Ekstensifikasi Irigasi D.I. Boto Di Kecamatan Semanding Tuban Berbasis Ketersediaan Air Di Sungai Gembul

Kinanti, Adinda Ayu (2020) Ekstensifikasi Irigasi D.I. Boto Di Kecamatan Semanding Tuban Berbasis Ketersediaan Air Di Sungai Gembul. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
10111610000012-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara agraris di dunia. Indonesia memiliki lahan pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan melakukan ekspor untuk negara-negara di sekitar. Namun , tidak semua daerah di Indonesia terindikasi sebagai daerah yang mampu menghasilkan sumber tanam sendiri. Salah satu daerah yang kurang produktif dalam pengembangan irigasi adalah Kabupaten Tuban. Kabupaten Tuban adalah salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang berada di wilayah paling Barat dengan luas wilayah 183.994,561 Ha. Dari data Rencana Tata Ruang Wilayah 2012-2032 Kabupaten Tuban , dapat dilihat bahwa luas lahan yang dimanfaatkan untuk pertanian di Kabupaten Tuban baru sebesar ±6% dari keseluruhan luas wilayah kabupaten. Dengan kondisi topografi perbukitan batu gamping dengan struktur geologi artiklin besar memanjang dari arah barat ke timur. Hal ini mengindikasikan bahwa tanah di Kabupaten Tuban cenderung terdiri dari bahan kapur yang kurang optimal untuk dijadikan sebagai lahan pertanian. Selain itu, dengan kondisi daerah yang pegunungan kering, membuat air yang mengalir di daerah Tuban tidak tertahan ,namun langsung melimpah ke daerah dibawahnya. Oleh karena itu dibutuhkan analisa terkait proses penyimpanan cadangan air yang maksimum , sehingga dapat mengatasi kekeringan yang terjadi, serta dapat meningkatkan produktivitas tanam pertanian di Kabupaten Tuban. Dalam menganalisa proses penyimpanan cadangan air, disertai dengan pengembangan luas lahan tanam serta optimasi luasannya, sehingga diperoleh hasil analisa yang optimum dan realistis. Diawali dengan analisa data sekunder untuk menentukan berapa kebutuhan air tanam dan air baku, mendapatkan debit sungai yang ada dan menentukan lahan tanam yang mungkin untuk dijadikan lahan pengembangan daerah irigasi eksisting. Optimasi yang dilakukan menggunakan metode linier dengan orientasi pada keuntungan maksimum setiap hektar tanam. Hasil optimasi yang berupa kebutuhan bangunan penampung air diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk pertimbangan pembangunan waduk agar kebutuhan air terpenuhi dan dapat digunakan secara optimal. Hasil analisa yang diperoleh adalah debit air yang tersedia diestimasi dengan metode Rasional selama 15 tahun, debit andalan terbesarnya adalah 5,156 m³/detik dan debit andalan terkecil adalah sebesar 0,000 m³/detik. Luas lahan yang dianjurkan sebagai dasar perencanaan pengembangan lahan tanam lahan hasil Optimasi Tanam 4 seluas 1040,147 Ha dengan keuntungan bersih tahunan per hektar sebesar Rp48.728.987. Dari perhitungan kebutuhan air dan debit air yang tersedia, volume tampungan air yang dibutuhkan adalah sebesar 18.406.240 m³. Dengan sistem penyaluran air pembawa dapat dilihat pada Lampiran. ============================================================================================================================= Indonesia is one of the agrarian countries in the world. Indonesia has agricultural land that can be utilized to meet domestic food needs and export to countries around it. However, not all regions in Indonesia are indicated as regions that are capable of producing their own planting resources. One regency that is less productive in irrigation development is Tuban Regency. Tuban Regency is one of the regencies in East Java in the westernmost region with an area of 183,994,561 Ha. From the 2012-2032 Regional Spatial Plan data for Tuban Regency, it can be seen that the area of land used for agriculture in Tuban Regency is only ± 6% of the total area of the regency. With the topographic condition of limestone hills with a large artyclinic geological structure extending from west to east. This condition indicates that land in Tuban Regency tends to consist of less than optimal lime material to be used as agricultural land. In addition, with the dry mountainous conditions, making the water flowing in the Tuban area is not restrained, but directly overflows into the area below. Therefore we need an analysis related to the maximum storage process of water reserves, so that it can overcome the drought that occurs, and can increase agricultural productivity in Tuban Regency. In analyzing the process of storing water reserves, accompanied by the development of planted land area and optimization of its area, so that optimum and realistic analysis results are obtained. Beginning with secondary data analysis to determine how much need for planting water and raw water, obtain the existing river discharge and determine the planting land that may be used as land for the development of existing irrigation areas. The optimization is done using a linear method with orientation to the maximum profit per hectare planted. Optimization results in the form of water reservoir building needs are expected to be used as a basis for consideration of reservoir construction so that water needs are met and can be used optimally. The analysis results obtained are the available water discharge being estimation by the Rational method for 15 years, the largest main discharge is 5,156 m³ / sec and the smallest mainstay discharge is 0.000 m³ / sec. The area of land is recommended as a base for the planning of planting land development there is land resulting from Optimization of Planting 4 covering 1040,147 Ha with net profit per hectare amounting to Rp48.728.987. From the calculation of water requirements and available water discharge, the volume of water reservoir needed is 18.406.240 m³. With the carrier water distribution system, it can be seen in the Appendix.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Irrigation Extensification, preservation of river water, Optimization of Planting, Ekstensifikasi irigasi, Pengawetan Air Sungai, Optimasi Tanam
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC167 Dams, reservoirs
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC812 Irrigation
Divisions: Faculty of Vocational > Civil Infrastructure Engineering
Depositing User: Adinda Ayu Kinanti
Date Deposited: 28 Aug 2020 03:03
Last Modified: 28 Aug 2020 03:03
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/81319

Actions (login required)

View Item View Item