Pemodelan Numerik Bendung Gerak Karangnongko Dalam Mereduksi Banjir Dan Penyediaan Air Pada Das Hilir Bengawan Solo

Hutagalung, Nadira Fildzah Tasya (2021) Pemodelan Numerik Bendung Gerak Karangnongko Dalam Mereduksi Banjir Dan Penyediaan Air Pada Das Hilir Bengawan Solo. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03111950052001-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2023.

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Banjir dan kekeringan yang sering terjadi di hilir DAS Bengawan Solo merupakan permasalahan yang sudah ada sejak dahulu. Hal ini memicu pemerintah membuat pengembangan sumber daya air dengan sebuah Master Plan yang membangun empat bendung utama sepanjang sungai Bengawan Solo, yaitu Bendung Gerak Karangnongko, Bendung Gerak Bojonegoro, Bendung Gerak Sembayat dan Bendung Gerak Babat. Bendung Gerak Karangnongko yang sedang berada dalam tahap pembangunan memiliki 9 pintu, diharapkan dapat mereduksi banjir dan memenuhi kebutuhan air di Blora dan Bojonegoro. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengoperasian pintu untuk mengatasi permasalahn tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan data hidrologi yang mencakup curah hujan, peta stasiun hujan, data teknis bendung gerak, dan data sungai. Dari data hidrologi dapat memperoleh debit banjir rencana kala ulang yang selanjutnya dengan data geometri sungai akan di input dalam model. Hasil dari pemodelan dikalibrasi untuk memastikan bahwa model menyerupai kondisi eksisting. Setelah kalibrasi, dilakukan simulasi skenario yang menggunakan debit banjir normal dan debit banjir rencana. Skenario telah disimulasikan dengan program bantu HEC-RAS, yang selanjutnya dilakukan analisa pengoperasian pintu saat musim penghujan, dan musim kemarau, serta pola pengoperasian pintu yang sesuai. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kondisi muka air normal sebelum dibangunnya bendung rata-rata 25.5 meter, sedangkan setelah bendung dibangun rata-rata 31.83 meter pada hulu. Untuk kondisi muka air banjir sebelum ada bendung rata-rata 30.86 meter dan setelah bendung dibangun rata-rata 36.93 meter pada hulu. Pola pengoperasian pintu yang dijalankan adalah membuka keseluruhan pintu saat musim penghujan dan mengatur bukaan pintu yang disesuaikan agar elevasi bertahan antara 29.00 meter – 30.00 meter saat musim kemarau. ================================================================================================= Floods and droughts that often occur downstream of the Bengawan Solo watershed are problems that have existed for a long time. This occurrence has triggered the government to develop water resources with a Master Plan that builds four main barrages along the Bengawan Solo River, namely the Karangnongko barrage, Bojonegoro barrage, Sembayat barrage, and Babat barrage. Karangnongko barrage is currently under construction, it has 9 gates, which are expected to reduce flooding and meet water needs in Blora and Bojonegoro. The purpose of this study is to operate the gates to overcome these problems. To achieve this goal, the data required are hydrology data includes rainfall, rain station maps, technical data of barrage, and cross-sections of the river. From the hydrological data, obtained the flood discharge plan for the return period which will then be inputted with river geometry data into the model. The results of the modelling are calibrated to ensure that the model resembles the existing conditions. After calibration, scenario simulation is carried out using normal flood discharge and design flood discharge. The scenarios has been simulated with HEC-RAS program, which is then analyzed for gates operation during the rainy and dry seasons, as well as the appropriate gates operation pattern. The results of the study found that the normal water elevation before the construction of the barrage was 25.5 meters, while after the barrage was built have an average of 31.83 meters in upstream. For the condition of the flood water elevation before the construction of the barrage was 30.86 meters, while after the barrage was built have an average of 36.93 meters in upstream. The pattern of gates operation that is carried out is to open all doors during the rainy season and adjust door openings that are adjusted so that the elevation lasts between 29.00 meters - 30.00 meters during the dry season.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Numeric Model, Barrage, Karangnongko, Gates Operations
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC167 Dams, reservoirs
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Nadira Fildzah Tasya H.
Date Deposited: 12 Aug 2021 08:30
Last Modified: 12 Aug 2021 08:30
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/85710

Actions (login required)

View Item View Item