Gua Sensori: Perancangan Pusat Edutainment sebagai Representasi Anti-Ableism

Shafira, Akira Nuril (2021) Gua Sensori: Perancangan Pusat Edutainment sebagai Representasi Anti-Ableism. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
08111640000064-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 April 2023.

Download (12MB) | Request a copy

Abstract

Ketunanetraan adalah salah satu bentuk disabilitas fisik yang hingga saat ini masih cenderung dipandang negative, baik di lingkup medis maupun masyarakat. Pemahaman negatif ini karena masyarakat umumnya mendefinisikan dan memperlakukan penyandang disabilitas berdasarkan pada pola pikir yang didominasi oleh konsep normalitas yang berimplikasi pada perilaku ableism terhadap penyandang disabilitas. Oleh karena itu, tunanetra harus menghadapi berbagai macam bentuk hambatan di kehidupan sehari-hari, salah satunya yaitu dari aspek arsitektur. Lingkungan terbangun yang mewadahi aktivitas mereka seringkali dirancang dengan elemen visual sebagai fokus utamanya, sehingga menimbulkan terjadinya sebuah fenomena yang disebut visual bias pada arsitektur atau ocularcentrism. Konsep gua sensori memuat narasi yang disusun secara sekuensial untuk membentuk sebuah cerita yang dapat merubah pola pikir ableisme. Melalui gua sensori, bangunan menciptakan pengalaman melalui kualitas ruang gua yang terkoneksi dengan alam. Oleh karena itu, bangunan ini mengaplikasikan pendekatan desain multisensori sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran orang yang tidak memiliki keterbatasan penglihatan mengenai bagaimana dunia tunanetra yang penuh dengan persepsi. Fungsi bangunan edutainment center yang berbasis edukasi dan entertainment mendukung kebutuhan pengguna agar bebas bereksplorasi dalam memaknai sebuah ruang, tempat, dan objek tanpa banyak melibatkan indera penglihatan. ====================================================================================================== Blindness is a form of physical disability that often seen as negative, both in the medical sphere and society. This negative understanding is because society generally defines and treats persons with disabilities based on a mindset which is dominated by the concept of normality which led to ableism behavior. Therefore, blind and visually impaired people have to face various forms of obstacles in everyday life, one of which is from the architectural aspect. The built environment is often designed with visual elements as the main focus, causing a phenomenon called visual bias in Architecture or ocularcentrism. The concept of a sensory cave contains a sequence narrative to form a story that can change the ableism mindset. Through the sensory cave, the building creates an experience through the spatial quality of a cave that known for its exposure to nature. Therefore, this building applies multisensory design approach as an effort to increase the awareness of sighted people about the world of blind and visually impaired people’s perceptions. The Edutainment Center building which is supported by educational and entertainment purposes, accomodates the needs of users to independently explore the meaning of a space, place, and object with minimal use of visual sensing.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ketunanetraan, Ableism, Narasi Sekuens, Multisensori, Arsitektur Blindness, Ableism, Sequence Narrative, Multisensory, Architecture
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture > NA2750 Architectural design.
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Akira Nuril Shafira
Date Deposited: 02 Mar 2021 21:09
Last Modified: 02 Mar 2021 21:09
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/83180

Actions (login required)

View Item View Item