Desain Modifikasi Struktur Jembatan Aksesibilitas Bandara Soekarno-Hatta dengan Menggunakan Sistem Box Girder Metode Balanced Cantilever

Sitohang, Andrea Maldini (2021) Desain Modifikasi Struktur Jembatan Aksesibilitas Bandara Soekarno-Hatta dengan Menggunakan Sistem Box Girder Metode Balanced Cantilever. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03111740000089-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2023.

Download (13MB) | Request a copy

Abstract

Jembatan utama aksesibilitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan jembatan flyover yang melintasi Jalan Raya Bandara Soekarno-Hatta. Jalan Raya Bandara-Soekarno Hatta adalah salah satu jalan utama untuk akses dari arah Timur ke Barat menuju Bandara Soekarno-Hatta. Konstruksi jembatan saat ini adalah konstruksi box girder beton prategang yang dibangun dengan metode gabungan sistem perancah (scaffolding system) dan form traveller. Bentang total jembatan adalah 150 m yang terbagi atas satu bentang utama dan dua bentang di setiap ujungnya: 40m, 70m, dan 40m. Jembatan ini memiliki 2 abutmen dan 2 pilar. Jalan Raya Bandara Soekarno-Hatta terletak di antara kedua pilar jembatan yang membentang sepanjang 70 meter. Pada Tugas Akhir ini dilakukan perencanaan ulang (redesign) jembatan box girder dengan memodifikasi bentang jembatan menjadi 160m yang terdiri atas satu bentang utama dan dua bentang di setiap ujungnya: 40m, 80m, dan 40m. Bentang utama jembatan diperbesar sehingga memberikan ruang yang cukup pada pelebaran jalan di bawahnya. Metode pelaksanaan yang akan digunakan dalam modifikasi ini adalah metode balanced cantilever. Metode pelaksanaan dengan balanced cantilever dinilai lebih cepat dibandingkan metode pelaksanaan eksisting. Analisis struktur utama jembatan dilakukan dengan menggunakan program bantu SAP2000 sesuai dengan kebutuhan dan kemudahan dalam proses analisis. Metode balanced cantilever dipilih karena memberikan keuntungan dari penggunaan metode ini terutama di perkotaan adalah karakteristiknya yang tidak memerlukan penopang sementara yang dapat mengganggu lalu lintas di saluran air dan lembah dalam yang sangat berbahaya bagi pekerja konstruksi. Metode ini biasanya dimulai dengan konstruksi kolom pier diikuti dengan membangun kedua segmen secara bersamaan yang akan dilanjutkan pada kedua sisi tiang dan setiap segmen akan diikat ke segmen sebelumnya dengan tendon post tension. Hasil dari desain modifikasi struktur jembatan aksesibilitas Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan sistem box girder metode balanced cantilever ini adalah dimensi perencanaan struktur jembatan baru yang dituangkan dalam bentuk gambar desain menggunakan program bantu AutoCAD. ===================================================================================================== The main access bridge for Soekarno-Hatta International Airport is a flyover bridge that crosses the Soekarno-Hatta Airport Highway. The Soekarno-Hatta Airport Highway is one of the main roads for access from East to West to Soekarno-Hatta Airport. The current bridge construction is a prestressed concrete box girder construction which was built using a combined method of a scaffolding system and a traveler's form. The total span of the bridge is 150 m which is divided into one main span and two spans at each end: 40m, 70m and 40m. This bridge has 2 abutments and 2 pillars. Soekarno-Hatta Airport Highway is located between the two pillars of the bridge spanning 70 meters. In this final project, a box girder bridge that is redesigned is carried out by modifying the bridge span to be 160m consisting of one main span and two spans at each end: 40m, 80m, and 40m. The main span of the bridge was enlarged so as to provide sufficient space for widening the road below. The construction method that will be used in this modification is the balanced cantilever method. The construction method with balanced cantilever is considered to be faster than the existing construction method. Analysis of the main structure of the bridge is carried out using the SAP2000 program according to the needs and convenience in the analysis process. The balanced cantilever method was chosen because the advantage of using this method, especially in urban areas, is that it does not require temporary supports which can disrupt traffic in waterways and deep valleys which are very dangerous for construction workers. This method usually starts with the construction of the pier column followed by building both segments together which will be continued on both sides of the pile and each segment will be tied to the previous segment with post tension tendons. The result of the modified design of the Soekarno-Hatta Airport accessibility bridge structure using the box girder system with the balanced cantilever method is the dimensions of the new bridge structure planning as outlined in the form of design drawings using the AutoCAD program.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: jembatan, box girder, beton prategang, balanced cantilever, bridge, box girder, prestressed concrete, balanced cantilever.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA645 Structural analysis (Engineering)
T Technology > TG Bridge engineering > TG362 Box girder bridges--Design and construction.
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Andrea Maldini Sitohang
Date Deposited: 30 Jul 2021 08:08
Last Modified: 30 Jul 2021 08:08
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/84604

Actions (login required)

View Item View Item