Penggunaan Slag Steel Sebagai Pengganti Agregat Alam Pada Campuran Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) Pada Perkerasan Lentur

Kasaf, Michel (2020) Penggunaan Slag Steel Sebagai Pengganti Agregat Alam Pada Campuran Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) Pada Perkerasan Lentur. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03111850060013-Master-Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Agregat merupakan komponen terbesar dalam kontruksi lapisan aspal beton. Bentuk dan tekstur agregat sangat mempengaruhi kekuatan dan mutu beton aspal. Permintaan penggunaan agregat alam untuk pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia terus mengalami peningkatan. Di sisi lain, ketersediaan agregat alam memiliki keterbatasan. Untuk itu, perlu dilakukan suatu upaya yang dapat menemukan alternatif dari penggunaan agregat alam salah satunya adalah pemanfaatan limbah pemurnian baja (slag steel). Limbah sisa pemurnian baja (slag steel) termasuk dalam limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Limbah dari industri pemurnian baja ini terus mengalami penumpukan dikarenakan tidak adanya pemanfaatan yang berkelanjutan, oleh karena itu pemanfaatan limbah slag dalam pembangunan jalan sangat diperlukan guna meminimalisir terjadinya penumpukan yang dapat berdampak buruk terhadap lingkungan. Pada penelitian ini agregat slag steel digunakan sebagai pengganti agregat alam dengan persentase sebanyak 0%, 50%, 80% dan 100%. Pada tahapan awal dilakukan pengujian karakteristik agregat slag, pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah agregat yang digunakan memenuhi persyaratan sebagai bahan campuran aspal. Selanjutnya dilakukan pembuatan rancangan campuran dengan pengujian Marshall. Analisis karakteristik didapatkan dari pengujian Marshall berupa nilai kepadatan, Void In Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Asphalt (VFA), Flow, Stabillitas dan Marshall Quotient. Studi ini mengacu kepada Spesifikasi Bina Marga 2018. Hasil yang didapatkan penambahan 80% agregat slag dalam campuran menghasilkan stabilitas tertinggi yaitu sebesar 2320,19 Kg, dan stabilitas terendah terdapat pada variasi 100% agregat alam yaitu sebesar 1245,21 Kg. Stabilitas yang dihasilkan masih memenuhi nilai batas minimum spesifikasi Bina Marga 2018 yaitu sebesar 800 Kg. Sementara untuk nilai durabilitas dengan penambahan agregat slag steel kedalam campuran meghasilkan nilai yang lebih baik, durabilitas tertinggi terdapat pada variasi 50% slag steel yaitu sebesar 93,84% sedangkan durabilitas terendah terdapat pada variasi 100% agregat alam yaitu sebesar 90,54%. Nilai durabilitas setiap campuran telah memenuhi persyaratan Bina Marga 2018 yaitu ≥90%. ============================================================================================ Aggregates are the largest component in the construction of the asphalt concrete layer. The shape and texture of the aggregate greatly affect the strength and quality of the asphalt concrete. Demand for the use of natural aggregates for road infrastructure development in Indonesia continues to increase. On the other hand, the availability of natural aggregates has limitations. For that, it is necessary to make an effort that can find alternatives to the use of natural aggregates, one of which is the use of steel refining waste (slag steel). Waste from steel refining (slag steel) is included in B3 waste (Hazardous and Toxic Materials). Waste from the steel refining industry continues to accumulate due to the absence of sustainable use, therefore the use of slag waste in road construction is needed to minimize the buildup that can adversely affect the environment. In this study slag steel aggregates were used as substitutes for natural aggregates with a percentage of 0%, 50%, 80% and 100%. In the initial stages of testing the characteristics of slag aggregate, this test aims to determine whether the aggregate used meets the requirements as an asphalt mixture. Furthermore, making a mixture design with Marshall testing. Characteristic analysis was obtained from Marshall testing in the form of density values, Void In Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Asphalt (VFA), Flow, Stability and Marshall Quotient. This study refers to 2018 Bina Marga Specifications. The results obtained by adding 80% aggregate slag in the mixture produced the highest stability in the amount of 2320.19 kg, and the lowest stability was found in variations of 100% natural aggregate in the amount of 1245.21 kg. The resulting stability still meets the 2018 Bina Marga specification minimum limit of 800 kg. While the value of durability with the addition of slag steel aggregates into the mixture results in a better value, the highest durability is found in 50% slag steel variations that is equal to 93.84% while the lowest durability is found in variations of 100% natural aggregate that is equal to 90.54%. The durability value of each mixture meets the 2018 Bina Marga requirements of ≥90%.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: slag steel, marshall, stabilitas, durabilitas steel slag, marshall, stability, durability
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA441 Aggregates
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA443.A7 Asphalt
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Michel Kasaf
Date Deposited: 01 Sep 2020 07:05
Last Modified: 01 Sep 2020 07:05
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/78740

Actions (login required)

View Item View Item