Pemodelan Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Jumlah Kasus Tuberkulosis Di Jawa Timur Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline

Nisa’, Firda Fahrun (2016) Pemodelan Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Jumlah Kasus Tuberkulosis Di Jawa Timur Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

[img]
Preview
Text
1312100027-Undergraduate_Thesis.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycrobacterium tuberculosis), sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Secara nasional 7,5% angka kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tuberkulosis. Provinsi Jawa Timur memiliki kasus TB terbanyak kedua setelah provinsi Jawa Barat. Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2014 menunjukkan kasus TB mencapai 42.458 kasus. Tindakan prefentif yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit TB. Pada penelitian ini, metode regresi nonparametrik spline digunakan untuk memodelkan jumlah kasus TB di Jawa Timur. Metode regresi nonparametrik Spline digunakan karena pola data antara jumlah kasus TB di Jawa Timur tidak menunjukkan kecenderungan pola tertentu dengan faktor-faktor yang diduga mempengaruhinya, yaitu persentase keluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar sehat, persentase penduduk miskin, persentase gizi buruk, persentase tenaga kesehatan terlatih dan jumlah rumah tangga ber-PHBS. Berdasarkan hasil pemodelan didapatkan model spline terbaik yaitu spline dengan kombinasi knot. Nilai koefisien determinasi yang didapatkan adalah 83,42% dengan tiga variabel prediktor dalam model berpengaruh signifikan ==================================================================================================== Tuberculosis is an infectious disease directly caused by bacteria (Mycobacterium tuberculosis), most of the bacteria attack lungs, but can also on other organs. Nationally 7,5 perrcent mortality in Indonesia are caused by tuberculosis. East Java has the second highest number of tuberculosis cases right after West Java. Data from Health Office of East Java in 2014 show that the number of TB cases reached 42.458 cases. Preventive action by the goverment is by control the factors that influence tuberculosis. In this research, nonparametric spline regression method is used for modeling the number of TB cases in East Java. This method is used because the data patterns between the number of TB cases in East Java showed no inclination specific pattern with the factors that suspected to influence, that is the percentage of families with primary healthy sanitation ownership, the percentage of the poor population, the percentage of malnutrition people, the percentage of trained health workers, and the percentage of households with health and clean behaviors. Based on the generated model, the best spline models is spline with combination knots. Determination coefficient value is 83,42 percent with three predictor variables in the model have a significant effect

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSSt 519.536 Nis p
Uncontrolled Keywords: Jumlah kasus TB, GCV, Titik Knot, Nonparametrik, Spline.
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA278.2 Regression Analysis. Logistic regression
Divisions: Faculty of Mathematics and Science > Statistics > 49201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: EKO BUDI RAHARJO
Date Deposited: 13 Feb 2020 01:21
Last Modified: 13 Feb 2020 01:21
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/74857

Actions (login required)

View Item View Item