Analisis Pengaruh Letak Stasiun Hujan Terhadap Transformasi Hujan-Debit Pada DAS Kali Lamong

Ikhsan, Muhammad Yusri Maulana (2021) Analisis Pengaruh Letak Stasiun Hujan Terhadap Transformasi Hujan-Debit Pada DAS Kali Lamong. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03111950050008-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2023.

Download (29MB) | Request a copy

Abstract

Stasiun hujan adalah sebuah alat untuk mengumpulkan atau mengukur jumlah curah hujan pada suatu area dalam periode waktu yang telah ditentukan. Data curah hujan memiliki peran penting dalam hidrologi, seperti untuk perencanaan, pengembangan, dan pengelolaan sumber daya air, khususnya perencanaan dimensi bangunan air. Analisis hidrologi berperan dalam perencanaan dimensi bangunan air, analisis hidrologi dimaksudkan untuk merencanakan debit yang akan melewati banguanan air tersebut. Tidak semua tempat dapat memperoleh data debit, tetapi hanya pada titik tertentu di aliran yang memiliki alat pengukur debit atau lebih tepatnya alat ukur tinggi muka air. Oleh karena kekurangan data debit maka dilakukan pendekatan dengan tranformasi hujan-debit. Dalam proses transformasi hujan-debit banyak faktor yang ikut berpengaruh salah satunya adalah data hujan. Data hujan merupakan data input yang sangat diperlukan akan tetapi kondisi dilapangan curah hujan pada DAS Kali Lamong tidak merata sehingga perlu dilakukan penelitian terhadap stasiun-stasiun hujan yang berpengaruh. Upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari penelitian ini adalah membuat skenario jarak stasiun hujan. Terdapat 7 model skenario, skenario pertama menggunakan data stasiun hujan eksisting yang berada didalam DAS, Skenario kedua menggunakan data stasiun hujan eksisting yang berpengaruh, Skenario 3,4,5,6,dan 7 menggunakan skenario jarak hasil perhitungan Kagan-rodda. Metode perhitungan curah hujan wilayah menggunakan metode Poligon thiessen. Proses pemodelan menggunakan software HEC-HMS Hasil dari skenario simulasi akan dikalibrasi dengan data debit observasi, parameter kalibarasi yang digunakan adalah NSE (Nash Sutcliffe Efficiency) untuk mengetahui performa dari masing-masing skenario simulasi. Hasil pemodelan HEC HMS menunjukan bahwa stasiun hujan skenario 5 memberikan hasil yang bagus dengan nilai NSE 0.6640 dengan debit puncak terjadi pada tanggal 26 maret 2011 dengan debit sebesar 243.7 m3/s. Untuk skenario stasiun hujan eksisting skenario 2 mendapat nilai NSE 0.5961 dengan jarak rata-rata antar stasiun hujan 11.20 Km. jarak antar stasiun hujan sangat berpengaruh dalam perhitungan transformasi hujan-debit. semakin kecil jarak antar stasiun hujan belum tentu memberikan hasil yang terbaik, akan tetapi jarak yang optimum yang dapat memberikan hasil yang terbaik. ====================================================================================================== Rain station is a tool to collect or measure the amount of rainfall in an area within a predetermined timeperiod. Rainfall data has an important role in hydrology, such as for the planning, development, and management of water resources, especially the planning of water building dimensions. Hydrological analysis plays a role in planning the dimensions of water building, hydrological analysis is intended to plan the discharge that will pass through the water. Not all places can obtain discharge data, but only at a certain point in the flow that has a discharge gauge or rather a water level measuring instrument. Because of the lack of discharge data, the approach is carried out with rain-discharge transformation. In the process of rain-discharge transformation many factors that contribute to influence one of them is rainfall data. Rainfall data is a very necessary input data but the conditions in the field of rainfall in the Kali Lamong watershed are uneven, so it is necessary to conduct research on influential rain stations. To achieve the goals of this research scenarios of the location of influential rain stations were made. There are 7 scenario models, the first scenario uses data from existing rain stations in watershed, the second scenario uses data from existing rain station that have an influence, scenarios 3,4,5,6, and 7 use the distance scenario calculated by Kagan-rodda method. This research used Polygon thiessen methods to calculate regional rainfall. The Modeling process used HEC-HMS software and the results of the simulation scenario will be calibrated with observation discharge data, the calibration parameter used is NSE (Nash Sutcliffe Efficiency), which used to determine the performance of each simulation scenario. The results of HMS HEC model indicate that the scenario 5 rain station gave a good result with an NSE score of 0.6640 with the peak discharge occurring on March 26,2011 with a discharge of 243.7 m3/s. and for existing scenario, scenario 2 gave NSE score of 0.5961 with average distance rain station 11.20 Km. the distance between rain stations is very influential in the calculation of the rain-discharge transformation. the smaller the distance between the rain stations does not necessarily give the best results, but the optimum distance that can give the best results.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: DAS Kali Lamong, Stasiun Hujan, Kagan-rodda, HEC-HMS, NSE Kali Lamong watershed, rain station, HEC-HMS, Kagan-rodda, NSE
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC530 Flood control
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Muhammad Yusri Maulana Ikhsan
Date Deposited: 02 Aug 2021 02:53
Last Modified: 02 Aug 2021 02:53
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/84666

Actions (login required)

View Item View Item