di Mentawai dengan magnitude 7.7. Pada penelitian kali ini mengambil salah satu gempa yang terjadi pada bulan april tahun 2012 dengan magnitude 8.6. Untuk melakukan analisis deformasi diperlukan menghitung vektor pergeseran dan nilai pergeseran yang mengacu pada titik-titik stasiun GPS Kontinyu Sumatran GPS Array (SUGAR) yang tersebar di enam stasiun yaitu BITI, BSIM, BTHL, LEWK, PBLI, dan NTUS. Analisis deformasi dilakukan dengan melihat pergeseran yang terjadi pada saat sebelum gempa, dan sesudah gempa. Setelah dilakukan pemrosesan dari kedua waktu tersebut didapatkan nilai perubahan 0,3 – 2,4 meter dari setiap stasiun terdekat dengan pusat gempa. Analisis karakteristik deformasi Gempa Sumatera 2012 ini tergolong fenomena Strike-slip faults yang merupakan potongan vertikal di mana blok sebagian besar telah pindah secara horizontal. Jika blok berlawanan viii pengamat bergerak ke kanan, gaya slip disebut right lateral jika blok bergerak ke kiri, gerakan ini disebut left lateral. ===================================================================================================== There are three plates that exist in Indonesia, some of which exist in the west of the island of Sumatra and into the center of the meeting of two plates, the Eurasian plate and the plate Indoaustralia. Those plate showed significant movement at the beginning of the early 20th century, causing a lot of series of earthquakes on the island of Sumatra. Data from the previous earthquake in October 2010 occurred in the Mentawai earthquake with a magnitude 7.7. In the final project took one of the earthquake that occurred in April of 2012 with a magnitude of 8.6. To perform the necessary deformation analysis calculated the vector shift and the shift value refers to the points of continuous GPS stations Sumatran GPS Array (SUGAR) spread across six stations that BITI, BSIM, BTHL, LEWK, PBLI, and NTUS. Deformation analysis was done by looking at the shift in the time before the earthquake, and after the earthquake. After the processing of the obtained value change of 0.3-2.4 meters of each station closest to the epicenter. characteristics of the Sumatran earthquake in 2012 is quite a phenomenon Strike-slip faults that are vertical pieces where blocks have largely been moved horizontally. If the block x opposite the observer moves to the right, called the right lateral slip style if the block moves to the left, is called the left lateral movement.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSG 624.176 2 Ihs a
Uncontrolled Keywords: Gempa bumi, Deformasi, GPS, Strike-slip faults
Subjects: Q Science > QE Geology > QE538.8 Earthquakes. Seismology
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 01 Nov 2019 04:19
Last Modified: 01 Nov 2019 04:19
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/71538

Actions (login required)

View Item View Item