Identifikasi Recharge Area Pada Lapangan Panas Bumi “X” Menggunakan Penginderaan Jauh (Citra Satelit Sentinel 2A)

Agang, Mohammad Akbar (2021) Identifikasi Recharge Area Pada Lapangan Panas Bumi “X” Menggunakan Penginderaan Jauh (Citra Satelit Sentinel 2A). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03311750010001-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2023.

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Pengelolaan recharge area merupakan salah satu upaya penting yang dapat dilakukan untuk menjamin keberlanjutan siklus air pada sistem panas bumi. Studi kasus penelitian diambil dari salah satu Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) panas bumi di Provinsi Jawa Barat. Identifikasi dan analisis recharge area pada penelitian dilakukan berdasarkan hasil pengolahan data Citra Satelit Sentinel 2A, Landsat 8, dan DEMNAS (Digital Elevation Model Nasional). Pada data Citra Sentinel 2A dan Landsat 8 harus dilakukan berbagai koreksi antara lain koreksi radiometrik, koreksi geometric dan layer stacking serta pemotongan citra pada area yang digunakan selanjutnya untuk Landsat 8 diolah menggunakan transformasi NDVI untuk menghasilkan Peta Kerapatan Vegetasi, dan dengan menggunakan metode transformasi LST diperoleh Peta LST, sedangkan sentinel 2A digunakan untuk menghasilkan Peta Tutupan Lahan. Pada pengolahan DEMNAS diperoleh Peta Kemiringan dan Peta Ketinggian. Pada hasil pengolahan Citra di area recharge diperoleh hasil tutupan lahan yang dominan adalah hutan dengan prosentase luas ± 48% dari jumlah area penilitian dengan potensi recharge paling dominan adalah cukup baik. Pada peta kerapatan vegetasi diperoleh yang dominan adalah tingkat kehijauan tinggi dengan prosentase ± 86% dan dengan potensi recharge dominan adalah baik sekali. Dari Peta LST diperoleh suhu paling dominan adalah 21,8 ºC – 22,9 ºC dengan prosentasi ± 26% dan potensi recharge paling dominan adalah kurang. Peta Kemiringan menghasilkan kemiringan paling dominan adalah agak curam dengan prosentase ± 34% dan hasil potensi recharge paling dominan adalah kurang. Pada peta ketinggian diperoleh hasil yang paling dominan adalah dengan ketinggian < 200 mdpl dengan prosentase ± 80%. Dari hasil overlay Peta Tutupan Lahan, Peta Kerapatan Vegetasi, Peta LST, Peta Kemiringan dan Peta Ketinggian maka hasil penelitian menunjukkan daerah yang berpotensi tinggi menjadi recharge area terletak pada wilayah barat mengarah ke utara, dan pada wilayah timur mengarah ke arah utara. Dengan potensi seluas 1780,41 Ha, berada pada ketinggian < 2000 mdpl dan sisanya 499,54 Ha berada ketinggian > 2000 mdpl. ========================================================================================================== Recharge area management is one of the important efforts that can be done to ensure the sustainability of the water cycle in geothermal systems. The research case study was taken from one of the geothermal Working Areas in West Java Province. Identification and analysis of the recharge area in this study were carried out based on the results of data processing from Sentinel 2A, Landsat 8, and DEMNAS (National Digital Elevation Model). Satellite Imagery. In Sentinel 2A and Landsat 8 image data, various corrections must be made, including radiometric correction, geometric correction, and layer stacking as well as image cropping in the area used subsequently for Landsat 8 processed using NDVI transformation to produce a Vegetation Density Map, and by using the LST transformation method, it is obtained LST map, while sentinel 2A is used to generate Land Cover Map. In DEMNAS processing, the slope map and elevation map are obtained. The results of image processing in the recharge area show that the dominant land cover is a forest with an area percentage of ± 48% of the total research area with the most dominant recharge potential is quite good. The vegetation density map shows that the dominant level of greenery is high with a percentage of ± 86% and the dominant recharge potential is very good. From the LST map, the most dominant temperature is 21.8 C – 22.9 C with a percentage of ± 26% and the most dominant recharge potential is less. The slope map shows that the most dominant slope is rather steep with a percentage of ± 34% and the most dominant recharge potential is less. On the elevation map, the most dominant result is with a height < 2000 masl with a percentage of ± 80%. From the results of the overlay of the Land Cover Map, Vegetation Density Map, LST Map, Slope Map, and Elevation Map, the results of the study indicate that areas with high potential to become recharge areas are located in the western region leading to the north and in the eastern region leading to the north. With a potential area of 1780.41 hectares, located at an altitude of < 2000 masl and the remaining 499.54 ha at an altitude of > 2000 masl.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kelerengan, Ketinggian, Landsat 8, LST, NDVI, Recharge Area, Sentinel 2A, Tutupan Lahan, Elevation, Land Cover, Landsat 8, LST, NDVI, Recharge Area, Sentinel 2A, Slope,
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.5.I4 Remote sensing
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geomatics Engineering > 29101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Mohammad Akbar Agang
Date Deposited: 18 Aug 2021 08:27
Last Modified: 18 Aug 2021 08:27
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/87969

Actions (login required)

View Item View Item