Gedung Konser Musik Surabaya: Paradoks

Juwita, Putri (2016) Gedung Konser Musik Surabaya: Paradoks. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

[img]
Preview
Text
3211100102-Undergraduate_Thesis.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Kehidupan manusia erat kaitannya dengan minat dan bakat yang dimiliki, serta kebutuhan akan suatu hiburan yang paling kental disebut dengan hobi. Salah satu bidang yang mencakup minat, bakat, dan hobi manusia adalah musik. Musik merupakan seni yang dapat dinikmati sehari - hari pada kehidupan manusia. Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat memberikan rangsangan - rangsangan yang kaya untuk segala aspek perkembangan secara kognitif dan kecerdasan emosional (emotional intelligent). Namun tingginya minat masyarakat terhadap musik tidak didukung dengan fasilitas yang memadai. Kondisi tempat pertunjukan musik di Surabaya termasuk biasa saja bahkan cenderung buruk. Untuk memenuhi kebutuhan agar gedung konser musik tersebut dapat digunakan secara maksimal, muncul permasalahan seperti berikut : Bagaimana arsitektur dapat menjadi sebuah wadah untuk mengekspresikan minat, bakat, dan hobi di bidang musik? Dan bagaimana arsitektur dapat mendukung proses pendidikan di bidang musik? Maka dari itu, untuk menyelesaikan isu tersebut penulis menggunakan metoda desain Issue Based Programming yang dicetuskan oleh Donna P. Duerk, dengan pendekatan metafora “Paradoks” yang berarti suatu pernyataan yang seolah-olah bertentangan namun mengandung kebenaran =============================================================================================Human life is closely related to the interests and talents, as well as the need for entertainment called a hobby. The field that includes the interest, talent, and hobby is music. Music is an art that can be enjoyed daily. Research shows that music can provide a stimulus that is rich to all aspects of the development of cognitive and emotional intelligence. However, that high interest in music is not supported with adequate facilities. Music venues in Surabaya is considered bad or even worse. To meet the needs for the concert hall to be used optimally, there are several issues to be solved such as: How can architecture be a platform to express their interests, talents and hobbies in the field of music? And how architecture can support the educational process in the field of music? Therefore, to solve those issues, the author used a design method that is Issue Based Programming by Donna P. Duerk, with a metaphorical approach "Paradox" which means a statement that seems contradictory, but it contains the truth

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSA 729 Juw g
Uncontrolled Keywords: Bakat, Hobi, Konser, Minat, Musik, Paradoks, Surabaya
Subjects: N Fine Arts > NK Decorative arts Applied arts Decoration and ornament > NK2115 Interior decoration
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: EKO BUDI RAHARJO
Date Deposited: 02 Apr 2020 11:41
Last Modified: 02 Apr 2020 11:41
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/75661

Actions (login required)

View Item View Item