Analisa Anomali Ionosfer Pada Saat Gempa Bumi Menggunakan GPS (Studi Kasus: Gempa Bumi Banten 2 Agustus 2019)

Liufeto, Delmar Augusta (2021) Analisa Anomali Ionosfer Pada Saat Gempa Bumi Menggunakan GPS (Studi Kasus: Gempa Bumi Banten 2 Agustus 2019). Masters thesis, InstitutTeknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03311550012001-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 April 2023.

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini untuk memantau adanya gempa bumi maka dilakukan analisa anomali pada ionosfer yang terjadi sebelum gempa. Metode analisa menggunakan data GNSS stasiun CORS milik Badan Informasi Geospasial (BIG). Data gempa yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari gempa di Indonesia yang berpotensi tsunami, yaitu gempa Banten 2 Agustus 2019 yang merupakan gempa dengan magnitude 6.9 Mw oleh BMKG Pada gempa Banten nilai fluktuasi TEC terjadi pada satelit GPS nomor 29 pada stasiun CPTN: 0.2 TECU, CPTU: 0.2 TECU, dan CUJG: 0.3 TECU, dan terjadi juga pada satelit GLONASS nomor 64 dengan perubahan nilai TEC pada tasiun CPTN: 0.2 TECU, CPTU: 0.3 TECU, dan CUJG: 0.4 dimana anomali tesebut muncul 15-20 menit setelah gempa. Anomali perubahan TEC dapat digunakan sebagai data pelengkap early warning system gempa sebelum tsunami datang. Pendeteksian tsunami dengan menggunakan anomali ionosfer sangat bergantung pada besarnya gempa yang terjadi.Pergerakan dari gelombang tsunami ini cukup lambat, sekitar 600-700 km/jam. Apabila gelombang tsunami ini dapat dideteksi di laut lepas, terdapat cukup waktu untuk dilakukan evakuasi menuju ke tempat yang lebih tinggi. Kata Kunci : Gempa Bumi, Anomali,Ionosfer, Tsunami. ================================================================================================== This research is to monitor the presence of earthquakes, anomalies analysis of the ionosphere that occurs before the earthquake is carried out. The method of analysis uses GNSS data from the CORS station belonging to the Geospatial Information Agency (BIG). The earthquake data used in this study came from an earthquake in Indonesia that had the potential for a tsunami, namely the Banten earthquake on August 2, 2019 which was an earthquake with a magnitude of 6.9 Mw by BMKG. Banten earthquake the TEC fluctuation value occurred on GPS satellite number 29 at CPTN: 0.2 TECU, CPTU: 0.2 TECU, and CUJG: 0.3 TECU, and also occurred on GLONASS satellite number 64 with changes in the TEC value at CPTN stations: 0.2 TECU, CPTU : 0.3 TECU, and CUJG: 0.4 where the anomaly appears 15-20 minutes after the earthquake. Anomalous changes in TEC can be used as supplementary data for the earthquake early warning system before the tsunami comes. Tsunami detection using ionosphere anomalies is highly dependent on the magnitude of the earthquake that occurs. The movement of these tsunami waves is quite slow, around 600-700 km / hour. If these tsunami waves can be detected in the high seas, there will be enough time to evacuate to higher ground. Keywords: Earthquake, Anomaly, Ionosphere, Tsunami.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Gempa Bumi, Anomali,Ionosfer, Tsunami,Earthquake, Anomaly, Ionosphere, Tsunami.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G109.5 Global Positioning System
Divisions: Faculty of Civil, Environmental, and Geo Engineering > Geomatics Engineering > 29101-(S2) Master Theses
Depositing User: Delmar Augusta Liufeto
Date Deposited: 04 Mar 2021 01:59
Last Modified: 04 Mar 2021 01:59
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/83391

Actions (login required)

View Item View Item