Studi Pengaruh Kualitas Air Terhadap Ketersediaan Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen) Di Segmen Sungai Brantas Dengan Pendekatan Model Dinamis

Hakim, Ayu Ratri Wijayaning (2016) Studi Pengaruh Kualitas Air Terhadap Ketersediaan Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen) Di Segmen Sungai Brantas Dengan Pendekatan Model Dinamis. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

[img]
Preview
Text
3314201026-Master_Thesis.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Konsentrasi minimum Dissolved Oxygen (DO) agar makhluk hidup akuatik dapat bertahan hidup adalah 3-4 mg/L dan konsentrasi optimal adalah sebesar 5-7 mg/L. Konsentrasi DO dipengaruhiproses reaerasi atmosfer danfotosisntesis alga yang menghasilkan DO, sedangkan proses yang membutuhkan DO adalah deoksigenasi, oksidasi NH3, oksidasi NO2, respirasi alga, dan degradasi Sediment Oxygen Demand (SOD). Pemodelan dilakukan dengan menggunakan software Stella 9.1.3. Kalibrasi model dilakukan dengan mencocokkan nilai laju reaerasi dan konsentrasi oksigen alga sehingga didapatkan konsentrasi DO model sesuai dengan konsentrasi DO data. Rentang laju reaerasi berkisar antara 0,8/hari2,7/hari dan konsentrasi oksigen algaberkisar antara 0,7/hari -6,95/hari. Model divalidasi dengan metode Mean Absolute Precentage Error (MAPE). Hasil validasi mendapatkan hasil perhitungan MAPE berkisar antara 3,157%-6,152%. Setelah itumodel disimulasi dengan 3 skenario yaitu skenario 1 yaitu model disimulasi dengan menggunakan laju reaerasi minimal, skenario 2 dengan kondisi konsentrasi oksigen alga minimal, dan skenario 3 dengan kondisi skenario 1 dan 2 terjadi bersamaan.Hasil dari studi ini adalah konsentrasi DO sungai sebelum adanya pembuangan efluen IPAL pada semua titik sesuai baku mutu yaitu berkisar antara 4 mg/l- 8,2 mg/l yang mana konsentrasi DO pada musim kemarau lebih rendah dari musim penghujan, sedangkan kualitas air setelah outlet IPAL mengalami penurunan pada musim kemarau di titik 1,2,3,4,7, dan 8 karena besarnya kandungan zat pencemar dalam air dan mengalami peningkatan di titik 5 dan 6 karena intensitas cahaya matahari lebih tinggi sehingga DO akibat proses fotosintesis alga menjadi lebih tinggi.Konsentrasi DO optimal dari hasil simulasi model dinamis berkisar antara 3,22 mg/l-4,96 mg/l, menunjukkan sungai dapat mempertahankan konsentrasi DO dengan aerasi atau produksi oksigen dari fotosintesis alga yang minimal dan sungai tidak dapat mempertahankan konsentrasi DO pada musim kemarau bila terjadi reaerasi dan fotosintesis minimal secara bersamaan ==================================================================================================The minimum concentration of Dissolved Oxygen (DO) that can support aquatic life is around 3-4 mg/L and the optimum concentration is around 5-7 mg/L. DO concentrationisaffected by reaeration and algae photosintesis process that produces DO, therefore the processes that consumes DO are deoxygenation, oxydation of NH3, oxydation of NO2, algae respiration, and degradation of Sediment Oxygen Demand (SOD). The software that using in modelling is Stella 9.1.3. The parameters that used in model calibration are reaeration rate and algae oxygen concentration, those suitable values of the parameters are compared with secondary data.The suitbale reaeration rate value is around 0,8/day-2,7/dayand the algae oxygen concentration is around 0,7/day -6,95/day. The model validation is using Mean Absolute Precentage Error (MAPE) method. MAPE measurement get the MAPE value is around 3,157%-6,152%. Then the model was simulated with 3 scenarios, those arescenario 1 simulated with minimum rearation rate, scenario 2 simulated with minimum algae oxygen concentration, and scenario 3 simulated with condition in scenario 1 and 2 happened in same time. The result of this study are DO concentration before WWTP outlet are above the standard that around 4 mg/l- 8,2 mg/l, which the concentration in dry season is lower than the rainy season, therefore the DO concentration afterWWTP outlet are decreased in dry season at point 1,2,3,4,7, and 8 caused of the high pollutant concentration and increased atpoint 5 and 6 caused of the high sun intensity made the photosintesis process is higher. The optimum DO concentration based on the simulation is around3,22 mg/l-4,96 mg/l, it showed that the stream can defend the DO concentration in minimum aeration or minimum algae oxygen condition, but stream can’t defend the DO concentration if those condition happened in same time.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTL 628.161 Hak s-1
Uncontrolled Keywords: dissolved oxygen (DO), pemodelan kualitas air, model dinamis sungai
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD259.2 Drinking water. Water quality
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Environmental Engineering > 25101-(S2) Master Thesis
Depositing User: EKO BUDI RAHARJO
Date Deposited: 03 Apr 2020 09:04
Last Modified: 03 Apr 2020 09:04
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/75679

Actions (login required)

View Item View Item