ARSITEKTUR PERILAKU SEBAGAI DOMAIN DALAM MERANCANG KANTOR RAMAH WANITA

Sonda, Ambun Salsabila Kandung (2020) ARSITEKTUR PERILAKU SEBAGAI DOMAIN DALAM MERANCANG KANTOR RAMAH WANITA. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
08111640000093-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Manusia hidup dalam sebuah lingkungan yang mampu mempengaruhi kondisi fisik maupun mental nya. Kondisi mental manusia akan menghasilkan sebuah respon fenomena yang disebut respon yang salah satunya adalah emosi yang dapat berkaitan dengan produktivitas. Wanita, dibanding pria, terbukti lebih sensitif. Masalah yang dialami wanita sangat beragam, dan kompleks. Permasalahan yang sering dialami oleh kaum wanita terjadi di berbagai bidang, seperti lingkungan, pekerjaan, keluarga, percintaan, dan sosial budaya. Tingkat stres yang tinggi pun membuat wanita lebih rentan mengalami penyakit mental, seperti kecemasan bahkan depresi. Arsitektur hadir untuk meningkatkan taraf kehidupan manusia, pada hal ini wanita. Dengan merancang ruang kantor yang didesain dengan pendekatan arsitektur perilaku para wanita saat di kantor dan arsitektur feminisme, serta dengan metode arsitektur metafora dan behavioral setting survei, diharapkan terancang sebuah kantor yang dapat mencegah stress, dapat membantu para pekerja bekerja dengan nyaman dalam berinteraksi dan bekerja, baik antara wanita dan wanita, wanita dan pria, pria dan pria, dan manusia dengan ruang berdasarkan behavior setting. Dengan demikian, para pekerja terutama wanita dapat menjadi lebih produktif dan bahagia dalam bekerja, sehingga efek-efek positif yang ditimbulkan dapat menyebar ke orang-orang sekitar. Human beings live in an environment which can affect their physical conditions and mental states. Human being’s mental states will produce a response, which is related to productivity. Woman is more sensitive than man. The problems that woman’s have is varies, and more complex. Problems womens faced happens in various fields, such as environment, work, family, romance, and social culture. These problems can lead to high stress levels. High level stress can make woman more prone to mental illness, such as anxiety and even depression. Architecture exists to improve the standard of human life, in this case, for women. By designing workplace that is designed with an approach of women’s behavior and feminism architecture, and by using methapor architectural method and behavioral setting survey, it is hoped that an office that designed could prevent stress and help workers work comfortably in interacting and working, both between women and women, men and women, men and men, and humans with space based on behavior settings. Thus, workers, especially women, can be more productive and happy at work, so that the positive effects can spread to the people around them.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Arsitektur Feminisme, Arsitektur Metafora, Arsitektur Perilaku, Stres, Wanita Architectural Behavior, Feminism Architecture, Metaphor Architecture, Stress, Women.
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture > NA1507.K45 Building, Wooden.
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Ambun Salsabila K. S
Date Deposited: 20 Aug 2020 03:28
Last Modified: 20 Aug 2020 03:28
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/78523

Actions (login required)

View Item View Item