Pengembangan Model Sistem Dinamik Untuk Meningkatkan Kualitas Jeruk Lokal (Studi Kasus: Jawa Timur)

Utami, Rizki (2020) Pengembangan Model Sistem Dinamik Untuk Meningkatkan Kualitas Jeruk Lokal (Studi Kasus: Jawa Timur). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
05211640000014_Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Konteks: Sub-sektor hortikultura menempati posisi yang strategis dalam pembangunan pertanian di Indonesia. Salah satu komoditas hortikultura adalah buah jeruk. Buah jeruk siam/keprok merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peranan penting di pasar luar maupun dalam negeri. Indonesia merupakan salah satu produsen jeruk keprok yang mempunyai potensi cukup besar untuk memenuhi permintaan konsumen di dalam dan di luar negeri, dimana salah satu sentra produksi terbesarnya yaitu Jawa Timur. Permasalahan: Banyaknya jeruk impor yang membanjiri pasar Indonesia menyebabkan jeruk lokal kalah saing di pasar. Penyebabnya yaitu kualitas jeruk lokal yang masih rendah. Untuk itu, upaya peningkatan kualitas jeruk lokal perlu dilakukan sehingga jeruk lokal dapat bersaing dengan dengan jeruk impor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas jeruk lokal di Jawa Timur dengan menggunakan pendekatan model sistem dinamik. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan permodelan sistem dinamik. Model sistem dinamik dipilih karena mampu mendefinisikan sistem hortikultura buah jeruk, serta mampu melakukan simulasi terhadap variabel-variabel yang berkaitan dengan sistem tanpa mengubah jalannya sistem. Kondisi eksisting sistem akan dibuat suatu model yang mampu melakukan simulasi terhadap variabel-variabel yang saling berhubungan. Setelah model terbentuk, selanjutnya melakukan penyusunan skenario untuk melakukan pengujian terhadap beberapa input yang berbeda untuk mengetahui dampak pada outputnya. Kemudian dari skenario yang dibuat tersebut dilakukan analisis hasil terhadap kondisi mana yang paling optimal terhadap tujuan sistem sehingga dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan permodelan sistem dinamik, dapat meningkatkan kualitas jeruk lokal sehingga dapat dikategorikan berkualitas baik. Dengan melakukan skenario pemupukan dan pemangkasan, diperoleh hasil peningkatan kualitas jeruk rata-rata 13 persen pada tahun 2020-2030. Kualitas jeruk pada skenario 2 menunjukkan hasil bobot rata-rata 8,42 atau berdasarkan bobot yang digunakan menunjukkan berkualitas baik. Nilai tambah: Penelitian tugas akhir ini bermanfaat untuk membantu pelaku usaha tani dalam mengetahui variabel apa saja yang memengaruhi peningkatan kualitas jeruk lokal serta memberikan rekomendasi yang dapat digunakan untuk pengembangan model kedepannya berdasarkan kajian literatur. ================================================================================================================== Context: The horticulture sub-sector occupies a strategic position in agricultural development in Indonesia. One horticultural commodity is citrus fruit. Siam fruit / tangerine is one of the horticultural commodities that have an important role in foreign and domestic markets. Indonesia is one of the tangerine producers that has a big enough potential to meet domestic and foreign consumer demand, where one of the biggest production centers is East Java. Problem: The large number of imported oranges that flood the Indonesian market causes local oranges to lose competitiveness in the market. The reason is that the quality of local oranges is still low. Therefore, efforts to improve the quality of local oranges need to be done so that local oranges can compete with imported oranges. Objective: This study aims to improve the quality of local oranges in East Java by using a dynamic system model approach. Method: The method used in this study uses dynamic system modeling. The dynamic system model was chosen because it is able to define the orange horticulture system, as well as being able to simulate variables related to the system without changing the course of the system. The existing condition of the system will be made a model that is able to simulate interconnected variables. After the model is formed, the next step is to develop a scenario to test several different inputs to determine the impact on the output. Then from the scenarios made, an analysis of the results of which conditions is most optimal for the objectives of the system is carried out in order to solve the existing problems. Results: The results of this study indicate that using dynamic system modeling can improve the quality of local oranges so that they can be categorized as good quality. By conducting a fertilization and pruning scenario, the results of an increase in the quality of oranges are obtained by an average of 13 percent in 2020-2030. The quality of oranges in scenario 2 shows the results of an average weight of 8.42 or based on the weights used it shows good quality. Value added: This final project research is useful to help farmers in finding out what variables affect the quality improvement of local oranges and provide recommendations that can be used to develop future models based on literature review.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Orange; Horticulture; Quality; Dynamic system; Model; Simulation;Jeruk; Hortikultura; Kualitas; Sistem Dinamis; Model; Simulasi
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T57.83 Dynamic programming
Divisions: Faculty of Information Technology > Information System > 57201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Rizki Utami
Date Deposited: 25 Aug 2020 04:01
Last Modified: 25 Aug 2020 04:01
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/78848

Actions (login required)

View Item View Item