Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Lahan Terhadap Rencana Detil Tata Ruang Kota (RDTRK) Kawasan Perbatasan Surabaya-Sidoarjo

Kusuma, Kevin Surya (2020) Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Lahan Terhadap Rencana Detil Tata Ruang Kota (RDTRK) Kawasan Perbatasan Surabaya-Sidoarjo. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03311640000083-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Perencanaan penggunaan lahan di suatu daerah akan mengacu pada peraturan yang telah dibentuk oleh Dinas Tata Kota dari masing-masing daerah. Hal tersebut dikarenakan setiap daerah memiliki kewenangan untuk merencanakan tata ruang yang ada di wilayahnya masing-masing . Kawasan perbatasan merupakan suatu kawasan yang penggunaan lahannya dapat dipengaruhi oleh dua peraturan daerah yang berbeda. Hal tersebut dikarenakan kawasan perbatasan merupakan wilayah khusus yang terletak di perbatasan antara dua daerah yang masing-masing memiliki peraturan penataan ruang. Kecamatan Gayungan merupakan salah satu kecamatan yang termasuk kedalam Kawasan Perbatasan antara Kota Surabaya dengan Kabupaten Sidoarjo. Untuk mencegah terjadinya tumpang tindih peraturan tata ruang yang dapat terjadi di Kecamatan Gayungan, diperlukan monitoring kesesuaian penggunaan lahan menggunakan teknologi sistem informasi geografis dan penginderaan jauh. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa Peta RDTRK Kecamatan Gayungan Tahun 2019 dan citra satelit resolusi sangat tinggi Pleiades Kota Surabaya Tahun 2019. Metode yang digunakan yaitu metode Object Based Image Analysis (OBIA). Hasil dari penelitian ini adalah kesesuaian penggunaan lahan di Kecamatan Gayungan. Suatu penggunaan lahan dapat dikatakan sesuai apabila pemanfaatan lahan eksisting sesuai dengan pemanfaatan lahan pada rencana. Sedangkan penggunaan lahan dikatakan tidak sesuai apabila pemanfaatan lahan eksisting berbeda dengan peruntukan pemanfaatan ruang yang direncanakan. Seluruh kelas penggunaan lahan pada Kecamatan Gayungan tahun 2019 memiliki presentase lahan tidak sesuai lebih besar dibandingkan presentase lahan sesuai. Masing-masing presentase lahan tidak sesuai pada setiap kelas penggunaan lahan yaitu: kelas badan air sebesar 92,593%, kelas jalan sebesar 78,035%, kelas industri sebesar 77,838%, kelas pertahanan sebesar 76,706%, kelas RTH sebesar 69,736%, dan kelas pemukiman sebesar 52,27%. Sehingga dapat dikatakan penggunaan lahan di Kecamatan Gayungan pada tahun 2019 belum sesuai dengan rencana yang ada pada peta Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) tahun 2018-2038, namun penggunaan lahan tersebut bisa sesuai dalam peruntukannya untuk masa yang akan datang, dikarenakan terdapat kemungkinan pembangunan untuk kelas pemukiman, kelas industri, serta kelas pertahanan pada lahan terbuka yang masih banyak tersedia. =================================================================================================== Land use planning in an area will refer to regulations that have been formed by the City Planning Office of each region. That is because each region has the authority to plan spatial plans in their respective regions. A border area is an area where land use can be affected by two different local regulations. That is because the border area is a special area located on the border between two regions, each of which has spatial planning regulations. Gayungan District is one of the districts included in the Border Area between Surabaya City and Sidoarjo Regency. To prevent overlapping spatial regulations that can occur in the Gayungan District, monitoring of land use suitability is required using geographic information systems and remote sensing technology. The data used in this study are in the form of RDTRK Map of Gayungan District in 2019 and very high resolution satellite images of Pleiades of Surabaya in 2019. The method used is the Object Based Image Analysis (OBIA) method. The results of this study are the suitability of land use in the Gayungan District. A land use can be said to be suitable if the existing land use is in accordance with the land use in the plan. While land use is said to be inappropriate if the existing land use differs from the planned land use allotment. All land use classes in Gayungan District in 2019 have a percentage of land that is not suitable is greater than the percentage of land that is suitable. Each percentage of land is not suitable for each land use class, namely: water body class 92.593%, road class 78.035%, industrial class 77.838%, defense class 76.706%, RTH class 69.736% and residential class 52 , 27%. So it can be said that the land use in Gayungan Sub-district in 2019 is not in accordance with the plan in the 2018-2038 Urban Spatial Planning (RDTRK) map, but the land use can be suitable in its intended use for the future, because there is a possibility of development for the residential class, industrial class, and defense class on open land which is still widely available.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Citra Pleiades, Kecamatan Gayungan, Object Based Image Analysis, Penggunaan Lahan, Gayungan Sub-district, Land Use, Object Based Image Analysis, Pleiades Satellite Imagery
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.212 ArcGIS. Geographic information systems.
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Kevin Surya Kusuma
Date Deposited: 12 Aug 2020 05:17
Last Modified: 12 Aug 2020 05:17
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/77494

Actions (login required)

View Item View Item