Analisis Spasio-temporal Perubahan Nilai Normalized Difference Vegetation Index terhadap Case Fatality Rate COVID-19 menggunakan Google Earth Engine dengan Citra Satelit Terra MODIS Studi Kasus : Indonesia pada Skala Provinsi

Nugroho, Rheza Tri (2021) Analisis Spasio-temporal Perubahan Nilai Normalized Difference Vegetation Index terhadap Case Fatality Rate COVID-19 menggunakan Google Earth Engine dengan Citra Satelit Terra MODIS Studi Kasus : Indonesia pada Skala Provinsi. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03311740000010-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2023.

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

COVID-19 adalah penyakit pernapasan menular yang menjadi masalah kesehatan global yang serius. Salah satu cara menekan nilai case fatality rate (CFR) menurut Bortoloti dkk. (2020) adalah dengan meningkatkan kadar NK-Cell yang dapat dipicu perkembangannya dengan meningkatnya lahan hijau. Penelitian lain oleh Yao (2020) membahas bahwa polusi yang tinggi dapat menyebabkan angka kematian semakin besar. Dalam penelitian ini diteliti bagaimana indeks vegetasi dengan NDVI dapat mempengaruhi nilai CFR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai CFR untuk Indonesia 3,7% selama periode April-Septermber 2020. Analisis tambahan dengan menambahkan parameter kepadatan penduduk dengan menggunakan luasan non-hutan menghasilkan analisis bahwa kepadatan memiliki pengaruh sedang di Pulau Maluku dan Papua, serta tidak berpengaruh pada Pulau Jawa dan Bali. NDVI yang dihasilkan memiliki nilai yang relatif sama namun Provinsi DKI Jakarta memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan provinsi lain karena minimnya lahan hijau. Parameter curah hujan yang ditambahkan secara nasional menghasilkan analisis bahwa curah hujan berpengaruh kuat dalam menentukan nilai NDVI di Indonesia. Adapun hasil analisis utama, NDVI mampu mempengaruhi nilai CFR namun tidak berlaku untuk seluruh wilayah di Indonesia. Korelasi negatif terkuat terdapat pada Provinsi Bali dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,670 yang termasuk ke dalam kategori korelasi sedang, sebaliknya nilai korelasi positif terkuat berada pada Provinsi Kalimantan Selatan dengan nilai 0,890. Menurut hipotesis yang telah diajukan seharusnya nilai koefisien korelasi berupa nilai negatif, namun terdapat 18 provinsi dengan nilai positif. Adapun faktor yang perlu ditambahkan adalah komposisi penduduk berdasarkan usia, kapasitas fasilitas kesehatan, kepadatan bangunan dan penambahan waktu diperlukan untuk menggambarkan hubungan yang lebih baik. ======================================================================================================================= COVID-19 is a contagious respiratory disease that is a serious global health problem. According to research conducted, on May 21st, 2020, the case fatality rate (CFR) due to the COVID-19 in Indonesia was reached 4.5%. One way to suppress the CFR value according to Bortoloti in 2020 is to increase the ammount of NK-Cell which can trigger its development with green area. Yao in 2020 discusses that high pollution can cause even greater death rates. This study examines how the vegetation index represented by NDVI can affect the CFR. The results of this study indicate that the CFR value for Indonesia is 3.7% during the April-September 2020 period. Additional analysis by adding the population density parameter giving a moderate effect from density to CFR on the Kalimantan island and has no effect on Java and Bali archipelago. The resulting NDVI has relatively the same value. DKI Jakarta has a lower value compared to other provinces due to the lack of green area. Precipitation parameters added nationally result in an analysis that precipitation has a strong effect in determining the NDVI value in Indonesia. As for the results of the main analysis, NDVI can affect the CFR but does not apply to all regions in Indonesia. The strongest negative correlation is found in Bali Province with a correlation coefficient value of -0.670 which belongs to moderate correlation, whereas the strongest positive correlation value is in the South Kalimantan with a value of 0.890. According to the hypothesis that has been proposed, the correlation coefficient should be a negative value, but there are 18 provinces with a positive value. The factors that need to be added are the composition of the population based on age, capacity of health facilities, building density and additional time needed to describe a better relationship.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Case Fatality Rate, NDVI, COVID-19, Indonesia, Case Fatality Rate, NDVI, COVID-19, Indonesia
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.217 Geospatial data
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.5.I4 Remote sensing
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Rheza Tri Nugroho
Date Deposited: 18 Aug 2021 04:50
Last Modified: 18 Aug 2021 04:50
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/87445

Actions (login required)

View Item View Item