Analisis Perencanaan Desain Sanitary Landfill dan Lapisan Dasar Tanah agar Mencegah Pencemaran Air Lindi (Leachate) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik-Gresik

Rosita, Salma (2020) Analisis Perencanaan Desain Sanitary Landfill dan Lapisan Dasar Tanah agar Mencegah Pencemaran Air Lindi (Leachate) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik-Gresik. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 03111640000044-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
03111640000044-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran Kabupaten Gresik mencatat timbunan sampah seluruh Kabupaten gresik sebesar 3.000 m3 atau sekitar 900 ton/hari. Hal ini tidak sebanding dengan kemampuan angkut 416 m3 atau sekitar 125 ton/hari. Dengan demikian, hanya 15-30 % per hari sampah yang terlayani. Salah satu aset daerah Kabupaten Gresik di bidang lingkungan hidup adalah Tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Ngipik yang mulai beroperasi sejak Maret 2003. Secara teori metode penimbunan yang diterapkan di TPA Ngipik adalah Sanitary Landfill dimana penutupan sampah dengan tanah yang dilakukan oleh alat berat seharusnya dilakukan setiap hari. Namun pada pelaksanaannya tidak demikian akibat terkendala beberapa hal terutama faktor operasionalisasi dari kendaraan dan alat berat di TPA. Minimum untuk desain dan konstruksi TPA limbah berbahaya yaitu angka permeabilitas in situ yang diperlukan kurang dari 1 x 10–9 meter / detik, tanah liat harus memiliki plastisitas tinggi dan distribusi ukuran partikel yang sesuai, tanpa partikel lebih besar dari 50 milimeter dalam dimensi apa pun. Sebagai alternatif dari tanah liat yang dipadatkan, liner tanah liat geosintetik dapat digunakan, asalkan itu digunakan dalam komposit dengan liner geomembran atasnya.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui angka hydraulic conductivity dan waktu rembesan air lindi dari beberapa desain lapisan dasar tanah, yaitu ketika menggunakan tanah insial yang dipadatkan ulang, compacted clay liner dan geosynthetic liner. Untuk mengetahui angka permeabilitas dan debit rembesan dilakukan tahap penganalisisan menggunakan aplikasi Geostudio (SEEP/W) yang ditinjau dari ketinggian sampah yang dapat ditampung dan musim yang terjadi pada Kabupaten Gresik.
Hasil dari Tugas Akhir ini, lokasi TPA Ngipik yang baru merupakan lokasi yang sesuai untuk Sanitary Landfill berdasarkan SNI 19-3241-1994 menunjukkan nilai total untuk lokasi TPA Ngipik adalah 680 atau 86 pada skala 100, dimana sudah melebihi dari nilai minimum yang disyaratkan untuk memilih lokasi dari yang di rencanakan. Dan dalam hasil analisis berdasarkan ketebalan 0,5-1,5 m tanah inisial yang didapatkan ulang maupun tanah inisial yang dikombinasikan dengan fly ash yang paling optimum untuk menahan air lindi adalah ketebalan 1,5 m. Sedangkan untuk permodelan penyusun geosynthetic liner yang digunakan didapatkan hasil yang optimum adalah dengan pemakaian dengan 2 lapis geomembrane HDPE. Sehinga, dari berbagai rencana permodelan lapisan Sanitary Landfill digunakan variasi menggunakan geomembrane HDPE. Rencana Anggaran Biaya untuk pelaksanaan lapisan dasar Sanitary Landfill menggunakan geomembrane HDPE sebesar Rp 2.094.544.000.
========================================================================================================================The Gresik Regency's Sanitation, Landscaping, and Fire Agency record the entire pile of garbage in the Gresik Regency of 3,000 m3 or around 900 tons/day. This is not comparable with the carrying capacity of 416 m3 or around 125 tons/day. Thus, only 15-30% per day of waste is served. One of the assets of the Gresik Regency in the environmental sector is the Ngipik landfill (TPA) which began operating in March 2003. In theory, the landfill method applied at the Ngipik landfill is a Sanitary Landfill where the closure of landfills with heavy soil should be done every day. However, the implementation was not the case due to constrained several things, especially the operational factors of vehicles and heavy equipment in the landfill. Minimum for hazardous waste landfill design and construction in situ hydraulic conductivity required less than 1 x 10-9 meters / second, clay must have high plasticity and suitable particle size distribution, without particles larger than 50 millimeters in any dimension. As an alternative to compacted clay, a geosynthetic clay liner can be used, provided it is used in composites with an upper geomembrane liner.
This research was conducted to determine the hydraulic conductivity rate and seepage time of Leachate water from several subgrade designs, namely when using reseal compacted soils, compacted clay liners, and geosynthetic liners. To find out the permeability and seepage discharge rates, an analysis step was performed using the Geostudio (SEEP / W) application in terms of the height of garbage that can be accommodated and the season occurring in Gresik Regency.
The results of this Final Project, the new Ngipik landfill site is a suitable location for Sanitary Landfill based on SNI 19-3241-1994 showing the total value for the Ngipik landfill site is 680 or 86 on a scale of 100, which has exceeded the minimum value required to select the location of what was planned. And in the results of the analysis based on the thickness of 0.5-1.5 m inisial soil recovered or inisial soil combined with the most optimum fly ash to hold Leachate water is a thickness of 1.5 m. As for the modeling of the geosynthetic liner, the optimum results are obtained by using two layers of HDPE geomembrane. So that, from various plans of modeling of Sanitary Landfill layers used variations using the HDPE geomembrane. The planned budget for the implementation of the Sanitary Landfill base layer using the HDPE geomembrane is Rp 2,094,544,000.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Tempat Pembuangan Akhir, Sanitary Landfill, tanah inisial, compacted clay liner, geosynthetic liner, TPA Ngipik Municipal Solid Waste Disposal, Sanitary Landfill, Inisial Soil, compacted clay liner, geosynthetic liner, Ngipik landfill
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA455.S6 Soil (Materials of engineering and construction)
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Salma Rosita
Date Deposited: 20 Aug 2020 09:01
Last Modified: 20 Aug 2020 09:01
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/79160

Actions (login required)

View Item View Item