Studi Pengaruh Surfaktan Terhadap Pemisahan Bitumen Dari Asbuton Dengan Media Air Panas Dengan Penambahan Solar

Anharullah, Ahmad (2016) Studi Pengaruh Surfaktan Terhadap Pemisahan Bitumen Dari Asbuton Dengan Media Air Panas Dengan Penambahan Solar. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

[img]
Preview
Text
2314201011-Master_Thesis.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Asbuton adalah aspal alam yang terkandung dalam deposit batuan yang terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara dengan kadar bitumen 10-40%. Pemanfaatan asbuton sebagai bahan alternatif pengganti aspal minyak dapat dilakukan setelah proses pemisahan antara bitumen dengan mineral yang terkandung didalamnya. Fokus dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan surfaktan sebagai wetting agent, pada proses pemisahan bitumen dari asbuton menggunakan media air panas serta mempelajari pengaruh penambahan solar sebagai penetrating agent terhadap persen (%) recovery bitumen. Proses penelitian ini dilakukan dengan dua tahap yaitu digesting process dan separation process. Proses digesting dilakukan dalam sebuah tangki berpengaduk berbentuk tangki silinder dengan kapasitas 800 cm³ terbuat dari stainless-steel, yang dilengkapi dengan pengaduk disc turbin. Tangki pemisahan dilengkapi dengan 4 buah baffle. Proses pre-mixing dilakukan dengan memasukkan campuran asbuton-solar ke dalam tangki pengaduk, dengan air panas sebagai jaket (waterbath) dengan suhu 90 oC. Asbuton ditimbang sebanyak 300 gram dengan persen penambahan solar yaitu 40%, 50%, dan 60% (% m/m) yang diaduk pada 200 rpm selama 15 menit. Kemudian ditambahkan larutan surfaktan yaitu 20% - 35%. Konsentrasi larutan surfaktan yang digunakan adalah 0,5% - 3% (% m/m). Penambahkan larutan surfaktan dilakukan setelah larutan surfaktan dipanaskan hingga ± 90 oC. Kemudian mengaduk dengan kecepatan putar 1500 rpm, selama 30 menit. Setelah selesai, proses pemisahan dimulai dengan memindahkan campuran kedalam Beaker glass dan menambahkan air garam. Mengukur densitas lapisan atas untuk mengetahui persen (%) recovery. Untuk lapisan bawah dilakukan separasi kedua dengan memasukkan ke dalam larutan asam sitrat. Lapisan teratas diambil kembali dan dicampurkan dengan lapisan atas pada pemisahan pertama.Prosedur di atas diulang untuk setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan, %Recovery bitumen meningkat pada peningkatan penambahan solar dari 40% ke 60%. Sebagian besar %recovery bitumen meningkat pada kenaikan konsentrasi surfaktan SLAS dan NaOH dari 0.5% - 2%. Namun turun pada konsentrasi surfaktan 3%. Sebagian besar %recovery bitumen meningkat kenaikan penambahan larutan surfaktan dari 20% - 25%. Namun turun pada penambahan larutan surfaktan diatas 30%. %Recovery dipengaruhi oleh penambahan solar, konsentrasi surfaktan SLAS dan NaOH, serta jumlah larutan surfaktan SLAS dan NaOH yang ditambahkan. Hasil tertinggi dari %recovery penelitian menggunakan surfaktan SLAS + NaOH, 83.00% pada %konsentrasi surfaktan 2%, %larutan surfaktan 20%, dan perbandingan asbuton : solar = 40% :60%. Penggunaan larutan citric acid pada pemisahan kedua setelah pemisahan dengan larutan garam meningkatkan %recovery bitumen =========================================================================================== Asbuton is natural asphalt rock deposit on Buton Island, Southeast Sulawesi. Asbuton contained 10-40% bitumen. Asbuton can use as alternative substitution of petroleum asphalt. But the problem is separation process that still not proven. The focus of this research is effect of surfactant as wetting agent, effect of solar as a penetrating agent, with hot water media to percent (%) recovery of bitumen. This research process in two stages, digesting process and separation process. Digesting process is carried out in a stirred tank shaped cylindrical tank with a capacity of 800 cm³ made of stainless-steel, equipped with a turbine disc agitator. Separation tank equipped with 4 baffles. Initial process with mixing asbuton-diesel fuel into the tank and water bath set in temperature 90 oC. Asbuton weighed as much as 300 grams with the addition of solar percent ie 40%, 50%, and 60% (%m/m) were stirred at 200 rpm for 15 minutes. Surfactant is then added a solution of 20% until 35%. The concentration of surfactant is used was 0.5% until 3% (%m/m). Every additional surfactant solution made after the surfactant solution is heated up to ± 90 °C. Then stir with rotary speed of 1500 rpm, for 30 minutes. Once completed, the separation process begins by moving the mixture into a glass beaker with salt water. Measuring the density on top layer to determine the percent (%) recovery. For the bottom layer of the second separation is done by entering into a citric acid solution. The top layer is taken back and mixed with the top layer of separation pertama.Prosedur above is repeated for each variable. The results showed,% Recovery of bitumen increases on increasing the addition of diesel from 40% to 60%. Most variable getting %recovery of bitumen increases in surfactant concentration increases SLAS and NaOH of 0.5% - 2%. But down on the surfactant concentration of 3%. Most variable getting %recovery of bitumen increased by the increase in the addition of the surfactant solution of 20% - 25%. But down on the addition of the surfactant solution above 30%. %Recovery influenced by the addition of diesel, the surfactant concentration SLAS and NaOH, and the amount of surfactant solution SLAS and NaOH that added. The highest yield of % recovery studies using surfactants SLAS + NaOH, 83.00% at% surfactant concentration of 2%, 20%% surfactant solution, and comparison asbuton: diesel = 40%: 60%. The use of a solution of citric acid on the separation of the two after the separation of the salt solution increases% recovery of bitumen

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTK 660.284 2 Anh s
Uncontrolled Keywords: asbuton, digesting process, separation process, air panas, surfaktan, penetrating agent, wetting agent
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD63.S4 Separation (Technology)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA443.A7 Asphalt
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > 24101-(S2) Master Thesis
Depositing User: EKO BUDI RAHARJO
Date Deposited: 06 Aug 2020 07:46
Last Modified: 06 Aug 2020 07:46
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/77103

Actions (login required)

View Item View Item