MODEL ANALITIS PENENTUAN STRATEGI BUNDLING PRODUK HORTIKULTURA DENGAN MEMPERHATIKAN FAKTOR KUALITAS PADA E-MARKETPLACE

Deiazalfa, Roos Nabila (2020) MODEL ANALITIS PENENTUAN STRATEGI BUNDLING PRODUK HORTIKULTURA DENGAN MEMPERHATIKAN FAKTOR KUALITAS PADA E-MARKETPLACE. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02411640000132-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Dalam menjual produk sayur dan buah pada e-marketplace, perusahaan memiliki gudang atau cold storage untuk menyimpan produk-produknya. Sayur dan buah ini disimpan untuk menjaga kualitas produk. Ketika terjadi transaksi, sayur dan buah yang dibeli akan diambil dari gudang untuk diantar ke konsumen akhir. Pada kenyataannya, e-marketplace produk buah dan sayur selalu membuang produk yang terlalu lama berada pada gudang dan sudah tidak layak untuk dijual, produk ini disebut produk breakage. Produk breakage terjadi karena sayur dan buah sudah melewati masa layak konsumsi sehingga tidak dapat dijual dan berujung untuk dibuang. Produk breakage adalah produk sayur dan buah yang slow-moving, meski berada pada gudang dengan suhu pendingin optimal, mutu produk tidak dapat tertolong hingga mempengaruhi performansi value produk breakage yang sudah melibihi standar perusahaan. Penelitian ini menggunakan market basket analysis dan markdown pricing policy untuk menerapkan strategi produk bundling dengan memerhatikan faktor kualitas. Produk bundling berisi dua produk dengan tingkat asosiasi tinggi untuk mendorong produk slow-moving terjual bersamaan dengan produk fast-moving. Harga jual produk bundling mengikutsertakan konsiderasi penurunan harga dari produk slow-moving dengan kualitas di bawah 80%. Terdapat tiga skenario produk bundling berdasarkan hasil analisis data transaksi pembeli, yaitu Semangka dan Pepaya, Melon Golden dan Jeruk Keprok, dan Melon Kingshow dan Pepaya. Performansi value produk breakage berhasil turun hingga 4% dengan menerapkan skenario produk bundling pertama, yaitu Semangka dan Pepaya. Meski dilakukan penjualan produk Semangka dengan harga diskon dan tanpa bundling, revenue yang didapat lebih rendah daripada dengan strategi bundling, sehingga penggunaan strategi produk bundling sekaligus penurunan harga diskon efektif untuk menekan value produk breakage dan memaksimalkan revenue perusahaan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD30.23 Decision making. Business requirements analysis.
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD38.5 Business logistics--Cost effectiveness. Supply chain management. ERP
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering
Depositing User: Roos Nabila Deiazalfa
Date Deposited: 21 Aug 2020 03:40
Last Modified: 21 Aug 2020 03:40
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/79608

Actions (login required)

View Item View Item