Analisis Pengaruh Welding Sequence Terhadap Tegangan Sisa Dan Distorsi Pada Pengelasan Sambungan T SUS304L Dan SUS316L Menggunakan Metode Elemen Hingga

Pakarti, Arsyadian Priyagung (2021) Analisis Pengaruh Welding Sequence Terhadap Tegangan Sisa Dan Distorsi Pada Pengelasan Sambungan T SUS304L Dan SUS316L Menggunakan Metode Elemen Hingga. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02511740000016-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2023.

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi akibat pengelasan adalah munculnya tegangan sisa dan distorsi dikarenakan distribusi temperatur yang tidak merata. Penelitian kali ini melakukan simulasi metode elemen hingga dengan ANSYS Workbench 19.2 untuk menganalisis pengaruh urutan pengelasan terhadap temperatur, tegangan sisa, dan distorsi yang terjadi pada pengelasan sambungan T berbahan SUS304L dan SUS316L. Variasi yang dilakukan yaitu berupa 4 welding sequence yaitu (a) Pengelasan bolak balik loncat, (b) Pengelasan dari luar satu sisi, (c) Pengelasan dari luar dua sisi, dan (d) Pengelasan dari tengah silang. Didapatkan tegangan sisa longitudinal minimum pada WS-D sebesar 370,6604 MPa untuk SUS304L dan 365,5637 MPa untuk SUS316L. Tegangan sisa transversal minimum pada WS-B sebesar 364,2544 MPa untuk SUS 304L dan 355,2073 MPa untuk SUS316L. Distorsi minimum pada WS-B sebesar 2,4548 mm untuk SUS304L sedangkan pada WS-C sebesar 2,7506 mm untuk 316L. Sehingga diketahui bahwa WS-B merupakan urutan pengelasan paling optimal dari segala aspek untuk penelitian kali ini. ============================================================================================================== Common welding problems often appear in the form of residual stress and distortion due to uneven temperature distribution. This study conducted finite element simulation with ANSYS Workbench 19.2 to analyze the effects of welding sequence on the temperature, residual stress, and distortion that occurred in welding T-joints made of SUS304L and SUS316L. The variations were in the form of 4 welding sequences, (a) Back and forth welding, (b) One-side welding from the outside, (c) Two-side welding from the outside, and (d) Middle-cross welding. The minimum longitudinal residual stress occurred on WS-D was 370.6604 MPa for SUS304L and 365.5637 MPa for SUS316L. The minimum residual transverse stress occurred on WS-B was 364.2544 MPa for SUS 304L and 355.2073 MPa for SUS316L. The minimum distortion occurred on WS-B was 2.4548 mm for the SUS304L while on the WS-C that was 2.7506 mm for the 316L. Therefore, WS-B was the most optimal sequence from all aspects for this research.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Distorsi, Metode Elemen Hingga, Pengelasan, Tegangan Sisa, Urutan pengelasan, Distortion, Finite Element Method, Residual Stress, Welding, Welding sequence.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA347 Finite Element Method
T Technology > TS Manufactures
T Technology > TS Manufactures > TS227 Welding.
Divisions: Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Material & Metallurgical Engineering > 28201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Arsyadian Priyagung Pakarti
Date Deposited: 12 Aug 2021 06:11
Last Modified: 12 Aug 2021 06:11
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/85553

Actions (login required)

View Item View Item