Optimalisasi Pemeliharaan Saluran Kencong Timur Jaringan Irigasi Pondok Waluh Wilayah Sungai Bondoyudo Bedadung Kabupaten Jember

Ahmad, Masruro Tufani (2016) Optimalisasi Pemeliharaan Saluran Kencong Timur Jaringan Irigasi Pondok Waluh Wilayah Sungai Bondoyudo Bedadung Kabupaten Jember. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

[img]
Preview
Text
3112207814-Master_Thesis.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Kondisi Jaringan Irigasi (JI) Pondok Waluh saat ini masih cukup baik, namun pada saluran terdapat sedimentasi sehingga kapasitas saluran mengalami penurunan. Hal ini menyebabkan penyediaan, pembagian, dan pendistribusian air irigasi ke petak tersier DI Pondok Waluh sangat berkurang dibandingkan debit rencana. Namun, ketersediaan anggaran/dana pemeliharaan terbatas (tidak mencukupi) bila pengerukan sedimen dilakukan serentak seluruh JI Pondok Waluh dalam satu tahun anggaran. Dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bermaksud melakukan optimalisasi pengerukan sedimen dengan dana terbatas menggunakan metode Linear Programming. Analisa dilakukan dengan mengukur dan menghitung kapasitas saluran rencana, kapasitas saluran eksisting, volume sedimen, biaya pemeliharaan (pengerukan), dan membuat model optimalisasi pengerukan. Dari hasil penelitian, volume total sedimen pada Saluran Kencong Timur adalah 76.703,88 m3. Biaya keseluruhan untuk pengerukan sedimen adalah Rp 5.599.383.430. Simulasi biaya Rp 1.120.000.000 dapat mengeruk sedimen 13.563,60 m3 dengan ketebalan antara 0,01 m dan 0,16 m sehingga memfungsikan BKT1 sampai BKT4. Simulasi biaya Rp 2.240.000.000 dapat mengeruk sedimen 30.681,55 m3 dengan ketebalan antara 0,01 m dan 0,24 m sehingga memfungsikan BKT3, BKT4, BKT5, BKT6, BKT8, BKT9, dan BKT11. Simulasi biaya Rp 3.360.000.000 dapat mengeruk sedimen 46.022,33 m3 dengan ketebalan antara 0,04 m dan 0,41 m sehingga memfungsikan BKT3, BKT4, BKT5, BKT6, BKT7, BKT8, BKT9, BKT11, BKT12, dan BKT13. Simulasi biaya Rp 4.480.000.000 dapat mengeruk sedimen 61.363,11 m3 dengan ketebalan berkisar antara 0,03 m dan 0,55 m sehingga memfungsikan BKT3 sampai dengan BKT13. Simulasi biaya Rp 5.599.383.430 bisa mengeruk seluruh sedimen, dengan ketebalan antara 0,30 m dan 0,69 sehingga memfungsikan semua Bangunan Sadap. Dari hasil simulasi minimal yang diharapkan adalah dapat mengembalikan fungsi BKT2 dan BKT5 hal ini dikarenakan area layanan yang paling luas diantara kelima belas bangunan sadap berada pada BKT2 dan BKT5 dengan luas 2396 Ha dan 614 Ha. Sementara untuk mendapatkan tujuan ini, biaya minimal yang dibutuhkan untuk pengerukan sedimen adalah Rp 2.240.000.000 ============================================================================================ The condition of Pondok Waluh Irrigation System is good enough, but there is a sedimentation in the canal that cause decreased the capacity of the canal. This problem causes provision, allocation, and distribution of water irrigation to the field in Pondok Waluh Irrigation Area greatly reduced . But, the availability of budget/fund maintenance is very limited or inadequate when dredging sediment performed simultaneously throughout Pondok Waluh Irrigation Area in one fiscal year. With these problems, this research intend to optimize dredging sediments with limited funds using Linear Programming. The analysis was done by measuring and calculating the capacity of canal plan, the capacity of the existing canal, sediment’s volume, the cost of maintenance (dredging), and create a model of optimization of dredging. The results showed that the total volume of sediments in Kencong Timur Canal is 76.703,88 m3. The overall cost for the dredging of sediment is Rp 5.599.383.430. Cost simulation Rp 1.120.000.000 can dredge sediments 13.563,60 m3 with a thickness between 0,01 m and 0,16 m so that BKT1 until BKT4 can function. Cost simulation Rp 2.240.000.000 can dredge sediments 30.681,55 m3 with a thickness between 0,01 m and 0,24 m so that BKT3, BKT4, BKT5, BKT6, BKT8, BKT9, and BKT11 can function. Cost simulation Rp 3.360.000.000 can dredge sediments 46.022,33 m3 with a thickness between 0,04 m and 0,41 m so that BKT3, BKT4, BKT5, BKT6, BKT7, BKT8, BKT9, BKT11, BKT12, and BKT13 can function. Cost simulation Rp 4.480.000.000 can dredge sediments 61.363,11 m3 with a thickness between 0,03 m and 0,55 m so that BKT3 until BKT13 can function. Cost simulation Rp 5.599.383.430 can dredge the entire sediment with a thickness between 0,30 m and 0,69 so that BKT1 until BKT15 can function. So In this research, the results of the minimum simulation expect to restore the function of BKT2 and BKT5, this is because the most extensive service area between the fifteenth are in BKT2 and BKT5 with an area 2396 ha and 614 ha. Meanwhile, to obtain this goal, the cost of the minimum required for the dredging of sediment is Rp 2.240.000.000

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTS 627.52 Ahm o
Uncontrolled Keywords: Jaringan Irigasi, Pemeliharaan, Optimalisasi, Linear Programming
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC812 Irrigation
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: EKO BUDI RAHARJO
Date Deposited: 12 Aug 2020 00:58
Last Modified: 12 Aug 2020 00:58
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/77717

Actions (login required)

View Item View Item