PRA DESAIN PABRIK PEMBUATAN GARAM INDUSTRI DARI AIR REJECT REVERSE OSMOSIS

Imaduddin, Dzikri and Amal, Riskita Musdalifah (2020) PRA DESAIN PABRIK PEMBUATAN GARAM INDUSTRI DARI AIR REJECT REVERSE OSMOSIS. Undergraduate thesis, Institut Technologi Sepuluh Nopember Surabaya.

[img] Text
02211540000031_02211540007001_Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Garam merupakan salah satu senyawa anorganik yang berbentuk kristal berwarna bening seperti kaca, larut dalam air dan bersifat higroskopis serta dapat berbentuk kubus ataupun kristal. Mempunyai rumus molekul NaCl (Natrium Chlorida) dan berat molekul 58,45 gr/mol. Garam umumnya digunakan sebagai bahan pangan dan bahan baku bagi industri dalam negeri. Produksi garam Indonesia secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu garam yang berasal atau diproduksi oleh PT. Garam (Persero), garam yang berasal dari rakyat yang disebut dengan garam rakyat dan garam impor. Pada saat ini, kegunaan garam semakin luas seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Terutama dalam penggunaan Garam Industri yang digunakan untuk menyokong perindustrian di Indonesia. Produksi garam nasional hingga saat ini hanya mampu memenuhi kebutuhan garam dalam negeri dari segi konsumsi saja, sementara untuk kebutuhan garam industri dipenuhi dari impor. Untuk itu diperlukan upaya untuk memenuhi kebutuhan garam industri salah satunya dengan pendirian pabrik garam industri. Pembuatan garam industri pada umumnya menggunakan bahan baku air laut dengan penggunaan berbagai tekologi pengolahan garam. Namun, mengingat kebutuhan garam industri terbesar ada pada industri Petrokimia, maka kami berupaya merancang pabrik garam industri dengan sumber daya yang ada di industri tersebut, salah satunya yakni PT. Petrokimia Gresik. Pada pabrik PT. Petrokimia Gresik, air yang digunakan untuk utilitas pabrik berkapasitas sebesar 3200 m3/jam. Air yang digunakan untuk utilitas pabrik ini, akan menghasilkan air limbah (reject) dari proses Reverse Osmosis (R.O). Sehingga air reject reverse osmosis ini sangat berpotensi sebagai feed untuk perancangan pabrik kami. Selain mengandung garam yang cukup tinggi kebutuhan garam industri pada PT Petrokimia Gresik cukup tinggi. Harapannya perancangan pabrik ini dapat memenuhi seluruh kebutuhan garam industri di PT Petrokimia Gresik dengan menggunakan Air Reject Reverse Osmosis dan juga dapat mengurangi impor garam industri di Indonesia. Proses pembuatan garam industri dari air laut dibagi menjadi 3 (tiga) tahapan yaitu tahap pemurnian bahan baku, tahap penguapan dan pengkristalan dan tahap pengendalian produk.Tahap pertama dalam proses pembuatan garam industri dari bahan baku air reject reverse osmosis ini yaitu air reject reverse osmosis ditampung didalam bak penampung untuk menghilangkan bahan bahan pengotor yang berasal dari bak penampungan Kemudian ditambahkan agen flokulasi untuk membentuk flok-flok dari pengotor dan terendap. Air reject RO yang telah diendapkan di dalam Clarifier kemudian dialirkan menuju Evaporator. Tahap kedua produk larutan air reject R.O yang telah melewati proses pemurnian kemudian selanjutnya dialirkan multi-effect evaporator (V-310). Multiple-effect evaporator dioperasikan pada kondisi vakum. Evaporator beroperasi pada tekanan 0.5 atm. Vapor yang dihasilkan oleh evaporator akan dialirkan menuju Baromatic Condenser untuk mencairkan vapor dan dialirkan menuju Hot Well sebagai kondensat dengan bantuan Steam Jet Ejector. Pada evaporator terjadi penguapan air, yang menyebabkan konsentrasi NaCl dalam air naik melebihi solubility-nya, sehingga konsentrasinya turun sampai 20%.. Produk dari Evaporator yang berupa slurry akan dialirkan menuju Crystallizer yang berfungsi untuk membentuk kristal NaCl. Kristal NaCl yang terbentuk selanjutnya akan dipisahkan mother liquor dengan kristal NaCl yang telah terbentuk pada alat Centrifuge. Kristal garam yang terbentuk selanjutnya dialirkan menuju Rotary Dryer untuk dilakukan proses pengeringan kristal garam sedangkan mother liquor akan dialirkan ke waste water treatment. Di Rotary Dryer terjadi proses pengeringan kristal garam pada suhu 120oC pada tekanan 1 atm serta adanya udara panas dari Heater dengan bantuan Blower sebagai sumber udara dimana proses pengeringan dengan menggunakan udara panas dilakukan secara counter current (berlawanan). Padatan yang terbawa oleh udara panas akan dialirkan menuju Cyclone untuk dilakukan pemisahan antara udara dengan padatan. Padatan yang terpisah oleh udara bersih akan diumpankan secara bersamaan dengan produk bawah dari Rotary Dryer menuju ke Belt Conveyor. Sementara untuk udara bersih yang telah terpisah oleh padatan akan dikeluarkan dari Cyclone untuk kemudian menjadi gas buang dengan menggunakan Exhaust Fan. Pada tahap ketiga produk dari Rotary Dryer dan kristal garam yang telah terpisah dari udara selanjutnya akan dialirkan menuju Crusher dengan menggunakan Bucket Elevator. Kristal garam diumpankan menuju Crusher berfungsi untuk menghaluskan kristal garam hingga menjadi sangat kecil. Kristal garam yang telah dihancurkan tersebut kemudian akan ditampung pada tangki produk. Berdasarkan perhitungan neraca massa, untuk memenuhi kapasitas produksi garam industri sebanyak 100.000 ton/tahun dibutuhkan bahan baku garam rakyat sebanyak 171.194,709 kg/jam atau 1.355.862,095 ton/tahun air laut. Proses produksi juga didukung oleh utilitas proses, antara lain kebutuhan air yang digunakan untuk sanitasi dan air proses, listrik sebagai sumber tenaga penggerak peralatan proses dan penerangan, serta bahan bakar untuk sumber energi boiler. Pabrik garam industri dari air reject reverse osmosis ini akan beroperasi selama 330 hari/tahun dengan kapasitas 100.000 ton/tahun. Dimana diperlukan total moda investasi (TCI) sebesar Rp 3.023.902.324.966,41 dan total biaya produksi sebesar Rp 173,865,442,474.71 dengan estimasi hasil penjualan per tahun Rp 721.875.000.000. Dengan estimasi umur pabrik 10 tahun dan waktu pengembalian pinjaman selama 10 tahun,dapat diketahui internal rate of return (IRR) sebesar 24,05 % dimana IRR lebih besar dari suku bunga bank sebsar 9,75%. Hasil pay out time (POT) 3,6 tahun dan break even point (BEP) sebesar 25,53% dengan project life 10 tahun dan massa kontruksi 2 tahun yang akan didirikan mulai beroperasi pada tahun 2023. Dengan melihat penilaian-penilaian diatas serta beberapa parameter teknisnya, maka pabrik garam industri dari air reject reverse osmosis layak didirikan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Petrokimia, Garam industri, air reject RO, reverse osmosis, water reject reverse osmosis, multiple effect evaporator
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
T Technology > TP Chemical technology > TP156 Crystallization. Extraction (Chemistry). Fermentation. Distillation. Emulsions.
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Dzikri Imaduddin
Date Deposited: 25 Aug 2020 02:28
Last Modified: 25 Aug 2020 02:28
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/80904

Actions (login required)

View Item View Item