Kuantifikasi Saturasi Oksigen (Sto_2) In Vivo Menggunakan Metode Spektroskopi Reflektansi Difus

Banurea, Dame Peto Marsela (2021) Kuantifikasi Saturasi Oksigen (Sto_2) In Vivo Menggunakan Metode Spektroskopi Reflektansi Difus. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02311750010003-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 April 2023.

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Pemenuhan kebutuhan oksigenasi tidak terlepas dari peranan fungsi sistem pernafasan dan kardiovaskular yang menyuplai kebutuhan oksigen (O_2) dalam tubuh. O_2 yang berikatan dengan hemoglobin (Hb) di dalam arteri dinyatakan dalam persentase saturasi oksigen (StO_2) yang bernilai 94-100% untuk kondisi tubuh yang sehat. Nilai StO_2 telah menjadi parameter yang penting dalam monitoring adekuasi oksigenasi atau perfusi jaringan. Alat ukur untuk mengevaluasi StO_2 dalam tubuh adalah analisis gas darah (arterial blood gas) yang merupakan ‘gold standard’ dalam pengukuran StO_2. Namun pengukuran dengan analisis gas darah merupakan pengukuran yang invasif dan tidak sesuai dalam monitoring secara kontinu. Alat ukur lain untuk mengukur StO_2 adalah oximeter yang secara non-invasif sesuai digunakan untuk monitoring secara rutin. Namun, pengukuran menggunakan oximeter menjadi tidak akurat untuk kondisi perfusi perifer yang lemah maupun nilai StO_2 yang rendah (< 83%). Metode berbasis spektroskopi optik telah memungkinkan pengukuran StO_2 yang non-invasif, akurat, dan aman digunakan untuk monitoring secara kontinu. Metode spektroskopi reflektansi difus (DRS) merupakan metode yang mampu mengevaluasi (kandungan darah dan O_2) keadaan jaringan di bawah permukaan kulit jika atenuasi cahaya terhambur mendominasi cahaya terserap (μ_s^'≫μ_a). Kondisi ini dipenuhi oleh cahaya pada spektrum inframerah-dekat (NIR) dan sebagian cahaya tampak merah. Dalam penelitian ini, DRS digunakan untuk mengukur nilai StO_2 di bawah permukaan kulit di daerah lengan dan telapak tangan. Dalam sistem DRS telah digunakan sumber cahaya halogen, serat optik bifurcated, dan spektrometer yang sensitivitas pengukurannya 400-1000 nm. Penelitian ini bertujuan untuk estimasi nilai StO_2 dengan variasi jarak 0-1 cm (kenaikan 0.2 cm) antara ujung fiber probe dan permukaan kulit. Akurasi dari pengukuran dapat dihitung menggunakan eror absolut rata-rata. Diperoleh bahwa jarak pengukuran optimal di daerah lengan dan telapak tangan adalah 0.4 cm dengan masing-masing eror rata-rata adalah masing-masing 0.9% dan 1.5%. Diperoleh bahwa pengukuran di area lengan memiliki akurasi yang lebih baik dibandingkan di area telapak tangan yakni sebesar 1.6% dan 1.8%, untuk masing-masing lengan dan telapak tangan. Kemajuan teknologi opto-elektronik dan mikroprosesor telah memungkinkan pembuatan prototipe awal dari alat ukur StO_2 berbasis DRS di masa yang akan datang. ====================================================================================================== The needs of oxygen (

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Saturasi Oksigen, Hemoglobin. Spektroskopi Reflektansi Difus, Oxygen Saturation, Hemoglobin, Diffuse Reflectance Spectroscopy
Subjects: Q Science > QC Physics > QC100.5 Measuring instruments (General)
Q Science > QC Physics > QC451 Spectroscopy
Divisions: Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Physics Engineering > 30101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Dame Peto Marsela Banurea
Date Deposited: 08 Mar 2021 09:21
Last Modified: 08 Mar 2021 09:21
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/83786

Actions (login required)

View Item View Item