Studi Kelayakan Dari Segi Ekonomi Pada Rencana Pembangunan Flyover Lenteng Agung - IISIP, Jakarta Selatan

Kusumanto, Biaggi Rafii (2020) Studi Kelayakan Dari Segi Ekonomi Pada Rencana Pembangunan Flyover Lenteng Agung - IISIP, Jakarta Selatan. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03111640000124-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (10MB) | Request a copy

Abstract

Kemacetan pada ruas Jalan Lenteng Agung Raya, Jakarta Selatan merupakan hal yang cukup sering terjadi, seperti saat pagi hari ketika masyarakat mulai berangkat menuju tempat aktivitasnya masing-masing dan juga saat sore hari ketika mereka kembali dari aktivitasnya. Penyebab kemacetan lainnya adalah adanya perlintasan rel kereta api yang sebidang dengan jalan, sehingga ketika kereta api sedang melintas maka otomatis kendaraan akan terhenti untuk mengantre dan menunggu kereta api selesai melintas. Dengan begitu maka pemerintah merencanakan pembangunan infrastruktur dengan harapan bisa mengurangi permasalahan kemacetan tersebut yaitu berupa flyover. Dengan adanya flyover diharapkan dapat mengurangi kemacetan tersebut. Dalam Tugas Akhir ini, akan dianalisis studi kelayakan dari rencana pembangunan flyover ini dari segi ekonominya dengan usia rencana 30 tahun berdasarkan data sekunder. Data tersebut nantinya akan diolah dan kemudian dilakukan analisis. Kelayakan lalu lintas dianalisis dengan membandingkan kinerja lalu lintas eksisting yaitu sebelum pembangunan dan nantinya sesudah dibangun flyover. Kinerja lalu lintas dianalisis dengan mengacu sesuai dengan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI), lalu kelayakan ekonominya akan dianalisis dari hasil perhitungan BCR (Benefit Cost Ratio) dan NPV (Net Present Value). Dan metode yang digunakan untuk analisis biaya operasional kendaraan (BOK) adalah Metode Jasa Marga, Ndlea, dan Metode Clarkson H. Oglesby & R. Gary Hicks. Berdasarkan perhitungan dan hasil analisis yang dilakukan, saat sebelum dibangun flyover didapatkan derajat kejenuhan arah Depok – Pasar Minggu, Pasar Minggu- Depok, Depok- Depok, dan Pasar Minggu - Pasar Minggu berurutan adalah 1,15, 1,07, 0,26, dan 0,38. Sedangkan setelah dibangun flyover menurun menjadi 0,96, 0,81, 0,25, dan 0,36. Untuk kelayakan dari segi ekonomi didapatkan nilai BCR sebesar 3,763 > 1 juga nilai NPV sebesar Rp969,848,224,093 > 0 sehingga pembangunan flyover ini dapat dikatakan layak secara ekonomi. ========================================================================================== Congestion on Jalan Lenteng Agung Raya, South Jakarta is a quite common thing, such as in the morning when people start leaving for their respective places of activity and also in the afternoon when they return from their activities. Another cause of congestion is the crossing of railroad tracks that are on the same level as the road so that when the train is passing the vehicle will automatically stop to queue and wait for the train to finish crossing. That way the government plans infrastructure development in the hope that it can reduce the congestion problem in the form of a flyover. With the flyover expected to reduce congestion. In this Final Project, a feasibility study of the flyover development plan will be analyzed in terms of its economy with a planning age of 30 years based on secondary data. The data will be processed and then analyzed. Traffic feasibility is analyzed by comparing the performance of existing traffic before construction and later after a flyover is built. Traffic performance is analyzed by referring to the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI), then the economic feasibility will be analyzed from the calculation of BCR (Benefit Cost Ratio) and NPV (Net Present Value). And the method used for the analysis of vehicle operating costs (BOK) is the Jasa Marga, Ndlea, and Clarkson H. Oglesby & R. Gary Hicks Method. Based on calculations and results of the analysis conducted, when before the flyover was built, the degree of saturation towards Depok - Pasar Minggu, Pasar Minggu-Depok, Depok-Depok, and Pasar Minggu - Pasar Minggu were respectively 1.15, 1.07, 0.26, and 0.38. Whereas after the flyover was built it decreased to 0.96, 0.81, 0.25 and 0.36. For economic feasibility, the Benefit-Cost Ratio (BCR) value is 3,763 > 1, as well as the Net Present Value (NPV) value, which is Rp969,848,224,093 > 0, so that the construction of this flyover can be said to be economically feasible.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Flyover, Congestion, Economic Feasibility, Railroad Crossing, Lenteng Agung-IISIP, Flyover, Kemacetan, Kelayakan Ekonomi, Perlintasan Rel Kereta Api, Lenteng Agung-IISIP
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Biaggi Rafii Kusumanto
Date Deposited: 21 Aug 2020 02:16
Last Modified: 21 Aug 2020 02:16
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/79287

Actions (login required)

View Item View Item