Analisis Perubahan Kerapatan Mangrove Menggunakan Algoritma Normalized Difference Vegetation Index pada Citra Satelit Multitemporal Berbasis WebGIS (Studi Kasus: Kabupaten Gresik)

Savitri, Debyana Nur (2020) Analisis Perubahan Kerapatan Mangrove Menggunakan Algoritma Normalized Difference Vegetation Index pada Citra Satelit Multitemporal Berbasis WebGIS (Studi Kasus: Kabupaten Gresik). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03311640000050-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Hutan mangrove memiliki peran penting dan bernilai, baik secara ekologi maupun ekonomi. Namun, seiring bertambahnya waktu hutan mangrove di Indonesia mengalami penurunan luasan akibat laju deforestasi yang tinggi. Salah satu penurunan luasan lahan mangrove terjadi di kawasan Pantai Utara Jawa Timur yang terletak di Kabupaten Gresik. Sehingga, perlu adanya pemantauan terkait kesehatan mangrove melalui kerapatannya khususnya di Kabupaten Gresik dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Tingkat kerapatan mangrove dapat dihitung menggunakan algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Perhitungan NDVI dilakukan pada citra satelit multitemporal, yaitu Sentinel 2A Level 1C pada tahun 2016-2019 untuk mengetahui perubahan kerapatannya. Berdasarkan hasil klasifikasi NDVI pada citra satelit Sentinel 2A Level 1C, didapatkan tingkat kerapatan mangrove yang dominan di Kabupaten Gresik pada tahun 2016-2019 adalah mangrove dengan kerapatan baik. Kemudian, luas lahan mangrove di Kabupaten Gresik pada tahun 2016-2019 mengalami kenaikan pada tahun 2017 seluas 466,521 hektar atau 22,090%, kemudian mengalami penurunan pada tahun 2018 seluas 44,939 hektar atau 1,743% dan tetap menurun pada tahun 2019 seluas 209,962 hektar atau 8,288%. Hasil validasi antara NDVI citra satelit Sentinel 2A level 1C dengan NDVI foto udara inframerah menyimpulkan bahwa penggunaaan NDVI pada citra satelit Sentinel 2A level 1C cukup optimal untuk digunakan dalam analisis kerapatan mangrove, karena NDVI citra satelit Sentinel 2A level 1C dan NDVI foto udara inframerah memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan, yaitu dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,956. Kemudian, parameter yang paling berpengaruh terhadap kerapatan mangrove adalah pH air dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,733 yang menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan. Hasil akhir dari penelitian ini berupa WebGIS Mangrove Kabupaten Gresik dengan nama domain http://mangrovekabupatengresik.com/. ================================================================================================ Mangrove forest have an important role and worth a value from the ecological and economical point of view. However, with the increasing time mangrove forests in Indonesia had an area decreasing due to high deforestation rates. One of the area decreasing is happened in the North Coast of East Java which is located in Gresik Regency. So that, monitoring of mangrove health through its density is needed, especially in Gresik Regency by utilizing remote sensing technology. The level of mangrove density can be calculated using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) algorithm. NDVI calculations are performed on multitemporal satellite imagery, i.e. Sentinel 2A Level 1C in 2016-2019 to determine changes in its density. From the result of NDVI clasification on Sentinel 2A Level 1C satellite imagery, is obtained the density level of mangrove which is dominant in Gresik Regency in 2016-2019 is mangrove with the good density. Then, the area of mangrove in Gresik Regency in 2016-2019 increased in 2017 of 466,521 hectares or 22,090%, then decreased in 2018 of 44,939 hectares or 1,743% and remain decreased in 2019 of 209,962 hectares or 8.288%. The validation result between NDVI satellite imagery Sentinel 2A Level 1C with NDVI infrared aerial photography concluded that the use of NDVI on satellite imagery Sentinel 2A Level 1C is optimum to be used in mangrove density analysis, because the NDVI satellite imagery Sentinel 2A Level 1C and NDVI infrared aerial photography have the strong and significant correlation, which with the correlation coefficient value of 0,956. Afterward, the parameter which is most take effectto the mangrove density is water pH with the correlation coefficient value is -0,733 which shown the strong and significant correlation. The final result of this research is a WebGIS with the domain name http://mangrovekabupatengresik.com/.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: mangrove, NDVI, remote sensing, Sentinel 2A level 1C, webGIS, mangrove, NDVI, penginderaan jauh, Sentinel 2A level 1C, webGIS.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.212 ArcGIS. Geographic information systems.
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.5.I4 Remote sensing
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Debyana Nur Savitri
Date Deposited: 10 Aug 2020 04:39
Last Modified: 10 Aug 2020 04:39
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/77327

Actions (login required)

View Item View Item