Faktor Penentu Keberhasilan Pengadaan Barang dan Jasa Pada Proyek Konstruksi Pemerintah di Kota Surabaya

Safitri, Fikca Ayuk (2021) Faktor Penentu Keberhasilan Pengadaan Barang dan Jasa Pada Proyek Konstruksi Pemerintah di Kota Surabaya. Masters thesis, Instiitut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03111850030012-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 April 2023.

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP) merupakan mekanisme seleksi dan pemilihan barang dan jasa untuk kebutuhan pembangunan sehingga baik dan tidaknya hasil, akan sangat dipengaruhi kesuksesan pada tahapan ini. Seiring dengan perkembangan teknologi, pengadaan konvensional mengalami reformasi menjadi pengadaan elektronik atau e-procurement yang dimaksudkan untuk mengurangi praktik kecurangan yang marak terjadi di sektor industri konstruksi. Namun, meski e-procurement telah diimplementasikan, belum ada jaminan bahwa PBJP tidak dilanda berbagai penyimpangan karena adanya praktek kecurangan maupun belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip pengadaan. Kota Surabaya merupakan salah satu pelopor dalam penerapan e-procurement di Indonesia sejak 2004. Namun meski demikian, belum berarti implementasi e-procurement saat ini sudah tidak ada celah atau kekurangan sama sekali. Masih dijumpai beberapa kasus di mana proyek mengalami keterlambatan yang berdampak pada terganggunya kepentingan masyarakat luas dalam hal pelayanan maupun dampak negatif dari pelaksanaan di mana hal tersebut salah satunya sangat dipengaruhi oleh kinerja proses pengadaan barang dan jasa. Melihat pentingnya fungsi pengadaan, penelitian ini dimaksudkan untuk mencari hubungan faktor penentu keberhasilan pengadaan dan seberapa besar kekuatan hubungan antar faktornya. Selain itu, penelitian ini juga dimaksudkan untuk mendapatkan faktor yang paling dominan serta model penelitian yang dapat digunakan dalam memprediksi keberhasilan PBJP. Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, penelitian ini menggunakan korelasi dan analisis regresi linier berganda. Dimana, analisis korelasi dimaksudkan untuk menguji hubungan dan menerangkan kuatnya hubungan antar faktornya. Sedangkan analisis regresi linier berganda digunakan sebagai analisis lanjutan dalam memperoleh faktor apa yang paling dominan dalam mempengaruhi keberhasilan PBJP. Penelitian ini menggunakan 10 variabel penelitian sebagai faktor penentu keberhasilan antara lain, standar teknologi, integrasi sistem, keamanan dan otentikasi, kepemimpinan, kebijakan dan peraturan, rencana ulang proses, perencanaan dan manajemen, keterlibatan penyedia, dan kesediaan penggun serta keberhasilan PBJP. Data penelitian berasal dari stakeholder yang terlibat dalam PBJP konstruksi di Kota Surabaya. Sebanyak 115 responden digunakan dari sektor industri konstruksi seperti kontraktor, konsultan, dan stakeholder untuk kemudian dianalisis dalam mencapai tujuan penelitian. Dari hasil analisis didapatkan bahwa secara bersama-sama (simultan) semua faktor berpengaruh terhadap keberhasilan PBJP. Sedangkan secara parsial, kontribusi faktor keamanan dan otentikasi, kepemimpinan, kebijakan dan peraturan, rencana ulang proses, serta perencanaan dan manajemen merupakan faktor yang paling dominan dalam keberhasilan PBJP. Besarnya kontribusi dari kesembilan faktor terhadap keberhasilan PBJP adalah 58,8%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini. ====================================================================================================== Public Procurement (PBJP) is a mechanism for selecting goods and services for development needs so that good or bad results depend on this process. Along with technological developments, conventional procurement is undergoing reforms to existing electronic procurement or electronic procurement to reduce fraudulent practices that are common in the construction industry sector. However, even though e-procurement has been implemented, there is no guarantee that PBJP will not be hit by various irregularities because it is not in accordance with procurement principles. The city of Surabaya has been one of the pioneers in the implementation of e-procurement in Indonesia since 2004. However, this does not mean that the current implementation of e-procurement has no gaps or shortcomings at all. There are still a number of cases where the project has experienced obstacles that impact on the disruption of the interests of the wider community in terms of services and implementation by ineffective procurement. Seeing the importance of the procurement function, this research was conducted to determine the relationship between the determinants of procurement and the size of the relationship between these factors. In addition, this research is also used as a support to find the most dominant factor in procurement success. Furthermore, we will obtain a research model that can be used to predict the success of public procurement. Based on the objectives to be achieved, this study uses a computer and multiple linear regression analysis. Where the analysis is carried out to test the relationship and explain the strength of the relationship between factors. Meanwhile, multiple linear regression analysis is used as a follow-up analysis to determine what factors are most dominant in influencing public procurement. This study uses 10 research variables as critical success factors, including technology standards, system integration, security and authentication, leadership, policies and regulations, process re-planning, planning and management, provider involvement, user willingness, and procurement success. Research data comes from stakeholders involved in the development of public procurement in Surabaya City. A total of 115 respondents were used from the construction industry sector such as contractors, consultants and stakeholders to be analyzed in order to achieve research objectives. From the analysis, it is known that together (simultaneously) all the factors influence of public procurement. While partially the contribution of security and authentication factors, leadership, policies and regulations, process re-planning, and planning and management are the most dominant factors in the formulation of public procurement. The size of the contribution of the nine factors of public procurement success is 58.8%, while the assumptions of other variables are outside this study.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: public procurement, success factors, correllation analysis, multiple regression pengadaan pemerintah, faktor sukses, analisis korelasi, analisis regresi berganda
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD39.5 Industrial procurement.
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Fikca Ayuk Safitri
Date Deposited: 02 Mar 2021 04:37
Last Modified: 02 Mar 2021 04:37
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/83085

Actions (login required)

View Item View Item