Integrasi Data Metode Gayaberat Dan Audio Magnetotelurik Menggunakan Simultaneous Joint Inversion Untuk Identifikasi Sesar Di Lapangan "X"

Putra, Dhea Pratama Novian (2021) Integrasi Data Metode Gayaberat Dan Audio Magnetotelurik Menggunakan Simultaneous Joint Inversion Untuk Identifikasi Sesar Di Lapangan "X". Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03411740000013-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2023.

Download (12MB) | Request a copy

Abstract

Aplikasi dari metode Gayaberat untuk memetakan sebaran densitas batuan dan Audio Magnetotelurik (AMT) untuk memetakan sebaran resistivitas batuan bawah permukaan dapat digunakan dalam identifikasi struktur sesar di bawah permukaan bumi berdasarkan kedua parameter fisis tersebut. Pada lokasi yang sama, hasil dari kedua metode tersebut dapat menghasilkan model dengan interpretasi yang berbeda antara densitas batuan dari metode Gayaberat dengan resistivitas batuan dari metode AMT. Hal inilah yang mendasari perlunya constrain model antara kedua parameter fisis tersebut untuk menghasilkan interpretasi yang lebih baik. Kombinasi data dari metode Gayaberat lapangan (20 data), Gayaberat satelit (945 data), serta Audio Magnetotelurik (6 data) dalam luas daerah penelitian mencakup sekitar 44 km2 diintegrasikan untuk mendapat model referensi untuk menyelaraskan keduanya, serta digunakan Simultaneous Joint Inversion (SJI) yang memanfaatkan petrophysical link berupa porositas sebagai penghubung keduanya melalui konversi parameter fisis. Konversi dari densitas ke porositas memanfaatkan porosity-density relationship dan resistivitas ke porositas memanfaatkan Hukum Archie, dimana dari hasil kalkulasi parameter fisis porositas dapat dikonversi kembali menjadi parameter fisis densitas dan resistivitas yang telah diperbarui. Pembobotan parameter densitas sebesar 20% dan resistivitas sebesar 80% digunakan untuk membentuk model porositas dengan pertimbangan pengaruh penetrasi frekuensi audio sebagai parameter kedalaman, dimana didapati rentang nilai porositas 0,1 hingga 0,5 yang masih dirasa sesuai dengan kondisi lokasi penelitian yang tersusun material piroklastik, baik bersifat consolidated hingga unconsolidated, hingga batuan beku. Constrain dari model densitas dan resistivitas memberikan model yang relatif lebih seragam menjadi alternatif validasi dalam penentuan keberadaan bidang struktur sesar di daerah penelitian, dimana teridentifikasi indikasi sesar dengan dip mengarah ke selatan pada sesar utama, serta indikasi ke barat dengan kemungkinan pengaruh sesar minor maupun sesar geser kanan (dextral). ==================================================================================================== Application of Gravity method to map the rock density distribution and Audio Magnetotelluric (AMT) method to map the subsurface resistivity distribution can be used to identify fault structures in the earth's subsurface based on these two physical parameters. In the same location, results of both methods can produce models with different interpretations between rock density from the Gravity method and rock resistivity from the AMT method. This is what underlies if need a constraint model between density and resistivity physical parameters to produce better interpretation. Data combination from Field Gravity (20 data), Satellite Gravity (945 data), and Audio Magnetotelluric (6 data) methods in the research area is covering about 44 km2 were integrated to obtain a reference model to align density and resistivity model, and Simultaneous Joint Inversion (SJI) which used a petrophysical link of porosity as a link between density and resistivity model through the physical parameters conversion. Conversion from density to porosity used the porosity-density relationship and resistivity to porosity used Archie's Law, wherefrom calculation results of porosity physical parameters can be converted back into updated physical density and resistivity parameters. Parameter of density has weighted by 20% and resistivity has weighted by 80% which is used to form a porosity model with considering the audio frequency penetration effect as a depth parameter, where the porosity value in range from 0,1 to 0,5 which are still appropriate to research location conditions which composed by pyroclastic material, both unconsolidated and consolidated, to igneous rock. Constraints from density and resistivity models provide a relatively better uniform model as an alternative validation to determine the presence of fault structure in the study area, where identified fault indications with dip to south on the main fault, also indications to west with possible influence minor faults and right shear faults (dextral) influence.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Audio Magnetotelurik, Gayaberat, Sesar Geologi, Simultaneous Joint Inversion, Audio Magnetotelluric, Geological Fault, Gravity
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.5.I4 Remote sensing
G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography > GB1003.2 Groundwater.
Q Science > QC Physics > QC111 Density and specific gravity
Q Science > QC Physics > QC20.7.F67 Fourier transformations
Q Science > QE Geology > QE601 Geology, Structural
Q Science > QE Geology > QE604 Deformation
T Technology > T Technology (General) > T57.74 Linear programming
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geophysics Engineering > 33201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Dhea Pratama Novian Putra
Date Deposited: 23 Aug 2021 11:59
Last Modified: 23 Aug 2021 11:59
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/89854

Actions (login required)

View Item View Item