Desain Apartemen Bertingkat Rendah Kelas Menengah Atas dengan Pendekatan Ekologi di Kota Batu

Pramatatya, Yoga (2020) Desain Apartemen Bertingkat Rendah Kelas Menengah Atas dengan Pendekatan Ekologi di Kota Batu. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
08111750070011-MASTHER_THESIS.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (17MB) | Request a copy

Abstract

Fenomena pesatnya pembangunan pada kawasan pariwisata seperti Kota Batu membuat semakin sempitnya lahan untuk mendirikan bangunan bertingkat yang bersifat hunian bertingkat rendah. Kota Batu salah satu Kota Pariwisata yang menawarkan wisata alam serta pemandangan alam pegunungan. Sebagi kota wisata dan kota di perbukitan, Kota Batu banyak sekali menarik wisatawan dengan ekonomi kelas menengah ke atas sedangkan kondisinya berkebalikan dengan ketersediaan hunian untuk ekonomi menengah ke atas yang masih kurang. Perancangan apartemen berfokus pada upaya-upaya memenuhi kebutuhan dan preferensi penghuni menengah ke atas terkait hunian apartemen dengan pendekatan ekologi. Desain bangunan yang biasanya monoton dan kaku, pada perancangan ini di desain agar dapat memberikan kenyamana khususnya untuk penghuni menengah ke atas yang memiliki karakteristik egois, suka kebebebasan dan tertarik dengan desain yang memiliki pembaharuan. Dengan konsep vertical forest, desain fasad bangunan dapat menjadi desain atraktif dan memiliki pembaharuan. Untuk memenuhi kebutuhan penghuni juga mempertimbangkan desain unit hunian, fasilitas apartemen dan ekologi pada desain bangunan. Dalam perancangan bangunan apartemen tingkat rendah, proses mengacu pada proses perancangan force based framework. Proses perancangan force based framework adalah proses yang melibatkan faktor-faktor arsitektural dan faktor diluar arsitektural yang digunakan untuk menentukan keputusan yang diambil dalam membentuk bentuk dan desain. Dalam hal ini, penghuni menengah ke atas sebagai faktor utama dan kemudian disesuaikan dengan needs penghuni menengah ke atas dalam mengambil keputusan desain. Perancangan ini menghasilkan desian skematik apartemen dengan pendekatan ekologi yang menerapkan color-changing façade pada fasad bangunan. Fasad bangunan juga berfungsi memberikan privasi pada penghuni menengah ke atas yang terintegrasi dengan desain hunian bangunan. Unit hunian mengurangi penggunaan dinding permanen dan luasan ruang keluarga yang lebih besar untuk menciptakan interaksi sosial dalam unit hunian atau interaksi sosial antar penghuni dengan balkon hunian. ================================================================================================================== The high development in tourism areas such as the City of Batu, making increasingly narrow land to erect tall buildings such as low-rise apartment. Building design does not pay attention to the impact of planning development. As a tourim attraction, Batu City attracts a lot of tourists from middle and upper economic class while housing demands buyed upper-class preference are still low. Apartments that are designed to adapt the needs and preferences of upper-middle-class apartment dwellers related to apartment occupancy using ecology. The building design which is usually monotonous and rigid, in this design is designed to be able to provide special comfort for residents of the upper-middle class who have selfish characteristics, like freedom, and are interested in designs that have renewal updates. With the concept of vertical forest, the design of the building facade can be attractive and has a renewed design. To adapt the needs of occupants also considers the design of residential units, apartment facilities, and ecology in the building design. In the design of low-rise apartment buildings, the process refers to the process of designing a force-based framework. The process of designing a force-based framework is a process that involves architectural factors and factors outside of architecture that is used to determine the decisions taken in shaping shapes and designs. In this case, upper-middle-class residents are the main factor and then adjusted to the needs of upper-middle-class residents in making design decisions. This design results in a schematic design of an apartment with an ecological approach that applies a color-changing façade to the building facade. The building facade also serves to provide privacy to the upper-middle-class residents integrated with the building's residential design. Residential units reduce the use of permanent walls and a larger area of family space to create social interaction within residential units or social interactions between residents with residential balconies.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: apartemen bertingkat rendah, penghuni menengah ke atas, pendekatan ekologi, color-changing facade, low rise apartment, upper-middle class user, ecological approach, color-changing facade
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD1391 Apartment houses
N Fine Arts > NA Architecture > NA2542.36 Sustainable architecture
N Fine Arts > NA Architecture > NA7115 Domestic architecture. Houses. Dwellings
T Technology > TH Building construction > TH880 Sustainable buildings. Sustainable construction. Green building
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Architecture > 23101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Yoga Pramatatya
Date Deposited: 13 Aug 2020 09:15
Last Modified: 13 Aug 2020 09:15
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/77922

Actions (login required)

View Item View Item