Analisis Konektivitas Transportasi Udara antar Ibukota Provinsi di Indonesia

Kharismawaty, Jenny (2020) Analisis Konektivitas Transportasi Udara antar Ibukota Provinsi di Indonesia. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03111640000006-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (12MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Koneksi transportasi yang terintegrasi merupakan faktor terpenting untuk wilayah negara kepulauan dalam meningkatkan konektivitas antar pulau, agar akses terluar dapat dijangkau, serta kegiatan perekonomian pelosok dapat berkembang dan kesenjangan antar wilayah dapat dikikis. Transportasi udara mendukung konektivitas antar wilayah di negara kepulauan dan merupakan salah satu komponen terpenting dalam segala aspek pembangunan nasional baik di bidang ekonomi, kesejahteraan sosial dan pertahanan & keamanan negara. Hal ini didukung dengan rencana pemerintah untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia yang merupakan wilayah kepulauan. Salah satu rencana pemerintah dengan membuat Rencana Induk Transportasi Nasional (RITN). Salah satu Rencana Induk Transportasi Nasional adalah rencana induk Bandar Udara, dimana meningkatkan konektivitas transportasi udara dengan mengembangkan Bandar Udara di pulau–pulau di seluruh Indonesia. Selain itu, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus berupaya menyediakan jaringan dan rute penerbangan yang dapat melayani dan menghubungkan daerah terpencil dan tertinggal. Metode yang digunakan dalam penyelesaian Tugas Akhir ini adalah Teori Grafik oleh Rodrigue. Teori Grafik untuk menghitung nilai indeks konektivitas dengan memodel kan jaringan transportasi nyata menjadi grafik representasi dan matriks konektivitas. Analisis Nilai Indeks Konektivitas dihitung dengan teori grafik, diukur dengan indeks α (alfa), β (beta), dan  (gamma). Hasil dari analisis konektivitas transportasi udara antar ibukota provinsi adalah beragam. Hal ini disebabkan jumlah koneksi/ rute penerbangan langsung maupun tidak langsung antar bandara yang berbeda. Ditinjau dari matriks konektivitas, konektivitas langsung terbesar merupakan bandara Internasional Soekarno Hatta sebesar 30 koneksi langsung (9,119%) sedangkan konektivitas langsung terendah adalah bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dan bandara Tampa Padang sebesar 2 koneksi langsung (0,608%). Sedangkan jika ditinjau dari rute penerbangan langsung maupun tidak langsung berdasarkan nilai indeks alpha, beta dan gamma, di dapat nilai indeks alpha terbesar adalah bandara Internasional Juanda sebesar 0,921 dan yang terendah adalah bandara Sultan Baabullah sebesar 0,175. Nilai beta terbesar adalah bandara Internasional Juanda sebesar 2,676 dan yang terendah adalah bandara Sultan Baabullah sebesar 0,294. Nilai gamma terbesar adalah bandara Internasional Juanda sebesar 0,948 dan yang terendah adalah bandara Sultan Baabullah sebesar 0,458. Kata kunci: Konektivitas, Indeks, Wilayah Kepulauan, Teori Grafik = Indonesia is the largest archipelago country in the world. Integrated transportation connections are the most important factor for the territory of the archipelago in enhancing inter-island connectivity, so that outermost access can be reached, and economic activities can develop and disparities between regions can be eroded. Air transportation supports connectivity between regions in archipelago country and is one of the most important components in all aspects of national development in the fields of economy, social welfare and national defense & security. This is supported by the government's plan to encourage the economic development of Indonesia, which is an archipelago. One of the government's plans is to create a National Transportation Master Plan (RITN). One of the National Transportation Master Plans is the airport master plan, which enhances transportation connectivity by developing airports on islands throughout Indonesia. In addition, the Ministry of Transportation through the Directorate General of Civil Aviation provides networks and routes that can serve and connect transit and lagging areas. The method used in the completion of this Final Project is Rodrigue's Graph Theory. Graph Theory for calculating connectivity index values by modeling real transport networks into graphs of representations and connectivity matrices. Analysis of Connectivity Index Values is calculated with graph theory, measured by indices α (alfa), β (beta), and  (gamma). The results of the analysis of transportation connectivity between provincial capitals are mixed. This is due to the number of direct and indirect routes between different airports. In terms of the connectivity matrix, direct connections become Soekarno Hatta International Airport at 30 direct connections (9,119%) while the lowest direct connections are Sultan Iskandar Muda International Airport and Tampa Padang Airport at 2 direct connections (0,608%). While in terms of direct or indirect routes based on alpha, beta and gamma index values, the highest alpha index value is Juanda International Airport at 0,921 and the lowest is Sultan Baabullah Airport at 0,175. The biggest beta value is Juanda International Airport at 2,676 and the lowest is Sultan Baabullah Airport at 0,294. The biggest gamma value is Juanda International Airport at 0,948 and the lowest is Sultan Baabullah airport at 0,458. Keywords: Connectivity, Index, Islands Region, Graph Theory.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Konektivitas, Indeks, Wilayah Kepulauan, Teori Grafik,Connectivity, Index, Islands Region, Graph Theory.
Subjects: A General Works > AI Indexes (General)
A General Works > AI Indexes (General)
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Jenny Kharismawaty
Date Deposited: 13 Aug 2020 07:31
Last Modified: 13 Aug 2020 07:31
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/77917

Actions (login required)

View Item View Item