Evaluasi Dan Desain Sistem Penanggulangan Kebakaran Aktif Pada Gas Central Processing Plant

Hilmi, Abrar (2021) Evaluasi Dan Desain Sistem Penanggulangan Kebakaran Aktif Pada Gas Central Processing Plant. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 04211740000065-Undergraduate_Thesis.pdf]
Preview
Text
04211740000065-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (21MB) | Preview

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bahaya yang sering terjadi dan memakan kerugian yang besar seperti pada data Amerika di tahun 2019 terdapat 3.704 kematian warga sipil dan pada gas central processing plant Sidoarjo memiliki banyak bahan mudah terbakar dan telah banyak perubahan pada lokasi aset, maka evaluasi sistem pemadam kebakaran aktif diperlukan.
Evaluasi yang digunakan adalah metode fire risk assessment dan gap analysis. Evaluasi fire risk assessment terdiri dari metode hazard & operability study (HAZOP) untuk mengidentifikasi bahaya yang mungkin terjadi, bow tie analysis yang terdiri dari fault tree analysis (FTA) dengan tiga skenario kebocoran (5 mm, 15 mm dan 15 mm) dan event tree analysis (ETA) dengan tiga skenario kebakaran (jet fire, flash fire dan dispersi gas) untuk mengetahui besar frekuensi yang terjadi, metode individual risk menggunakan aplikasi ALOHA untuk mengetahui besar konsekuensi dari bahaya, metode pemetaan risiko untuk mengetahui risiko dapat diterima atau tidak dapat diterima dan layer of protection analysis (LOPA) dilakukan jika risiko membutuhkan tindak lanjut. Evaluasi gap analysis menggunakan standar dan peraturan PERMEN PU NOMOR : 26/PRT/M/2008 dan SNI 03-1745-2000 untuk memeriksa sistem pipa tegak (hidran) dan menggunakan standar dan peraturan PERMEN PU NOMOR : 26/PRT/M/2008, NFPA 59A, 2016 dan NFPA 10, 2018 untuk memeriksa alat pemadam api ringan (APAR).
Dari 23 node yang dibuat terdapat 18 node yang memiliki risiko yang berada pada posisi as low as reasonably practicable (ALARP) dan 5 node pada posisi diterima, sedangkan tidak ada risiko pada posisi tidak dapat diterima dan posisi ALARP dibuat rekomendasi LOPA. Dari enam poin gap analysis sistem pipa tegak terdapat dua poin tidak memenuhi standar di mana debit air pompa dan fasilitas KO drum tidak terjangkau oleh hidran, maka dibuat rekomendasi pergantian pompa untuk memenuhi debit air dan rekomendasi penambahan hidran baru di dekat KO drum. Sedangkan gap analysis APAR ada dua poin yang tidak memenuhi dari empat poin yaitu jangkauan APAR terhadap bahaya dan kapasitas minimal APAR, maka rekomendasi APAR berupa pergantian APAR pada kompresor dan perubahan lokasi APAR.
==================================================================================================================
Fires are one of the most common and costly hazards as in 2019, there were 3,704 civilian deaths in the United States and at gas central processing plant Sidoarjo has a lot of flammable materials and many assets locations have changed, so a functional firefighting system evaluation is required.
The evaluation used is fire risk assessment and gap analysis method. Fire risk assessment evaluation consists of hazard method & operability study (HAZOP) to identify possible hazards, bow tie analysis consisting of fault tree analysis (FTA) with three leak scenarios (5 mm, 15 mm, and 15 mm). Event tree analysis (ETA) with three fire scenarios (jet fire, flash fire, and gas dispersion) determines the magnitude of frequency that occurs. Individual risk methods use ALOHA to determine the consequences of harm and risk mapping methods to determine risks are acceptable or unacceptable. The layer of protection analysis (LOPA) is performed if the risk requires follow-up. Evaluation of gap analysis using PERMEN PU number: 26/PRT/M/2008 and SNI 03-1745-2000 to check the standpipe system (hydrant) and use the standard and regulation of PERMEN PU NUMBER: 26/PRT/M/2008, NFPA 59A, 2016 and NFPA 10, 2018 to inspect fire extinguishers.
Twenty-three nodes created, 18 nodes have risks that are in the position of as low as reasonably practicable (ALARP) and five nodes in accepted positions, while there is no risk in unacceptable positions and ALARP positions are made LOPA recommendations. From the 6 points gap analysis of the standpipe system, there are 2 points where the pump water discharge does not meet the standards and the KO drum facility is not reachable by the hydrant, then made recommendations for pump replacement to meet the water discharge and recommendations for the addition of a new hydrant near the KO drum. While the fire extinguishers gap analysis two points do not meet from four points, namely the range of fire extinguishers to hazard and the minimum capacity of fire extinguishers, the recommendation of fire extinguishers in the form of a minimum fire extinguishers turnover on plants and changes in the location of fire extinguishers.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Produksi Gas, Penilaian Risiko Kebakaran, NFPA 59A, NFPA 10, Risiko Individu, Gas Plant, Fire Risk Assessment, NFPA 59A, NFPA 10, Individual Risk
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T174.5 Technology--Risk assessment.
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Abrar Hilmi
Date Deposited: 02 Sep 2021 04:26
Last Modified: 25 Jul 2024 02:33
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/91027

Actions (login required)

View Item View Item