Penerapan Manajemen Risiko Proyek XYZ Menggunakan Pendekatan Failure Mode Effect Analysis dan Hybrid Fuzzy Multi Criteria Decision Making

Pasaribu, Ricardo (2021) Penerapan Manajemen Risiko Proyek XYZ Menggunakan Pendekatan Failure Mode Effect Analysis dan Hybrid Fuzzy Multi Criteria Decision Making. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
09211850016010-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 March 2023.

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Kebutuhan pasokan listrik di negara berkembang seperti Indonesia, khususnya pada daerah Ibukota dan sekitarnya semakin meningkat. Peningkatan kebutuhan pasokan listrik tersebut tidak disertai dengan kapasitas produksi listrik yang dimiliki oleh Unit Pembangkit Listrik yang telah mengalami penurunan performa peralatan dikarenakan usia peralatan yang semakin tua. Oleh karena itu, PT XYZ yang begerak di industri bisnis pembangkitan listrik merancangkan proyek XYZ yang diharapkan untuk mendukung pasokan kebutuhan pasokan listrik daerah Ibukota yang semakin meningkat. Namun, pelaksanaan proyek mengalami keterlambatan dari target yang telah ditetapkan.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko dan merumuskan lmitigasi risiko prioritas untuk mencegah risiko keterlambatan proyek pembangkit listrik dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) serta Hybrid Fuzzy Multi Criteria Decision Making (MCDM) seperti Fuzzy Decision Making Trial Evaluation dan Laboratory beserta Analytic Network Process. Dari hasil penelitian dapat diidentifikasi adanya 24 kejadian risiko dan melalui perhitungan Risk Priority Number dengan metode FMEA diketahui terdapat risiko prioritas yang harus diperhatikan pada tiap tahap proyek yaitu Tuntutan pembebasan lahan oleh masyarakat, kurangnya kompetensi konsultan supervisi desain, material yang datang tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak dan peraturan berlaku, terjadinya kecelakaan kerja, dan sinkronasi pembangkit listrik mengalami kegagalan. Oleh karena itu, melalui metode Hybrid Fuzzy MCDM, mitigasi risiko yang perlu dilakukan untuk menangani risiko-risiko prioritas tersebut adalah melakukan sosialisasi melalui perangkat desa setempat sebelum dilakukan pembebasan lahan, melakukan monitoring serta evaluasi performa konsultan secara berkala, melakukan inspeksi atau Factory Acceptance Test (FAT) kepada pabrikan baik yang dilakukan langsung oleh owner maupun melalui pihak ketiga, melakukan Audit Contractor Safety Management System, dan implementasi technical inspection rutin untuk memastikan kondisi yang tercantum dalam kajian atau dokumen engineering proyek masih relevan. ===================================================================================================== The demand for electricity supply in developing countries such as Indonesia, especially in the capital city area, is increasing. The increase in demand for electricity supply is not supported by electricity production capacity power plant unit which has experienced siginificant decline in its equipment performance due to aging. Therefore, XYZ Project which is expected to support the increasing demand of electricity in Indonesia’s capital area. However, the implementation of the project has been delayed from the target. This study aims to perform risk analysis on each stage of the project which is influenced to the delay of power plant project. Furthermore, this study uses Failure Mode and Effect Analysis method and Hybrid Fuzzy Multi Criteria Decision Making (MCDM) such as Fuzzy Decision Making Trial Evaluation and Laboratory and Analytic Network Process to identify risk priority and find out priority of risk mitigation steps that need to be implemented. The result found that priority risk factors which significantly contribute to delay of power plant project for each stage of project are land acquisition dispute, incompetence of plant design consultant, non-conforming material or engines, work accident, and power plant synchronization failure. Therefore, by using Hybrid Fuzzy MCDM method, the risk mitigation steps that should be implemented to reduce risk of delay are by implementing socialization of land acquisition, design consultant performance monitoring, factory acceptance test, contractor safety management system audit, and inspection for synchronization stage preparation.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Manajemen Proyek, Manajemen Risiko, Pembangkit Listrik, Multi Criteria Decision Making, Risk Management; Project Management; Power Plant; Multi Criteria Decision Making.
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD30.23 Decision making. Business requirements analysis.
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management
T Technology > T Technology (General) > T56.8 Project Management
Divisions: Faculty of Creative Design and Digital Business (CREABIZ) > Technology Management
Depositing User: Ricardo Pasaribu
Date Deposited: 09 Feb 2021 05:54
Last Modified: 09 Feb 2021 05:54
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/82628

Actions (login required)

View Item View Item