Pengaruh Sulphate Reducing Bacteria (SRB) pada Korosi Baja Karbon Rendah JIS G3101 Grade SS400 di Media Crude Oil Aerob dan Anaerob

Wahyu R. J., Putri Ika (2015) Pengaruh Sulphate Reducing Bacteria (SRB) pada Korosi Baja Karbon Rendah JIS G3101 Grade SS400 di Media Crude Oil Aerob dan Anaerob. Undergraduate thesis, Institut Teknology Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2110100049-Undergraduate Thesis.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Microbiological Influenced Corrosion (MIC) adalah peristiwa korosi yang diperparah oleh aktivitas mikroorganisme. Mikroorganisme melakukan metabolisme menghasilkan zat sisa pembuangan yang membuat lingkungan menjadi korosif. Salah satu lingkungan yang mengandung mikroorganisme adalah crude oil, dimana terdapat bakteri anaerob Sulphate Reducing Bacteria (SRB) di dalamnya. SRB merupakan salah satu penyebab MIC paling besar di industri minyak dan gas, dimana sebagian besar komponen yang digunakan adalah logam. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mempelajari pengaruh jumlah SRB pada korosi baja karbon rendah di media crude oil aerob dan anaerob. Pada penelitian ini, spesimen yang digunakan adalah baja karbon rendah JIS G3101 SS400. Dimensi spesimen adalah 20 mm x 20 mm x 4 mm. Bakteri yang digunakan adalah Sulphate Reducing Bacteria dengan genus Desulvofibrio desulfuricans. Sebelum pengkondisian, dilakukan pengembangbiakan pada bakteri. Pada crude oil, dilakukan uji kandungan sulfur untuk mengetahui kadar sulfur di dalam crude oil serta pengukuran pH dan perhitungan jumlah bakteri pada masing-masing media. Selanjutnya, dilakukan pengkondisian pada media crude oil (60 ml) pada lingkungan aerob dan anaerob selama 30 hari dan 60 hari. Pengkondisian anaerob pada 50 ml crude oil yang ditambahkan 10 ml SRB dan 30 ml crude oil yang ditambahkan 30 ml SRB, serta media aerobpada 30 ml crude oil yang vi ditambahkan 30 ml SRB dilakukan pada 4 rentangwaktu, yaitu 15 hari, 30 hari, 45 hari, dan 60 hari. Secaraperiodik,setelah 15 hari pengkondisian dilakukan pengamatan yang meliputi pengamatan visual spesimen, pengamatan penampang melintang spesimen, uji senyawa produk korosi di lapisan permukaaan logam, serta perhitungan jumlah bakteri di permukaan spesimen. Aktivitas metabolisme SRB pada crude oil mengakibatkan kerusakan pada logam, berupa adanya perubahan warna pada permukaan spesimen disertai kemunculan korosi sumuran. Pada crude oil tanpa penambahan SRB, korosi yang terjadi semakin parah pada waktu pengkondisian yang semakin lama. Lingkungan anaerob pada crude oil memperparah korosi yang terjadi. Pada waktu pengkondisian yang sama, komposisi produk korosi yang dihasilkan di media crude oil sama. Perbedaan waktu pengkondisian menghasilkan komposisi produk korosi yang berbeda. Pada waktu pengkondisian yang sama, semakin banyak SRB yang ditambahkan pada media crude oil, maka semakin banyak bakteri yang tumbuh di permukaan spesimen. Dengan semakin banyak SRB yang hadir, kerusakan yang terjadi di permukaan spesimen semakin parah, korosi sumuran yang muncul semakin banyak dan semakin dalam. Perbedaan jumlah SRB pada media menghasilkan komposisi produk korosi yang berbeda. Spesimen yang dikondisikan di lingkungan anaerob mengalami kerusakan yang lebih parah dari lingkungan aerob. Hal ini terjadi karena SRB lebih cepat tumbuh dan berkembang di lingkung ananaerob dari lingkungan aerob karena SRB merupakan bakteri anaerob fakultatif, yaitu bakteri yang dapat tumbuh dan berkembang secara optimal di lingkungan anaerob. Korosi sumuran lebih cepat tumbuh pada permukaan atas dibandingkan permukaan bawah spesimen, karena memiliki arah yang sama dengan gravitasi. ===================================================================================================== Microbiological Influenced Corrosion (MIC) is a corrosion that exacerbated by the activity of microorganisms. Metabolizing microorganisms produce residual substances that make a corrosive environment. One of the environments containing microorganisms is crude oil, which is anaerobic Sulphate Reducing Bacteria (SRB) in it. SRB is one of the biggest causes of MIC in the oil and gas industry that most of the components used are metal. It is necessary to investigate the effect of SRB on corrosion of low carbon steel in aerobic and anaerobic crude oil media. Specimens used for this research are low carbon steel JIS G3101 SS400 grade. Specimen dimensions are 20 mm x 20 mm x 4 mm. The bacteria used is Sulphate Reducing Bacteria in the genus of Desulvofibrio desulfuricans. Before conditioning, proliferation of bacteria was done. For crude oil, sulfur content test to determine levels of sulfur in the crude oil was done, also pH measurement and calculation of the initial bacterial in each media was done. Furthermore, conditioning of crude oil(60 ml) in anaerobic and aerobic environment was done for 30 days and 60 days.Anaerob conditioning of 10 ml SRB added in 10 ml crude oiland 30 ml SRB added in 30 ml crude oil also aerobic media with the addition of 30 ml SRB to 30 ml crude oilwas done at 4 range of time, which is 15 days, 30 days, 45 days, and 60 days. Periodically, after 15 days of conditioning, observations was done including visual observation of specimens, number of pitting viii corrosion observation, observation of the specimens cross section, test compound of corrosion products on the metal surface layer, and the calculation of the bacteria number in the specimens surface. SRB metabolic activity in crude oil conduce damage in the metal, that known by discoloration on the surface of the specimen with the presence of pitting corrosion. For crude oil without additional SRB, corrosion more severe for the longer conditioning time. Anaerob environment for crude oil make corrosion more severe. In the same conditioning time, composition of corrosion product are same. Differences conditioning time produce different composition of specimens corrosion product. In the same conditioning time, more additional of SRB into the crude oil, result more growing bacteria on the specimen surface. More SRB present, the damage on the surface of the specimen more severe, number of pitting corrosion increase and the depth of pitting deeper. Differences ammount of SRB in the media produce different composition of corrosion products. Aerobic and anaerobic environmental of crude oil produce the same composition of corrosion product at the same conditioning time. Differences conditioning time produce different composition of specimens corrosion product. Specimens conditioned in anaerobic environment has more severe damage. It is because SRB grow and develop faster in the anaerobic environment than aerobic environment because SRB of the Desulfovibrio desulfuricans genus is a facultative anaerobic bacteria, that is grow and develop optimally in the anaerobic environment. Pitting corrosion grow faster on the top surface than the bottom surface of the specimen because it has same direction with gravitation.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSM 620.112 23 Juw p
Uncontrolled Keywords: Microbiological Influenced Corrosion, Sulphate Reducing Bacteria, crude oil, aerob, anaerob.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA418.75 Corrosion-resistant materials
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA455 Carbon. Nanotubes.
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > 21201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 02 Dec 2019 02:50
Last Modified: 02 Dec 2019 02:50
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/72134

Actions (login required)

View Item View Item