Analisa Penurunan Kebisingan di Kamar Mesin Kapal Dengan Modifikasi dan Redesign Tata Letak Konponen di Sumber Bunyi Kapal Natuna Express

Saputra, Rian (2020) Analisa Penurunan Kebisingan di Kamar Mesin Kapal Dengan Modifikasi dan Redesign Tata Letak Konponen di Sumber Bunyi Kapal Natuna Express. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
04211640000020-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Kebisingan adalah berbagai macam suara yang tidak dikehendaki karena tidak sesuai dengan konteks ruang dan waktu sehingga menggangu kenyamanan dan merusak kesehatan manusia. Pengukuran tingkat kebisingan bertujuan untuk mengetahui kebisingan yang terjadi di kapal khusunya ruang kamar mesin yang merupakan sumber kebisingan tertinggi yang terdapat dari semua bagian di kapal. Maka dari itu diperlukan adanya sebuah terobosan yang tepat apabila tingkat kebisingan yang terjadi belebihi batas yang ditetapkan oleh peraturan yang berlaku seperti IMO, ABS dan LR. Pada modifikasi ini digunakan software yang pertama untuk redesign tata letak dan kedua untuk menganalisa tingkat kebisingan setelah diberikan beberapa modifikasi. Dari haril pengukuran sebelumnya yang dilakukan oleh (Mirfak,2019) tingkat kebisingan di kamar mesin melebihi batas yang ditetapkan oleh IMO, LR dan ABS sebesar 110 dB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dan sebelum dimodifikasi mengalami penurunan kebisingan di kamar mesin. Setelah melakukan modifikasi pada tata letak pada kamar mesin diperoleh 2 modifikasi. Pada modifikasi I diperoleh hasil dengan kondisi kamar mesin saat main engine ON dan generator ON adalah sebesar 106,5 dB dan mengalami penurunan kebisingan sebesar 8,9 dB dengan batas maksimal 107,7 dB dan batas minimal 105,3 dB. Sementara itu pada saat kondisi main engine OFF dan generator ON adalah sebesar 88,6 dB dan mengalami penurunan sebesar 10,9 dB dengan batas maksimal 108,7 dB dan batas minimal sebesar 89,2 dB. Hasil dari pengukuran kebisingan sudah sesuai dengan nilai ambang batas yang ditetapkan oleh standar internasional maupun class, yaitu sebesar 110 dB. Pada modifikasi II dengan kondisi kamar mesin saat main engine ON dan generator ON adalah sebesar 105,2 dB dan mengalami penurunan kebisingan sebesar 10,2 dB dengan batas maksimal 107 dB dan batas minimal 103,4 dB. Sementara itu pada saat kondisi main engine OFF dan generator ON adalah sebesar 88,4 dB dan mengalami penurunan sebesar 11,1 dB dengan batas maksimal 90,2 dB dan batas minimal sebesar 86,5 dB. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kebisingan juga dapat diakibatkan dari posisi komponen yang saling berdekatan yang menyebabkan kebisingan total lalu dengan memodifikasi tata letak dengan memperlebar jarak antar sumber kebisingan terbesar dapat mengurangi sumber kebisingan itu sendiri. ================================================================================================================= Noise is a variety of unwanted sounds because it is not in accordance with the context of space and time so that it disrupts comfort and damages human health.Noise level measurement aims to determine the noise that occurs on the ship especially the engine room which is the highest source of noise found in all parts of the ship. Therefore an appropriate alternative system is planned if the noise level that occurs exceeds the limits set by applicable regulations such as IMO, ABS and LR. In this modification, the first software is used to redesign the layout and secondly to analyze the noise level after some modifications are given. From the previous measurement results carried out by (Mirfak, 2019) the noise level in the engine room exceeds the limits set by IMO, LR and ABS by 110 dB.The results showed that after and before modification experienced a decrease in noise in the engine room. After making modifications to the layout in the engine room obtained 2 modifications. In modification I, the results obtained with the engine room conditions when the main engine ON and generator ON is 106.5 dB and decreased noise by 8.9 dB with a maximum limit of 107.7 dB and a minimum limit of 105.3 dB. Meanwhile, when the main engine condition is OFF and the generator is ON is 88.6 dB and has decreased by 10.9 dB with a maximum limit of 108.7 dB and a minimum limit of 89.2 dB. The results of noise measurements are in accordance with the threshold value set by international and class standards, which is 110 dB. In modification II, the engine room condition when main engine is ON and generator ON is 105.2 dB and noise reduction is 10.2 dB with a maximum limit of 107 dB and a minimum limit of 103.4 dB. Meanwhile, when the main engine condition is OFF and the generator is ON is 88.4 dB and has decreased by 11.1 dB with a maximum limit of 90.2 dB and a minimum limit of 86.5 dB From these results it can be concluded that noise can also be caused by the position of the components that are close together which causes total noise then by modifying the layout by widening the distance between the largest noise sources it can reduce the noise source itself.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering
V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM381 Passenger ships
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Saputra Rian
Date Deposited: 23 Aug 2020 06:44
Last Modified: 23 Aug 2020 06:44
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/80710

Actions (login required)

View Item View Item