Risk Based Design of LNG Regasification Terminal in Kupang

Azalia, Aisyah Fitri (2021) Risk Based Design of LNG Regasification Terminal in Kupang. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 04211741000009-Undergraduate_Thesis.pdf]
Preview
Text
04211741000009-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (16MB) | Preview
[thumbnail of 04211741000009-Undergraduate_Thesis.pdf]
Preview
Text
04211741000009-Undergraduate_Thesis.pdf

Download (16MB) | Preview

Abstract

The government of Indonesia has decided to switch fossil fuel to LNG for power plant fuel supply. According to Indonesian Ministry of Energy and Mineral Resources Decree RI No. 13K/13/MEM/2020, the government of Indonesia has decided to switch fossil fuel to LNG for 52 power plant in Indonesia, PLTMG Kupang Peaker is one of them. Currently, there are no facilities for receiving and regasificating LNG in Kupang. Therefore, this research will accommodate the design of LNG regasification terminal by utilizing the vacant land in PLTMG Kupang Peaker area. The design is based on NFPA 59A and evaluated through fire risk assessment. In this research, fire risk assessment consists of identifying hazard with HAZOP studies according to BS IEC 61882 : 2001 standard, frequency analysis through fault tree analysis (FTA) and event tree analysis (ETA), consequences analysis using fire modelling software ALOHA, and risk mapping using f-N curve UK societal risk criteria for process facility. The results of HAZOP studies indicated that the potential fire hazard that occurs LNG regasification terminal are gas release and fire. In FTA, the top event used is gas release the basic events are the leakage and failure of the components. The leakage scenario chosen is the total leak for 5 different holes diameter scenario configuration, which are 10 mm, 25 mm, 50 mm, 100 mm, and 125 mm. The initiating event for ETA is the gas release probability from FTA and the possible hazards configuration are jet fire, flash fire, and gas dispersion. The probability of each possible hazard is taken from secondary data using data from The Center for Chemical Process Safety (CCPS). For the consequences analysis, the parameter that considered in the fire modelling are the size of affected area and the amount of worker affected. The result of frequency and consequences analysis are plotted to the f-N Curve as a form of risk mapping. From the risk mapping, there are 4 flash fire scenarios that are in intolerable region, which are node 1 with hole diameter scenario 10 mm, node 2 with hole diameter scenario 10 mm, node 3 with hole diameter scenario 10 mm, node 4 with hole diameter scenario 10 mm. After mitigation using LOPA, the frequency value decreases and the risk for 4 scenarios that previously in intolerable region can be lowered to the acceptable region.
================================================================================================
Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk beralih dari bahan bakar fosil ke
LNG untuk pasokan bahan bakar pembangkit listrik. Berdasarkan Keputusan Menteri
ESDM RI No. 13K/13/MEM/2020, Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk
mengalihkan bahan bakar fosil ke LNG untuk 52 pembangkit listrik di Indonesia,
PLTMG Kupang Peaker adalah salah satunya. Saat ini, tidak ada fasilitas penerimaan
dan regasifikasi LNG di Kupang. Oleh karena itu, penelitian ini akan mendesain terminal
regasifikasi LNG dengan memanfaatkan lahan kosong di kawasan PLTMG Kupang
Peaker. Desain dibuat berdasarkan pada NFPA 59A dan dievaluasi melalui fire risk
assessment. Dalam penelitian ini, penilaian risiko kebakaran terdiri dari beberapa
langkah, yaitu identifikasi bahaya dengan studi Hazard and Operability (HAZOP) sesuai
standar BS IEC 61882 : 2001, analisis frekuensi melalui fault tree analysis (FTA) dan
event tree analysis (ETA), analisis konsekuensi menggunakan fire modelling software
ALOHA, dan risk mapping menggunakan f-N Curve UK societal risk criteria for process
facilities. Hasil kajian HAZOP menunjukkan bahwa potensi bahaya kebakaran yang
terjadi pada terminal regasifikasi LNG adalah gas release dan kebakaran. Berdasarkan
hasil identifikasi bahaya, maka top event yang digunakan pada FTA adalah gas release
dengan base event kebocoran dan kegagalan komponen. Skenario kebocoran yang dipilih
adalah total leaks untuk 5 konfigurasi skenario diameter lubang, yaitu 10 mm, 25 mm,
50 mm, 100 mm, dan 125 mm. Initiating event untuk ETA adalah probabilitas gas release
yang didapatkan dari FTA dan bahaya yang mungkin terjadi adalah jet fire, flash fire, dan
dispersi gas. Probabilitas setiap kemungkinan bahaya diambil dari data sekunder
menggunakan data dari The Center for Chemical Process Safety (CCPS). Untuk analisis
konsekuensi, parameter yang dipertimbangkan dalam pemodelan kebakaran adalah luas
area dan jumlah pekerja yang terkena dampak. Kemudian, hasil analisis frekuensi dan
konsekuensi diplot ke f-N curve. Dari hasil pemetaan risiko terdapat 4 skenario flash fire
yang berada masuk ke kategori intolerable, yaitu node 1 dengan skenario diameter lubang
10 mm, node 2 dengan skenario diameter lubang 10 mm, node 3 dengan skenario
diameter lubang 10 mm, dan node 4 dengan skenario lubang diameter 10 mm. Setelah
dilakukan mitigasi menggunakan Layer or Protection Analysis (LOPA), nilai frekuensi
menurun dan risiko untuk 4 skenario tersebut dapat diturunkan sehingga berada di
kategori acceptable (bisa diterima).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: ETA, FTA, HAZOP, NFPA 59A, LOPA
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T174.5 Technology--Risk assessment.
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Aisyah Fitri Azalia
Date Deposited: 02 Sep 2021 07:49
Last Modified: 25 Jul 2024 02:08
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/91250

Actions (login required)

View Item View Item