Alpha Terpineol dari Minyak Terpentin dengan Proses Terpin Hydrate

Iskandar, Kornelius Kevin and Sahid, Fikran (2020) Alpha Terpineol dari Minyak Terpentin dengan Proses Terpin Hydrate. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02211640000092_02211640000169-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (54MB) | Request a copy

Abstract

Dalam era globalisasi ini, salah satu tanaman yang menjadi andalan Indonesia di perdagangan internasional adalah Pinus merkusii. Luas hutan pinus di Indonesia yang dikelola oleh Perhutani mencapai 166.000 ha. Gondorukem dan terpentin merupakan produk industri yang diproduksi menggunakan bahan baku getah pinus yang disadap dari pohon pinus. Terpentin dapat menghasilkan senyawa turunan yang nilai tambahnya lebih tinggi salah satunya α-terpineol. α-terpineol adalah senyawa turunan dari terpentin yang dihasilkan dari reaksi hidrasi dan isomerisasi α-pinene dengan katalis asam kuat dan pelarut hingga menghasilkan α-terpineol. Tingginya permintaan baik dalam maupun luar negeri membuat senyawa ini memiliki nilai jual yang tinggi dibanding senyawa asalnya yaitu terpentin. Saat ini di kawasan Asia Tenggara, hanya ada satu perusahaan yang memproduksi α-terpineol yaitu Perhutani Pine Chemical Industry (PPCI) yang merupakan anak perusahaan dari Perhutani. Namun, kapasitas produksinya hanya 1800 ton/tahun yang menyebabkan Indonesia harus impor α-terpineol dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Oleh karena itu, direncanakan pendirian pabrik α-terpineol dengan kapasitas produksi 5.780 ton/tahun. Proses pembuatan α-terpineol dari minyak terpentin ini dibagi menjadi tiga bagian proses utama yaitu pemisahan α-pinene dari minyak terpentin, reaksi hidrasi α-pinene menjadi α-terpineol dan pemisahan Carene dari campuran. Berdasarkan analisis ekonomi, waktu pengembalian modal (POT) adalah 9 tahun 1 bulan dan titik impas (BEP) sebesar 32,79 % melalui cara linear. Untuk memproduksi α-terpineol sebanyak 5.780 ton/tahun, diperlukan biaya total produksi per tahun (TPC) sebesar Rp. 900.413.983.141 dengan biaya investasi total (TCI) sebesar Rp. 1.144.434.217.852 dan total penjualan sebesar Rp 1.110.202.632.000. Dengan melihat aspek penilaian analisis ekonomi dan teknisnya, maka pabrik α-terpineol dari minyak terpentin ini layak untuk didirikan. ======================================================== In this era of globalization, one of the plants that are Indonesia's mainstay in international trade is Pinus merkusii. The area of ​​pine forests in Indonesia managed by Perhutani reaches 166,000 ha. Gondorukem and turpentine are industrial products that are produced using pine sap as raw material, tapped from pine trees. Turpentine can produce derivative compounds with higher added value, one of which is α-terpineol. α-terpineol is a compound derived from turpentine resulting from the hydration reaction and isomerization of α-pinene with strong acid catalyst and a solvent to produce α-terpineol. The high demand both at domestic and abroad makes this compound have a high selling value compared to the original compound, turpentine. Currently in Southeast Asia, there is only one company that produces α-terpineol, namely Perhutani Pine Chemical Industry (PPCI), which is a subsidiary of Perhutani. However, its production capacity is only 1800 tonnes / year which causes Indonesia to import α-terpineol from other countries to fulfill domestic needs. Therefore, it is planned to build an α-terpineol factory with a production capacity of 5,780 tons / year. The process of making α-terpineol from turpentine oil is divided into three main process parts, namely the separation of α-pinene from turpentine oil, the hydration reaction of α-pinene to α-terpineol and the separation of Carene from the mixture. Based on economic analysis, the payback period (POT) is 9 years and 1 month and the break-even point (BEP) is 32.79% through a linear method. To produce α-terpineol as much as 5,780 tons / year, it takes a total production cost per year (TPC) of IDR 900,413,983,141 with a total investment cost (TCI) of IDR 1,144,434,217,852 and total sales of IDR 1,110,202,632,000. By looking at the aspects of the economic and technical analysis assessment, the α-terpineol plant from turpentine oil is feasible to be established.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: α-terpineol, turpentine, Terpin hydrate, α-terpineol, terpentin, Terpin hydrate.
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Fikran Sahid
Date Deposited: 01 Sep 2020 03:47
Last Modified: 01 Sep 2020 03:47
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/78578

Actions (login required)

View Item View Item