Analisis Dan Visualisasi Spasial Perbedaan Data Transaksi BPHTB Tahun 2019 Terhadap NJOP Dan Harga Pasar (Studi Kasus : Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya)

Yullina, Annisa Trya (2020) Analisis Dan Visualisasi Spasial Perbedaan Data Transaksi BPHTB Tahun 2019 Terhadap NJOP Dan Harga Pasar (Studi Kasus : Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03311640000029-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kota Surabaya merupakan salah satu Kawasan perkotaan yang memiliki tanah relatif tinggi yang berkembang (Kelompok Kerja Sanitasi Kota Surabaya, 2010). Dimana didalamnya terdapat Kecamatan Mulyorejo yang merupakan salah satu Kecamatan di Kota Surabaya yang menjadi Kawasan perdagangan baru yang juga termasuk sebagai Central Bussiness District (CBD) (Kelompok Kerja Sanitasi Kota Surabaya, 2010). Terutama Kelurahan Kalisari yang dalam kurun waktu satu tahun terjadi 700 transaksi jual/beli rumah dan/atau tanah. Seluruh data transaksi jual/beli yang terjadi di Kelurahan Kalisari tersebut tercatat oleh Pemerintah Kota Surabaya berupa data BPHTB. Dimana nilai transaksi digunakan sebagai dasar untuk data NJOP dan BPHTB. Untuk pengisian data BPHTB menggunakan sistem Self Assesment dimana wajib pajak diberi kepercayaan untuk menghitung, melaporkan, dan membayar sendiri pajak terutang atas transaksi yang dilakukan. Dengan sistem yang diterapkan dalam pengisian data BPHTB oleh Pemerintah Kota Surabaya, maka wajib pajak sebagian besar hanya mengikuti hasil perhitungan Notaris/PPAT atau pegawainya (Ikramullah, dkk 2016). Sehingga nilai BPHTB yang didapatkan berbeda dengan nilai transaksi sebenanrnya dalam pasar masyarakat. Dan dengan sistem Self Assesment tersebut, pemerintah menerima data dari wajib pajak dalam bentuk form yang arsipkan dalam bentuk tabular. Pada penelitian ini melakukan visualisasi secara spasial terhadap data BPTHB Tahun 2019 dalam bentuk WebGIS localhost. Dengan menggunakan visualisasi secara spasial hasil analisis perbedaan terhadap NJOP Tahun 2019 dan harga pasar, dapat mempermudah dalam mengetahui sebaran lokasi serta jenis transaksi yang ada dan mengetahui selisihnya. Dimana hasil yang diberikan dari selsisih BPHTB berdasarkan nilai transaksi terhadap BPHTB berdasarkan NJOP memberikan nilai tertinggi sebesar Rp 119.097.100,00 yang berada di Jl. Kalisari Permai I No. 1 yang merupakan kawasan pertokoan. Sedangkan untuk nilai terendah yaitu sebesar Rp 134.651.750,00 berada di Jl. Mulyosari Mapan DC-07 yang berada di kawasan perumahan. Untuk selisih BPHTB berdasarkan nilai transaksi terhadap BPHTB berdasarkan harga pasar memberikan nilai tertinggi sebesar Rp 100.000.000,00 berada di Jl. Raya Mulyosari 45 yang merupakan area pertokoan. Sedangkan untuk nilai terendah yaitu sebesar Rp 604.375.000,00 berada di Jl. Mulyosari Mapan DC-07 yang berada di kawasan perumahan. ===================================================================================Surabaya City is one of the urban areas that has relatively high land that is developing rapidly compared to the surrounding cities (Surabaya City Sanitation Working Group, 2010). Where there is the Mulyorejo Subdistrict which is one of the Subdistricts in the city of Surabaya which is a new trade area which is also included as the Central Business District (CBD) (Surabaya City Sanitation Working Group, 2010). Especially Kalisari Kelurahan, which had 700 transactions selling / buying houses and / or land in one year (BPKPD Surabaya, 2019). All data of sale / purchase transactions that occurred in Kalisari Urban Village were recorded by the Surabaya City Government in the form of BPHTB data. Where the transaction value is used as a basis for NJOP and BPHTB data. For filling administrative data, BPHTB adopts a Self Assessment system in which taxpayers are given the trust to calculate, report, and pay their own taxes owed for the transactions made. With the system applied in filling BPHTB data by the Surabaya City Government, most taxpayers only follow the results of the Notary / PPAT calculation or their employees (Ikramullah, et al 2016). So the BPHTB value obtained is different from the actual transaction value in the public market. And with the Self Assessment system, the government receives data from taxpayers in the form of archived forms in tabular form. In this research, spatial visualization of 2019 BPTHB data in the form of localhost WebGIS. By using a spatial visualization of the results of the analysis of differences with NJOP 2019 and market prices, it can be easier to find out the distribution of locations and types of transactions that exist and to know the difference. Where the results given from the BPHTB difference based on the transaction value against BPHTB based on NJOP gives the highest value of Rp 119,097,100.00 located on Jl. Kalisari Permai I No. 1 which is a shopping district. As for the lowest value of IDR 134,651,750.00 located on Jl. Mulyosari Mapan DC-07 located in a residential area. For BPHTB differences based on transaction value to BPHTB based on market prices, the highest value of Rp 100,000,000.00 is on Jl. Raya Mulyosari 45 which is a shopping area. As for the lowest value of Rp. 604,375,000.00 located on Jl. Mulyosari Mapan DC-07 located in a residential area.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: BPHTB, NJOP, Harga Pasar
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.212 ArcGIS. Geographic information systems.
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Annisa Trya Yullina
Date Deposited: 12 Aug 2020 07:05
Last Modified: 12 Aug 2020 07:05
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/77607

Actions (login required)

View Item View Item