ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI DAN DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) (Studi Kasus: Pesisir Kota Surabaya)

Pramudya, Fajar Adi (2020) ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI DAN DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) (Studi Kasus: Pesisir Kota Surabaya). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03311640000026_Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Wilayah pesisir sangat rawan terhadap terjadinya perubahan kondisi. Perubahan ini bisa mengakibatkan luas daratan menjadi semakin bertambah atau bisa mengakibatkan daratan menjadi semakin berkurang yang mengakibatkan berubahnya garis pantai yang ada. Kota Surabaya merupakan salah satu kota yang memiliki garis pantai yang panjang yaitu sepanjang 47,4 km. Dalam penelitian kali ini dilakukan proses perhitungan kecepatan perubahan garis pantai dan perubahan luas daratan dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Dimana teknologi penginderaan jauh yang digunakan yaitu citra satelit resolusi tinggi SPOT 6 dan SPOT 7 tahun 2015 hingga tahun 2019. Perhitungan kecepatan perubahan garis pantai dibantu dengan aplikasi Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dengan menggunakan beberapa metode yaitu Shoreline Change Envelope (SCE), Net Shoreline Movement (NSM), End Point Rate (EPR), dan Linear Regression Rate (LRR). Berdasarkan pengolahan dan analisis data didapatkan panjang garis pantai Kota Surabaya terpanjang terdapat pada tahun 2015 dengan panjang 69,605 km dan garis pantai terpendek terdapat pada tahun 2019 dengan panjang 65,759 km. Hasil perhitungan SCE yaitu jarak terpanjang sejauh 956,590 m sedangkan jarak terpendek sejauh 0,059 m dengan rata-rata yang dihasilkan sejauh 38,412 m Hasil perhitungan NSM yaitu jarak terpanjang sejauh +584,722 m sedangkan jarak terpendek sejauh -62,773 m dengan rata-rata yang dihasilkan sejauh +26,236 m. Hasil perhitungan EPR yaitu perubahan tertinggi sebesar +148,725 m dalam satu tahunnya sedangkan perubahan terendah sebesar -15,966 m dalam satu tahunnya dengan rata-rata yang dihasilkan sebesar +6,674 m dalam satu tahunnya. Hasil perhitungan LRR yaitu perubahan tertinggi sebesar +154,386 m dalam satu tahunnya sedangkan perubahan terendah sebesar -17,895 m dalam satu tahunnya dengan rata-rata yang dihasilkan sebesar +6,642 m dalam satu tahunnya. Perhitungan perubahan luas daratan pada tahun 2015 sampai tahun 2019 didapatkan penambahan paling tinggi terdapat di Keluarahan Kalisari dengan luas wilayah bertambah sebesar 358073,62 m2, sedangkan daerah yang mengalami pengurangan paling tinggi terdapat di Kelurahan Keputih dengan luas wilayah berkurang sebesar 30189,72 m2. ============================================================ Coastal areas are very prone to change conditions. This change can cause the land area to increase or cause the land to decrease, resulting in changes in the existing coastline. Surabaya is one of the cities that has a long coastline of 47.4 km. In this study, the process of calculating the speed of shoreline changes and changes in the land area using remote sensing technology. Where remote sensing technology used is high-resolution satellite imagery SPOT 6 and SPOT 7 from 2015 to 2019. Calculation of shoreline change speed is assisted by the application of the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) using several methods, namely Shoreline Change Envelope (SCE), Net Shoreline Movement (NSM), End Point Rate (EPR), and Linear Regression Rate (LRR). Based on data processing and analysis, the longest coastline of Surabaya City was found in 2015 with a length of 69.605 km and the shortest coastline in 2019 with a 65,759 km length. SCE calculation results are the longest distance as far as 956.590 m, while the shortest distance as far as 0.059 m with the average produced as far as 38.412 m. The NSM calculation results are the longest distance as far as +584.722 m, while the shortest distance as far as -62.773 m with the average produced as far as +26.236 m. EPR calculation results are the highest change of +148.725 m in one year, while the lowest variation of -15.966 m in one year with an average resulting of +6.674 m in one year. The LRR calculation results are the highest change of +154.386 m in one year, while the lowest variation of -92.373 m in one year with an average of +6.642 m generated in one year. Calculation of changes in land area in 2015 to 2019 found the highest increase was found in the Kalisari area with an area increased by 358073.62 m2, while the area experiencing the highest reduction was in Keputih Kelurahan with a reduced field of 30189.72 m2.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Penginderaan Jauh, DSAS, Kecepetan Perubahan Garis Pantai, Perubahan Luas Daratan, Remote Sensing, DSAS, Speed Change in Coastline, Change in Land Area
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC203.5 Coastal engineering
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Fajar Adi Pramudya
Date Deposited: 13 Aug 2020 00:41
Last Modified: 13 Aug 2020 00:41
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/77768

Actions (login required)

View Item View Item