Analisis Spasial Dan Temporal Produktivitas Kebun Kopi 2016 – 2019 Berdasarkan Kabupaten/Kota (Studi Kasus : Indonesia)

Putra, Akhtaufa Irfansyah (2021) Analisis Spasial Dan Temporal Produktivitas Kebun Kopi 2016 – 2019 Berdasarkan Kabupaten/Kota (Studi Kasus : Indonesia). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03311740000074-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2023.

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
03311740000074-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia pada tahun 2019 menempati peringkat ke – 4 (empat) setelah Brazil, Vietnam, dan Colombia sebagai penghasil kopi terbanyak di dunia, 760.963 ton yang dihasilkan dari 1,2 juta hektar lahan yang terdiri dari perkebunan rakyat (PR) , perkebunan besar swasta (PBS), dan perkebunan besar negara (PBN). Produktivitas nasional baru mencapai 0,77 ton kopi beras/hektar/tahun, angka ini dinilai masih sangat kecil bila dibandingkan dengan potensinya yang mencapai 3 ton kopi beras/hektar/tahun. Metode pemetaan temporal dapat digunakan untuk mengetahui tingkat produktivitas secara lebih mudah berdasar lokasi dan waktu. Dengan demikian prioritas penanganan lahan kopi menjadi lebih terarah dan tepat sasaran. Platform SIG berbasis web memberikan keleluasaan dalam hal akses dan tampilan yang menarik serta informasi yang disajikan lebih komunikatif dan mudah dipahami bagi para pengguna yang berkepentingan. Penelitian ini menggunakan ArcGIS Online dengan operation dashboard untuk melakukan visualisasi dari hasil penelitian ini. Dari hasil penelitian menunjukkan pada dua tahun terakhir produktivitas arabika pada tahun 2019 dan 2018 tertinggi berada di kabupaten Phak – Phak Barat dengan angka sebesar 1.575 kg/ha pada 2019 dan 1.580 kg/ha dan terendah berada di Kabupaten Tabanan sebesar 29 kg/ha pada tahun 2019 serta berada di Kabupaten Wonosobo sebesar 26 kg/ha pada tahun 2018. Untuk robusta pada tahun 2019 tertinggi berada di kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dengan angka mencapai 5.186 kg/ha dan tahun 2018 tertinggi berada di kabupaten Kota Pagar Alam dengan angka mencapai 2.890 kg/ha. Untuk produktivitas terendah berada di Kabupaten Muna sebesar 57 kg/ha pada tahun 2019 dan berada di Kabupaten Nias sebesar 12 kg/ha pada tahun 2018. ======================================================================================================= In 2019 Indonesia was ranked 4th (fourth) after Brazil, Vietnam, and Colombia as the world's largest coffee producer, 760,963 tons produced from 1.2 million hectares of land consisting of smallholder plantations (Perkebunan Rakyat / PR), large private plantations (Perkebunan Besar Swasta / PBS), and large state plantations (Perkebunan Besar Negara / PBN). The productivity of the plantation can be seen from comparing the area of the plantation with the production of coffee, the national productivity has only reached 0.77 tons of greenbean coffee/ha/year. This figure is considered still very small when compared to its potential which reaches 3 tons of greenbean coffee/hectare/year. Temporal mapping method can be used to find out the level of productivity more easily based on location and time. Thus, the priority of handling coffee area becomes more focused and on target. The web-based GIS platform provides flexibility in terms of access and attractive appearance. The information presented is more communicative and easy to understand for interested users. This study uses ArcGIS Online with an operation dashboard to visualize the results of this study. The results showed that in the last two years arabica productivity in 2019 and 2018 was the highest in West Phak - Phak district with a figure of 1,575 kg/ha in 2019 and 1,580 kg/ha and the lowest was in Tabanan Regency at 29 kg/ha in 2019 and located in Wonosobo Regency at 26 kg/ha in 2018. For robusta in 2019 the highest was in Ogan Komering Ulu Timur district with a figure reaching 5,186 kg/ha and in 2018 the highest was in Kota Pagar Alam district with a figure reaching 2,890 kg/ha. ha and the lowest was in Muna Regency at 57 kg/ha in 2019 and in Nias Regency at 12 kg/ha in 2018.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: ArcGIS, Kopi, Operation Dashboard, Produktivitas, ArcGIS, Coffee, Operation Dashboard, Yield
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.212 ArcGIS. Geographic information systems.
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.217 Geospatial data
G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Akhtaufa Irfansyah Putra
Date Deposited: 22 Aug 2021 06:41
Last Modified: 22 Aug 2021 06:41
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/88258

Actions (login required)

View Item View Item