ANALISIS SPASIAL MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) UNTUK KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN, PERTANIAN DAN INDUSTRI (STUDI KASUS : KECAMATAN KRATON, REMBANG, DAN BANGIL DI KABUPATEN PASURUAN)

Mustikawati, Nugraheni Dewi (2020) ANALISIS SPASIAL MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) UNTUK KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN, PERTANIAN DAN INDUSTRI (STUDI KASUS : KECAMATAN KRATON, REMBANG, DAN BANGIL DI KABUPATEN PASURUAN). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03311640000002_Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Lahan permukiman, pertanian dan industri umumnya membutuhkan lahan yang luas. Untuk itu, skala lahan yang akan dikembangkan harus pula memperhitungkan luas lahan yang tersedia sehingga tidak terjadi upaya memaksakan diri untuk konversi lahan secara besar – besaran guna pembangunan kawasan permukiman, pertanian dan industri. Penelitian ini bertujuan menganalisis spasial perubahan tutupan lahan tahun 2015 dan 2019. Serta menganalisis tingkat kesesuaian lahan sebagai kawasan permukiman, pertanian dan industri di Kecamatan Kraton, Rembang dan Bangil terhadap RTRW Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan teknik penginderaan jauh untuk menganalisis spasial perubahan tutupan lahan tahun 2015, dan 2019 menggunakan citra Landsat 8. Dan menggunakan SIG metode AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk prioritas penentuan kesesuaian lokasi pengembangan kawasan permukiman, pertanian dan industri. Parameter yang digunakan, yaitu : Parameter Fisik (kelerengan lahan, jenis tanah, kedalaman efektif tanah, kerawanan banjir, dan curah hujan), Aksesibilitas (jarak dari sungai, jarak dari jalan utama, jaringan listrik, dan jangkauan transportasi umum), Ekonomi (jumlah tenaga kerja, tingkat harga jual, peluang usaha, dan pendapatan penduduk), dan Sosial (fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas umum, dan jumlah penduduk). Hasil akhir penelitian berupa analisis spasial perubahan tutupan lahan kecamatan Kraton, Rembang dan Bangil pada tahun 2015, dan 2019, didapatkan perubahan lahan menjadi kawasan permukiman seluas 2.236,51 ha; lahan berubah menjadi kawasan pertanian seluas 5.100,31 ha; lahan berubah menjadi kawasan industri seluas 661,62 ha; lahan yang berubah menjadi tambak/rawa seluas 2.580,42 ha; dan lahan yang berubah menjadi lahan terbuka sebesar 4.966,028 ha. Untuk hasil prioritas penentuan kesesuaian untuk kawasan permukiman, pertanian dan industri adalah Kecamatan Bangil dengan bobot 1,99. Hasil analisis tingkat kesesuaian lahan sebagai kawasan permukiman, pertanian dan industri terhadap RTRW Kabupaten Pasuruan Tahun 2009-2029 yaitu kelas sangat sesuai (S1), kelas sesuai (S2), kelas tidak sesuai (N1), dan kelas sangat tidak sesuai (N2). Dengan penggunaan fungsi lahan terhadap RTRW Kabupaten Pasuruan untuk kawasan permukiman seluas 3384, 95 ha, untuk kawasan pertanian seluas 1368,89 ha, dan untuk kawasan industri seluas 1129,66 ha. Hasil evaluasi kesesuaian lahan pertanian didominasi oleh kelas sangat tidak sesuai (N2). Sedangkan hasil evaluasi kesesuaian lahan permukiman dan industri didominasi oleh kelas sesuai (S2). Kata Kunci— AHP, Eksisting, Kesesuaian Lahan, RTRW

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: AHP, Eksisting, Kesesuaian Lahan, RTRW
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.212 ArcGIS. Geographic information systems.
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.217 Geospatial data
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.5.I4 Remote sensing
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Nugraheni Dewi Mustikawati
Date Deposited: 12 Aug 2020 04:43
Last Modified: 12 Aug 2020 04:43
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/77631

Actions (login required)

View Item View Item